Penelitian, Ini Dia Burung Yang Bisa Membuat Kata-Kata Baru


Burung Chestnut (DAILY MAIL)
Burung atau unggas merupakan anggota kelompok hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap. Selain itu, hewan jenis ini juga memiliki aneka macam variasi yang tersebar luas di pecahan bumi ini. Dari banyaknya variasi burung tersebut diperkirakan terdapat sekitar 8.00 - 10.200 spesies burung di seluruh dunia, bahkan dari 1.500 diantaranya diketahui berasal dari Indonesia

Namun, dari sekian banyaknya spesies burung, ternyata ada salah satu dari mereka yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu jenis spesies burung yang dimaksud yaitu Burung Chestnut . Burung ini dikatakan unik alasannya yakni kelebihan bunyi kicauannya dalam mengolah bunyi sehingga suaranya tersebut seolah-olah menyerupai bunyi burung yang sedang mengoceh.

Bahkan, kabarnya Spesies burung yang ditemukan dan berasal dari negeri kanguru alias Australia ini ternyata juga memiliki keunikan lain yang bahkan sangat jarang anda ditemui pada hewan lain.
Keunikan burung tersebut tak lain ialah burung ia bisa membuat kata-kata gres layaknya menyerupai manusia. Hal ini didasari Dalam sebuah penelitian di Australia, ternyata memang benar-benar bisa membuat kata-kata gres menyerupai halnya seorang manusia.

Menurut lansiran dari laman Dailymail selasa (30/06/15), mengungkapkan bahwa burung ini telah bisa mengadopsi teknik ini alasannya yakni ia bisa berevolusi lebih cepat dalam hal untuk menggabungkan dua bunyi dari menciptakan kata yang baru.

Selain itu, komunikasi burung ini dengan burung yang lain juga hampir menyerupai dengan cara insan dalam memahami makna dalam sebuah kata-kata.

Cara komunikasi burung yang hampir menyerupai dengan insan ini memang telah diterangkan oleh para peneliti yang kemudian mereka menyimpulkan dari kicauan bunyi burung tersebut ke dalam bentuk istilah bunyi ‘A’ dan ‘B’. Setiap bentuk kicauan bunyi ini akan berbeda dalam keadaan dan perilaku burung tersebut.

Misalnya, ketika ketika burung tersebut terbang terutama ketika ia melaksanakan gerakan di antara pohon-pohon  maka ia akan menghasilkan panggilan bunyi ‘AB’.

Sementara, ketika burung tersebut menunjukkan makan kepada anaknya di sarang maka burung ini akan memancarkan bunyi panggilan cepat ‘BAB’.

Namun, ketika para peneliti mencoba mengujinya dengan cara memainkan bunyi kembali, burung tersebut justru bisa membedakan antara jenis bunyi panggilan yang berbeda.

Dr Simon Townsend dari Universitas Zurich mengatakan: "Ini yakni pertama kalinya bahwa kapasitas untuk menghasilkan makna (kata) gres dari menata ulang elemen, hal ini berarti telah terbukti ada di luar manusia.

"Meskipun dua pengicau panggilan burung secara struktural sangat mirip, mereka memproduksi konteks dalam perilaku yang sama sekali berbeda dan mendengarkan burung bisa mengambil ini."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel