Fakta dibalik Hari Tanpa Tembakau Dunia


HARI Tanpa Tembakau Sedunia ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Peringatan ini santer dikumandangkan tiap 31 Mei agar sosiety global mengetahui masalah dan komplikasi mengunyah atau merokok tembakau.

WHO (World Health Organization) memiliki harapan tinggi agar peringatan ini bisa membangkitkan dan membuka ide orang-orang untuk menghindari atau sama sekali menghentikan pemakaian tembakau dalam bentuk apapun di muka bumi. Tak lupa, upacara ini membawa misi bahaya pemakaian tembakau dan komplikasinya.
<br/>Fakta dibalik Hari Tanpa Tembakau Dunia<br/>
Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) (WHO) mengenalkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang dilaksanakan setiap 31 Mei. Adanya hari kegiatan ini harapannya dapat membuat masyarakat di seluruh dunia menyadari tentang menakutkannya dari hobi menggunakan tembakau baik itu dengan cara dibuat rokok, dikunyah, dan penggunaan yang lain.

Meme Merokok ini Jleb banget bikin kapok Perokok

Penggunaan tembakau menjadi sebab penyakit paling nggak 10 juta orang di dunia setiap tahun, sementara pengguna tembakau di semua dunia sampai 1,3 miliar. Semestinya, kami bisa mencegah sekira 100 juta kematian dini dengan mengurangi pemakaian tembakau sebesar 20-25 % pada 2020. Berdasarkan statistik, tercatat kurang lebih 37,6 % penurunan jumlah pengguna rokok pada 1955, sedangkan 29,8 % di tahun 2006.

WHO sudah mempublikasikan gerakan mereka melalui WHA 40.38 di tahun 1987 dengan mengadakan acara yang disebut 'Hari Tanpa Rokok Sedunia'. Bertepatan di ulang tahun WHO (World Health Organization) ke-40 pada tanggal 7 April 1988, diumumkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di 31 Mei. Sebelumnya, kegiatan tadi telah dilaksanakan oleh negara pendukung WHO .


Asal Muasal Hari Tanpa Tembakau Sedunia


Permulaan tahun 1988, WHO menggaungkan resolusi lain WHA42.19 guna merencanakan 'Hari Tanpa Tembakau Sedunia' pada tanggal 31 Mei. Kala itu, juga mencetuskan salah satu program Tobacco Free Initiative (TFI) guna menggaungkan dunia internasional dan menarik simpati netizen paham mengenai problem pemakaian tembakau keseluruhan. Sukses, kegiatan ini menolong produksi aturan kesehatan netizen global guna mengendalikan penggunaan tembakau.

Selain itu, di tahun 2003 WHO menggaungkan WHO (World Health Organization) Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC), intinya adalah kesepakatan penerapan kebijakan guna menghentikan produksi rokok.

Terus begulir demi masyarakat dunia bersih dari tembakau, WHO (World Health Organization) juga berupaya mencegah promosi, iklan dan sponsor tembakau ketika perayaan Hari Tanpa Tembakau sedunia di tahun 2008 melalui kampanye 'Pemuda Bebas Tembakau'.

Meme Larangan Merokok yang Malah Bikin ngakak

Kampanye WHO (World Health Organization) tentang Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini membuka wawasan berbagai negara, baik pemerintah maupun organisasi non-pemerintah. Mereka memiliki bagian guna membantu persebaran informasi seputar pemakaian tembakau dan dampaknya.

Berbagai program bahkan diadakan guna memperingati hari penting tersebut, misalnya kegiatan masal, spanduk, kampanye iklan, program pendidikan, dialog lisan dengan netizen. Menyenangkan sekali mereka membuat acara tentang pentingnya stop merokok melalui penyelenggaraan parade dan seni publik.


Bahaya penggunaan tembakau



Program yang telah beredar menjelaskan, tembakau tidak hanya ditemukan dalam wujud tembakau, tetapi juga dalam bermacam macam bentuk lain, seperti ceurutu, bidis, pasta gigi, kretek, pipa, tembakau kunyah, dan masih ada lainnya. WHO (World Health Organization) melarang keras pemakaian produk tembakau dalam model apapun.

Dengan program ini, netizen diharapkan memperbaiki kesadaran penuh bahwa merokok bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, serangan jantung, stroke, penyakit jantung kronis, berbagai jenis kanker, dan yang lain.

Toxin rokok bisa menjadikan pecandu tidak dapat melawan kebiasaan yang menghancurkan kesehatan ini. Selain itu kecanduan nikotin sangat buruk bagi kesehatan, termasuk bagi otak dan paru-paru. Masalahnya, asap tembakau bisa menciduk jalur dopamin otak seperti obat-obatan nggak resmi lainnya, misalnya meth, alkohol, maupun heroin. Kandungan racun mempersiapkan otak mengirim pesan palsu supaya tubuh mengharuskan nikotin menjadi "sesuatu" untuk bertahan hidup.


Kurangnya kesadaran untuk berhenti merokok


Berdasarkan catatan WHO (World Health Organization), paling tak 10 juta orang akan meninggal dunia setiap tahunnya gara-gara pemakaian tembakau. Padahal, paling nggak pengguna tembakau pada penjuru dunia mencapai 1,3 miliar. Fakta ini pastinya nampak sangat mengerikan, bukan?

Diantara yang diintai oleh Kementerian Kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah kemampuan tembakau dalam memicu bermacam macam penyakit berbahaya. Sebagai contoh, para pecandu rokok akan menanggung efek besar terkena kanker paru, serangan jantung, stroke, penyakit jantung kronis, penyakit paru obstruktif kronis, dan penyakit yang sulit disembuhkan lainnya. Bahkan, kandungan nikotin juga dapat menghancurkan daya ingat otak secara mendasar.

Meskipun Peringatan Hari Tembakau Sedunia sudah diadakan dan acara untuk berhenti merokok atau memakai produk tembakau lain terus ramai untuk digalakkan, pada kenyataannya, memakai rokok di Indonesia masih dalam kondisi mengkhawatirkan dan bahkan cenderung meningkat.

Cara Merawat Baterai Smartphone Non-Removable Agar Tahan Lama

Menurut data yang oleh Kementerian Kesehatan, jumlah perokok di Indonesia bertambah dari 27 % dari total populasi pada tahun 1995 jadi 36,3 % di tahun 2013. Bahkan, kebanyakan perokok adalah para generasi muda, remaja, terlebih anak-anak.

Walaupun Hari Tanpa Tembakau Sedunia dilaksanakan tiap tahun dengan deretan kampanye yang ramai ramai, apakah perokok di Indonesia sudah berkurang dari tahun ke tahun?


2 Dari 3 Orang adalah Perokok


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, banyaknya pertumbuhan prevalensi perokok dari 27 % pada 1995, meningkat sampai 36,3 % pada 2013. Itu artinya, saat 20 tahun yang silam dari tiap 3 orang terdapat 1 orang perokok. Sementara sekarang, untuk setiap 3 orang 2 orang merupakan perokok.

Walaupun anjuran terus digembar gemborkan, namun nyatanya netizen perlu sadar diri untuk berhenti merokok. Semua orang yang mengerti akan racunnya dan para perokok berupaya agar berhenti merokok, setidaknya mereka berkontribusi agar menurunkan data statistik perokok aktif ke depannya.

Melihat penelitian ilmiah fakta ini, ada baiknya banyak orang yang semakin menyadari bahaya penggunaan rokok dan produk tembakau lainnya jadi dapat meningkatkan kesadaran diri untuk terhindar dari rokok atau tidak tak mencobanya. Selain itu, setiap orang tua sebaiknya juga memberikan pemahaman tentang bahaya merokok untuk anaknya sejak dini supaya anaknya nggak gampang tertarik dengan produk tembakau.



Cara mengurangi Pertambahan Produk Rokok adalah Kemasan polos



Salah satu kebijakan yang dijalankan berkaitan upaya menghentikan rokok adalah  “Siap siap untuk Tanpa branding”. Tanpa Branding merupakan kebijakan yang menghentikan dan melarang penggunaan logo, warna, gambar merk, atau informasi promosi di kemasan tembakau kecuali nama merk dan produk yang ditunjukkan dalam warna dan gaya huruf pada umumnya.

Australia jadi negara yang memprakarsai yang telah melaksanakan kebijakan tanpa brand produk tembakau pada tahun 2012. Lalu, banyak negara Uni Eropa diantaranya Irlandia, Inggris dan Perancis juga telah meresmikan hukum untuk menerapkan tanpa brand dan sedang menuju fase pertimbangan untuk melaksanakannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel