Jokowi Wanti-wanti Pengusaha Soal Ekonomi Digital

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga memberi penjelasan pada Presiden Joko Widodo bersama Menteri BUMN Rini M. Soemarno , Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Kominfo Rudiantara.Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga memberi penjelasan pada Presiden Joko Widodo bersama Menteri BUMN Rini M. Soemarno , Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Kominfo Rudiantara.

Jakarta - Ekonomi digital di Indonesia diprediksi mampu menembus USD 130 miliar atau Rp 1.700 triliun pada 2020. Jumlah ini setara dengan 20% dari total PDB (produk domestik bruto) Indonesia.

Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia mampu menjadi pasar ekonomi digital terbesar di wilayah ASEAN. Tentu saja hal ini turut mendorong perubahan perilaku pada masyarakat konsumen di Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengatakan, ketika ini sudah ada pergeseran gaya hidup, referensi konsumsi, dan produksi pada sebagian besar masyarakat Indonesia.

Saat membuka Indonesia Business & Development Expo, baru-baru ini di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, ia mengatakan, masyarakat Indonesia yang dulunya hanya berniaga dengan cara offline, kini sudah beralih online.

"Saat ini kita sudah menghadapi permasalahan perubahan referensi tersebut. Daripada orang jauh-jauh ke toko atau ke mal kena macet di jalan, ngantre di kasir, kini dengan smartphone, buka aplikasi, tik tik tik tik tik, tinggal tunggu barangnya diantar hingga ke rumah," terang Jokowi.

Namun potensi ekonomi digital di Indonesia kolam pisau bermata dua. Jokowi mengingatkan, dalam kurun ekonomi digital setiap orang nantinya dapat menjadi pengusaha. Sehingga pengusaha konvensional yang tidak mengikuti tren mampu tergerus.

"Ingat, pengusaha harus hati-hati. Yang ingin memulai usaha juga hati-hati. Ini peluang juga ancaman. Banyak orang yang bekerja di ekonomi digital, kerjanya fleksibel, sangat dinamis. Perubahan menyerupai ini yang jika kita nggak cermat dan teliti, mampu terkaget-kaget kita" ujarnya.

Perlu Dukungan Infrastruktur Broadband

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, tanpa adanya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memadai, mustahil ekonomi digital di Indonesia mampu tercapai.

"Tanpa infrastruktur, tidak mungkin ekonomi digital mampu tumbuh," terang menteri yang erat disapa Chief RA ini dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan data dari Kominfo, ketika ini infrastrktur TIK di Indonesia menduduki peringkat keempat di ASEAN. Rudiantara berharap di 2019 mendatang seluruh ibukota kabupaten akan terhubung dengan layanan broadband.

Jokowi Wanti-wanti Pengusaha Soal Ekonomi DigitalDirektur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah ketika menjadi panelis Indonesia Business & Development Expo


Sementara Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel mengatakan perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh perkembangan device, network, dan application (DNA).

Dalam penggembangan ekonomi digital ini, Telkomsel bersama induk usahanya, Telkom, disebut olehnya akan selalu berkomitmen untuk menyebarkan infrastruktur jaringan.

Pembangunan insfrastruktur TIK ini tak hanya sekadar di wilayah yang menguntungkan saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di wilayah terdepan, tertinggal, dan terpencil Indonesia.

Sebab, kata Ririek, telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan termasuk bagi masyarakat terluar Indonesia.

"Hingga ketika ini jaringan Telkomsel sudah mencakup 99% dari total populasi di Indonesia dengan 150 ribu BTS. Bahkan ketika ini jaringan 4G LTE Telkomsel sudah tergelar lebih dari 480 kabupaten di seluruh Indonesia. Tanpa infrastruktur broadband yang memadai, apa yang dilakukan oleh pengembang aplikasi tak akan dapat dilakukan," terang Ririek.

Selain membangun jaringan telekomunikasi, untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, Telkomsel juga menyebarkan layanan digital lainnya menyerupai aplikasi finansial T-cash. Untuk menyebarkan ekosistem startup, Telkomsel juga memiliki aktivitas The NextDev.

"Diharapkan, dengan pembangunan jaringan hingga pelosok negeri dan penggembangan aplikasi digital, Telkomsel dapat menunjukkan kontribusi konkret terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia," paparnya ketika menjadi panelis Indonesia Business & Development Expo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel