google-site-verification=UES8Z0aRJbtE1Gb4ZyHBN69EWU5404X-VqbouzRkOVI Pendiri Grab Blak-Blakan Gembira Tumbangkan Uber - PUSATRIK.COM

Pendiri Grab Blak-Blakan Gembira Tumbangkan Uber

Foto: Rachmatunnisa/detikINETFoto: Rachmatunnisa/detikINET

Jakarta - Anthony Tan, pendiri dan CEO Grab, tak sanggup menyembunyikan rasa gembiranya alasannya sanggup mengakuisisi Uber. Dia menyebut agresi perusahaannya itu sebagai kemenangan untuk Asia Tenggara.

"Banyak teman startup mengatakan, dude, kau menunjukkan pada begitu banyak orang Asia Tenggara perihal apa yang mungkin dilakukan," kata laki-laki kelahiran Malaysia ini.

"Kita sesungguhnya sanggup membuat banyak value dan menunjukkan pada dunia bahwa perusahaan asal Asia Tenggara sanggup muncul sebagai pemenang," tandasnya dikutip detikINET dari BBC, Sabtu (7/4/2018).


Tan berhasil membujuk Uber yang notabene penggerak transportasi online untuk angkat kaki dari Asia Tenggara dengan imbalan saham 27,5%. Mudah tentangan Grab ketika ini tinggallah Go-Jek, itupun masih sebatas di Indonesia.

Tan ini berasal dari keluarga berada. Kakeknya punya jaringan penjualan kendaraan beroda empat besar di Malaysia. Tapi ia mengaku tak mau terlena dan semenjak dulu berambisi lepas dari bayang-bayang nama besar keluarganya.

Anthony Tan merasa bahagia dengan agresi akuisisi terhadap Uber.Anthony Tan merasa bahagia dengan agresi akuisisi terhadap Uber. Foto: Ardan Adhi Chandra

"Ada beban terlepas dari bahuku. Dulu selalu disebut-sebut nama kakek dan ayahku. Lantas saya berpikir kalau mereka sanggup melakukannya, kenapa saya tidak?" ujar Tan.

"Pamanku menyampaikan soal ini dengan baik. Kakekmu tak punya uang, tak punya orang, tak berpendidikan. Tak seorangpun mau bekerja padanya. Namun beliau sanggup membangun bisnis hebat. Jangan cari-cari alasan," kisahnya.

Ambisinya sekarang tercapai, namanya makin tenar seiring keberhasilan Grab. Ia pun terus berambisi membesarkan Grab.


"Kupikir banyak orang meremehkan perusahaan Asia Tenggara. Tapi kami terus berkata bahwa kami sanggup membangun perusahaan sekelas Alibaba atau Tencent di Asia Tenggara," imbuh Tan.

Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel