Prinsip Kerja kWh Meter Digital

shares

Prinsip Kerja kWh Meter Digital - Hallo sahabat PUSATRIK.COM, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Prinsip Kerja kWh Meter Digital, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel analog, Artikel BERITA, Artikel digital, Artikel fungsi meteran listrik, Artikel kwh meter, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca Juga Dong

KWh meter merupakan alat yang dipakai guna mencatat daya listrik yang digunakan warga. Saat ini KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berupa KWh analog.

Tapi seiring dengan berjalannya zaman, PLN berevolusi mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Lest kita ulas sistemnya!



KWh meter analog terdiri dari susunan komponen pokok yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa komponen elektronika kecil yang bisa teman lihat gambar berikut ini. Yuk kita ulas komponen element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya bahas bagian yang menjadikan bekerja KWh meter analog. Komponen penggerak umumnya tersusun dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah kalau ada arus yang melintasi kumparan ini, akan muncul sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak element, sobat bisa melihat komponen kerja yang tersusun atas piringan berbahan penghantar listrik memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Komponen yang berputar menempati as dengan dua bantalan yang dapat diatur, dan terdapat roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu terdapat juga komponen yang memperlambat yang terdiri dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir ada perangkat penghitung yang sobat ketahui penanda angka-angka di meteran listrikmu.

Selain dari perangkat perangkat itu, terdapat perangkat yang dinamai terminal serta perangkat pengatur pada alat KWh Analog. Pusatnya terdiri dari terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel tersusun atas penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Nah kerja komponen piringan meteran listrikmu adalah yang lantas akan menggerakan roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan memberikan patokan mengenai listrik yang telah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Sedangkan KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan berdasarkan program yang telah “disuntikkan” chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog listrik. Hanya saja menggunakan alat ini, sinyal input analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Komponen penyusun KWh meter digital sobat dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk pengisian token, serta keypad karet yang bisa dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Walhasil baik meteran listrik digital ataupun analog, keduanya menggunakan cara pemasukan yang mirip. Hanya saja meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog itu menjadi digital guna dibaca pada layar.

Walaupun, memiliki prinsip kerja keduanya mirip, terdapat hal yang berbeda cara pemakaian yang sangat kontras. Jika anda menggunakan meteran analog, berarti kamu menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
dimiliki. Kalau meteran analog cuma bermanfaat untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Walaupun meteran seperti ini telah tidak diperkenankan untuk pemakaian jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki cara kerja yang simpel, yaitu kamu harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini memakai logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa itu masih ada. Dan saat pulsa itu sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.

Related Posts