google-site-verification=UES8Z0aRJbtE1Gb4ZyHBN69EWU5404X-VqbouzRkOVI Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban Dan Amalan Yang Dikerjakan - PUSATRIK.COM

Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban Dan Amalan Yang Dikerjakan



Salah satu kegembiraan sesudah sampai pada bulan Rajab adalah memasuki bulan Sya'ban. Sebab setelah Sya'ban hadir bulan yang paling ditunggu yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang diisi rahmat dan kesenangan, ngga hanya untuk umat Islam, tetapi juga non muslim ikut merasakan berkah Ramadhan. Nah peristiwa yang paling berkah di Bulan Sya'ban adalah malam Nisfu Sya'ban.
Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban Dan Amalan Yang DikerjakanSya’ban artinya bulan yang diisi berkah dan kebaikan. Pada bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan pengampunan seluas-luasnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memaksimalkan amalan sunah seperti membaca istighfar. Sudah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadits mengatakan kalau Nabi SAW paling banyak puasa sunah pada bulan Sya’ban kalau disamakan dengan bulan yang lain, (HR Al-Bukhari).

Baca : Hukum Berpuasa Setelah Nisfu Sya'ban

Tak hanya itu, mengisi kegiatan yang baik pada malam sya’ban juga sangat disunnahkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Cara menghitung nisfu sya'ban adalah jika pada siang hari tanggal 14 bulan Sya'ban maka mulai maghrib telah masuk malam nisfu sya'ban. Karena penghitungan hijriah dimulai dari terlihatnya bulan.
<br/>Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban Dan Amalan Yang Dikerjakan
Dikandung maksud menghidupkan malam di sini ialah menambah ibadah dan melaksanakan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Allohu Yarham menjelaskan kalau  ada banyak anugrah pada malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan memberi ampunan dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi hamba yang minta kasih sayang, mengabulkan do’a orang yang memohon, memberi jalan keluar penderitaan orang dirundung kesusahan, dan membebaskan suatu kaum dari neraka.

Paling tidak ada tiga ibadah yang dapat dilaksanakan pada malam nisfu Sya’ban. 3 perbuatan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa. Amalan ini didasarkan dengan hadits yang diriwayatkan Abu Bakar yaitu Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Maksudnya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi di kala malam nisfu Sya’ban. Allah akan memberikan ampunan semua dosa kecuali untuk orang yang menyekutukan Allah atau orang yang di dalam hatinya terpendam kebencian ,” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca syahadatain sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat adalah salah satu doa utama. Syadatain sangat baik dibaca setiap waktu dan dimanapun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Artinya, “Seyogyanya orang Islam mendapatkan kemuliaan dan keutamaan dengan memperbanyak bacaan dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammadur Rasululullah, terutama bulan Sya’ban terlebih pada malam pertengahannya.”

Baca : Kenapa Bahasa Arab Menjadi Bahasa AL Quran

Ketiga, memperbanyak istighfar. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa dan salah. Mengisi hari harinya penuh dengan dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT selalu mempermudah pintu ampunan kepada semua orang yang mencarinya. Sebab, memohon ampunan (istighfar) sangat diajarkan nabi apalagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengajarkan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar adalah salah satu dzikir pokok yang harus dijaga orang Islam, terlebih di saat yang memiliki kelebihan, misalnya Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar adalah satu jalan yang memudahkan rizki, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Di bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan menghilangkan kesedihan dan mencegah kesedihan yang akan datang.

Di malam nisfu Sya’ban kita berdoa pada Allah agar mendapatkan usia panjang, rezeki berlimpah, dan keteguhan iman. Kita juga seringnya membaca 3 kali Surat Yasin di sela doa itu. Sayyid Utsman bin Yahya menjelaskan doa di bawah ini yang dibaca ketika malam nisfu Sya’ban.

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Amalan ini tertera dalam Kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya, (Lihat Sayid Utsman, Maslakul Akhyar, [Jakarta, Al-Aidrus: tanpa catatan tahun], halaman 78-80). Pemakaian Dhamir mufrad di doa ini dapat dirubah jadi dhamir jamak bila dibaca berjamaah, namun jika tidak maksud caranya ikuti bacaan yang tertera saja.

Semoga kita termasuk orang yang berdiri untuk beribadah pada malam nisfu Sya’ban misalnya memperbanyak do’a, memperbanyak bacaan dua kalimat syahadat, memohon ampunan, dan kalimat utama yang lain misalnya membaca Al-Qur’an. Wallahu a’lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel