Hukum Berziarah ke Makam Rasulullah SAW

Hukum berziarah ke kota Madinah img

Hukum Berziarah ke Makam Rasulullah SAW. Berziarah atau berkunjung kemanapun anda pergi memang tidak ada larangan. Setiap hari anda diperbolehkan pergi ke suatu daerah atau kota, tanpa ada yang melarang. Saat anda menemui orang tercinta yang sangat jauh tempatnya juga anda tidak dilarang. Apalagi sebentar lagi adalah musim lebaran dan mudik. Tentu anda akan merasakan indahnya berkumpul dengan orang yang tercinta, dan pastinya tidak ada yang mengatakan anda tidak boleh berkunjung atau berziarah mengunjungi orang tercinta.

Sebagaimana dalam hadist nabi yang menyebutkan Anjuran untuk mengunjungi tiga tempat yang harus anda kunjungi selama anda masih hidup.

َلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِليَ ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ:
المَسْجِدِ الْحَرَام, وَ مَسْجِدِي هَذَا, وَ الْمَسْجِدِ الأَقْصَي
Tidaklah Seharusnya (bagi seseorang untuk) Memaksakan (diri) untuk melakukan perjalanan yang sangat sulit Kecuali untuk mendatangi tiga masjid. Masjidil Haram, Masjid saya (madinah) dan Masjidil Aqsho.

Itulah tiga tempat yang direkomendasikan oleh Nabi untuk berkunjung ke sana. Semoga kita bisa berkunjung ke sana. Amin.

Catatan yang saya buat ini adalah catatan yang tidak obyektif, karena memang ada rasa kecintaan terhadap Nabi SAW tapi dalam catatan ini saya juga tidak menambahkan hal yang tidak semestinya dan melenceng dari syariah. Ini perlu saya sampaikan untuk menghilangkan anggapan bahwa saya hanya mementingkan suatu argumen demi terwujudnya suatu perkataan saya.

Kenapa kita harus berziarah ke makam nabi Muhammad saw?

Diriwayatkan oleh Ibnu katsir dalam Tafsirnya menerangkan ayat 
An nisa 64

An Nisa ayat 64 Dibaca oleh Al Hudzaifi Imam Khatib Masjid Nabawi (unduh)

“Dan Tidaklah kami mengutus seorang Rosul kecuali untuk ditaati dengan Izin Alloh. Dan sungguh, jika sekiranya  mereka setelah menzholimi dirinya datang kepadamu (Muhammad0, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan rosul pun memohonkan ampunan bagi mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat yang Maha Penyayang.

Dalam tafsir ayat tersebut Ibnu Katsir meriwayatkan sebuah kisah terkesal dari Al 'Atiby beliau berkata, "Saat itu saya sedang duduk di samping makam Rasulullah saw, Kemudian seorang a'roby (orang dari kampung arab) berkata: " Assalamu 'alaika ya rasulallah. Saya mendengar Firman (surah an Nisa di atas) dan saya datang padamu meminta agar engkau memintakan ampunan pada Alloh untuk saya atas dosa saya dan saya minta syafaatmu besok di yaumil Qiyamah. Kemudian orang itu membacakan syair pujian untuk nabi. 
(Kalau zaman dulu sebelum rezim wahabi berkuasa dan belum ada polisi yang mengawasi hal itu masih boleh tapi sekarang bahkan makam nabi pun akan dipindah oleh rezim Wahabi, jadi sebagai orang yang berpikiran Normal seharusnya kamu tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

Kemudian orang itu pergi dan tanpa terasa air mataku jatuh bercucuran, kemudian saya bermimpi bertemu Rasulullah saw, dalam mimpi berkata; Ya 'Atibi, Sungguh benar apa yang disampaikan orang a'roby tadi. Berilah dia kabar gembira bahwa Alloh swt telah memberi ampunan untuknya.

Kesaksian Al Imam Al Qurthubi dalam Kitab Tafsirnya Al Jaami' Li ahkamil Qur'an saat menafsiri surah An Nisa ayat 64 :" Abu Shodik meriwayatkan dari Ali berkata; Kami didatangi oleh Seorang A'roby (orang pedesaan / pelosok arab) Setelah kami mengubur Nabi saw. Orang A'roby itu kemudian mengambil debu  pemakaman Nabi dan menyiramkannya ke kepala dan berkata; "Ya Rasulallah, Dulu Engkau berkata, kami selalu mendengarkan, Dulu Engkau Menyadarkan kami kami selalu mengikuti Dan dalam salah satu Firman Allah swt (an Nisa 64) dan Sungguh saya telah berbuat salah dan saya datang kepadamu agar engkau memintakan ampunan untukku" (langsung spontan) Dipanggilah A'robi dan Dikabari dari dalam Kubur Nabi SAW bahwa dia sudah diampuni. 

Apa yang saya sampaikan adalah kisah nyata yang diambil dari orang yang benar benar mulia dan shalih.

Alasan lain kita untuk berkunjung ke makam NABI saw adalah :
dalam sebuah hadits disebutkan bahwa "Siapa orang yang berkunjung ke makam saya, maka wajib baginya syafaatku."

Keistimewan Lain adalah dari faktor kota Madinah yang merupakan kota yang penuh berkah.

Sebagaimana dalam Doa Nabi Atas Kota Madinah

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ اللَّهُمَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ
“Ya Allah, jadikanlah Madinah kota yang kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah atau melebihinya dan berilah keselamatan di Madinah. Dan, berkahilah timbangan dan takarannya, dan pindahlah panasnya Madinah ke tanah Juhfah.”(Muttafaq Alaih)

Doa saat masuk kota madinah.

Doa Masuk kota Madinah
click to zoom



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel