Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

shares

Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda! - Hallo sahabat PUSATRIK.COM, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel analog, Artikel BERITA, Artikel digital, Artikel fungsi meteran listrik, Artikel kwh meter, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca Juga Dong

KWh meter adalah perangkat yang dipakai untuk mengukur daya listrik yang dipakai warga. Saat ini KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Berdasarkan perkembangan zaman, PLN mulai mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Yuk saya ulas caranya!



KWh meter analog terdiri dari susunan bagian penting yaitu perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa komponen elektronika kecil yang dapat sobat perhatikan gambar di bawah ini. Mari kita bahas komponen komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya bahas komponen yang menggerakkan KWh meter analog. Bagian yang membuat bekerja umumnya terdiri dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah kalau terdapat daya yang melintasi kumparan tersebut, akan muncul fluks magnet.

Jelas dari gambar yang menjadikan bekerja bagian, sobat dapat nemu element putar yang tersusun dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Komponen yang berputar menempati poros mempunyai dua bantalan yang dapat diatur, dan memiliki roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada juga perangkat yang mengurangi kecepatan yang tersusun atas magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir ada perangkat penghitung yang teman ketahui sebagai angka-angka di meteran listrikmu.

Selain dari komponen komponen tersebut, ada perangkat yang disebut terminal serta alat penyetel pada meteran listrik. Pusatnya tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban kosong, keseimbangan beban.

Untuk putaran element piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan menggerakan roda gigi pada alat. Menyebabkan roda gigi bergerak akan memberikan skala patokan mengenai listrik yang telah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan menggunakan program yang sudah “dimasukkan” ke dalam mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima respon berupa sinyal analog listrik. Hanya saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital sobat bisa mendapati indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD guna menampakkan respon, serta button karet yang bisa kamu gunakan kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, keduanya memiliki cara input yang kembar. Hanya saja meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca pada layar.

Namun, mempunyai prinsip penghitungan keduanya sama, terdapat perbedaan cara penghitunga yang sangat kontras. Apabila kamu menggunakan meteran analog, itu artinya kamu memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
dimiliki. Kalau meteran analog cuma berfungsi untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemasangan jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang simpel, yaitu kamu kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan simbol Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan saat pulsa itu sudah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.

Related Posts