google-site-verification=UES8Z0aRJbtE1Gb4ZyHBN69EWU5404X-VqbouzRkOVI Hidupkan Malam Nisfu Syaban, Ini Amalan-amalan Yang Bisa Dilakukan - PUSATRIK.COM

Hidupkan Malam Nisfu Syaban, Ini Amalan-amalan Yang Bisa Dilakukan

Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu malam yang paling istimewa. Jika diibaratkan kemuliaan dimulai dari bulan Rajab adalah bulan Jalla Jalaluh (Allah Taala), sedangkan bulan Syaban merupakan bulan istimewa Rasulullah. Dan bulang paling menggembirakan untuk umatnya yaitu bulan Ramadhan yang sudah kita tunggu. Nisfu Syaban diperkirakan akan hadir besok. Jadi malam Nisfu Syakban akan dimulai nanti malam yaitu waktu Maghrib tanggal 8 April 2020. 
Hidupkan Malam Nisfu Syaban, Ini Amalan-amalan Yang Bisa Dilakukan

Hidupkan Malam Nisfu Sya'ban, Ini Amalan-amalan Yang BisaSya’ban berarti bulan yang diisi berkah dan kegembiraan. Di bulan ini Allah melapangkan pintu rahmat dan pengampunan selebar lebarnya. Karenanya, dianjurkan untuk memaksimalkan amalan sunah seperti puasa sunah. Hal ini seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits menjelaskan kalau Nabi SAW lebih sering puasa sunah pada bulan Sya’ban kalau disamakan dengan bulan yang lain, (HR Al-Bukhari).

Baca : Hukum Berpuasa Setelah Nisfu Sya'ban

Tak hanya itu, menghidupkan malam sya’ban juga sangat baik khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Tips menghitung nisfu sya'ban adalah jika sudah masuk tanggal 14 bulan Sya'ban maka diawali dari maghrib telah masuk malam nisfu sya'ban. Karena cara menghitung hari menurut hijriah dimulai dari malam.

Cara menghidupkan malam Nisfu Sya’ban yaitu memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Allohu Yarham menjelaskan bahwa  terdapat banyak kemuliaan pada malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan di malam Nisfu Sya’ban, menyayangi hamba yang memohon kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang dirundung kesusahan, dan membebaskan suatu kaum dari neraka.

Setidaknya terdapat 3 ibadah yang dapat dilakukan di malam tengah Sya’ban. Tiga perbuatan ini diambil dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Mulai dari, memperbanyak doa. Anjuran ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Maksudnya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke langit bumi di kala malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali untuk orang yang menyekutukan Allah atau orang yang di dalam hatinya tersimpan (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Syadatain termasuk doa mulia. Syadatain dapat dibaca kapan pun dan di semua tempat apa lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Maksudnya, “Seyogyanya orang Islam mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan meningkatkan bacaan dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammadur Rasululullah, terutama bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Baca : Kenapa Bahasa Arab Menjadi Bahasa AL Quran

Yang ketiga, meningkatkan bacaan istighfar. Semua manusia selalu memiliki dosa dan salah. Mengisi hari harinya bergelimang dosa. Tetapi kendati manusia berdosa, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan kepada semua orang yang ingin diampuni. Karenaya, meminta ampunan (istighfar) sangat disarankan apalagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menuliskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar adalah salah satu ibadah utama yang perlu dibiasakan orang Islam, apalagi pada waktu yang memiliki kelebihan, misalnya Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar adalah satu jalan yang membuat mudah rizki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Di bulan Sya’ban juga dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan dan mencegah kesedihan yang akan datang.

Pada malam nisfu Sya’ban kita berdoa kepada Allah agar mendapatkan panjang umur, murah rezeki, dan keteguhan iman. Umat muslim juga biasanya melantunkan 3 kali Surat Yasin di sela doa tersebut. Sayyid Utsman bin Yahya mengajarkan doa berikut ini yang dibaca saat malam nisfu Sya’ban.

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Doa ini tertulis dalam Kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya, (Lihat Sayid Utsman, Maslakul Akhyar, [Jakarta, Al-Aidrus: tanpa catatan tahun], halaman 78-80). Pemakaian Dhamir mufrad pada doa ini dapat diganti menjadi dhamir jamak bila dibaca berjamaah, tetapi jika tidak maksud caranya ikuti doa yang tertulis saja.

Semoga kita masuk orang yang berdiri untuk beribadah pada malam nisfu Sya’ban dengan meningkatkan kualitas do’a, memperbanyak bacaan dua kalimat syahadat, memohon ampunan, dan kalimat mulia yang lain misalnya membaca Al-Qur’an. Wallahu a’lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel