Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Alat yang dipakai oleh PLN untuk mengetahui pemakaian daya listrik yang telah digunakan pelanggan adalah KWh meter. Untuk penggunaan sekarang yang menggunakan token listrik biasanya KWh yang dipasang yaitu KWh meter digital.

Berdasarkan berjalannya waktu, mereka berevolusi mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk kita ulas caranya!



KWh meter analog tersusun dari susunan bagian utama yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa bagian elektronika kecil yang dapat teman lihat gambar berikut ini. Yuk admin bongkar komponen bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Yuk kita kupas tuntas bagian yang membuat hidup KWh meter ini. Elemen yang menggerakkan sendiri terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melintasi kumparan ini, akan muncul fluks magnet.

Jelas dari gambar yang membuat bekerja bagian, teman bisa melihat element putar yang terdiri atas piringan berbahan konduktor memiliki cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar pada poros yang memiliki dua bantalan yang dapat disesuaikan, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada juga komponen pengerem yang tersusun atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Terakhir ada perangkat untuk menentukan yang sobat ketahui penanda nomor pada meteran listrikmu.

Selain dari komponen perangkat itu, ada alat yang dikenal terminal dan juga perangkat pengatur pada alat KWh Analog. Pusatnya terdiri atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel terdiri dari penyetel untuk daya rendah, beban kosong, beban seimbang.

Nah putaran perangkat piringan KWh Analog inilah yang lantas akan memutar roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan menggambarkan patokan mengenai listrik yang sudah teman gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja berdasarkan pemrograman yang sudah “disuntikkan” chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog daya. Hanya saja melintasi alat ini, sinyal respon analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Melihat KWh meter digital anda dapat mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna menampakkan respon, serta tombol karet yang dapat kamu gunakan kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, keduanya mempunyai cara penghitungan yang mirip. Hanya saja meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca pada monitor.

Namun, memiliki model penghitungan meteran mirip, terdapat perbedaan cara pemakaian yang cukup kontras. Apabila kamu memakai meteran analog, itu artinya sobat menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
berjalan. Untuk meteran analog cuma berfungsi untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Tetapi meteran seperti ini telah tidak diperkenankan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki cara kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan ketika pulsa tersebut telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel