Wawancara Kerja Tahap Kedua Purwokerto Utara



[permalink] Wawancara Kerja Tahap Kedua Purwokerto Utara[/permalink] Umumnya seseorang yang akan bekerja harus melewati fase wawancara terlebih dahulu. Fase job interview adalah saat yang membuat jantung dag dig dung karena kamu bertemu dengan calon senior atau paling tidak calon bos baru di sebuah perusahaan.Tidak usah tegang ya, karena mereka juga sama seperti kita yang sedang menggali keistimewaan-mu apakah cocok menjadi tim dengan perusahaan.

Paling tidak kamu kudu mempersiapkan sebelumnya dengan mencari jawaban untuk soal yang nantinya mungkin diberikan. Pastikan kamu simpan halaman ini supaya gampang mengingatnya nanti. Usahakan pahami garis besar cara menjawab bukan menghapalkan atau setidaknya tujuan dari pertanyaan yang diberikan. Walaupun kamu tidak tahu, tetapi jika sudah mengerti artikel ini dengan baik seenggaknya telah ada bayangan untuk jawaban yang akan diberikan.
 Wawancara Kerja Tahap Kedua  Purwokerto Utara
Selanjutnya perumpamaan pertanyaan wawancara yang sering ditanyakan dan juga cara memberikan.

Pertanyaan untuk lebih mengenal Kepribadian Kamu
Walaupun seperti persoalan untuk mengakrabkan diri, namun pertanyaan ini merupakan pertanyaan penting untuk mengawali percakapan. Sikap yang harus kamu perbuat adalah selalu antusias menjawab pertanyaan yang diajukan. Gunakan wajah yang menggambarkan kamu sebagai orang yang sangat antusias.
Di bawah ini merupakan bagian wawancara kerja untuk pelamar umum

1. Ceritakan secara singkat tentang diri Anda?


Jawab pertanyaan semisal ini kamu cukup menyebutkan sesuai dengan fakta dan jawaban yang dibutuhkan untuk perusahaan tempat kamu melamar kerja. Misalnya jawabannya adalah seperti di bawah ini.

Kandidat: “Nama saya Salim bin Abdussalam. Saya menyelesaikan kuliah di Universitas Indonesia jurusan menyesuaikan dengan loker tahun 2019" (kalau kamu pernah bekerja sebelumnya bisa ditambah, "kemudian mulai magang di perusahan PT Rival sejak tahun 2019 sebagai (sebutkan pekerjaan yang dilakukan). ”

2. Mengapa Kamu memilih jurusan ini saat kuliah?


Ceritakan dengan jawaban yang sederhana tetapi cocok. Jelaskan dengan memasukkan semangat yang kamu punya, saat kamu melakukan hal itu berkenaan dengan keahlian anda. Misalnya seperti ini untuk kamu jika memilih jurusan ilmu komputer.

Pelamar Pekerjaan: “Saya senang dengan komputer sejak saya kecil. Saya bisa mencari hal yang bermanfaat dengan komputer dari situlah keinginan saya belajar komputer. Tidak sedikit hal baru yang dapat saya dapatkan saat kita memegang keyboard komputer seperti informasi dan banyak hal bermanfaat.”

3. Bagaimana cara Anda melunasi kuliah ?


Untuk menjawab ini kamu cukup jujur dan dapat memberikan alasan yang pas, kalau kamu membantu ortu dengan ikut kerja paruh waktu misalnya maka jawablah dengan jawaban yang meyakinkan.

Contohnya seperti ini.
Kandidat: “Orang tua membiayai kuliah saya, tetapi saya juga sering berpartisipasi meringankan tanggungan orang tua dengan kerja paruh waktu sebagai (sebutkan pekerjaannya)."

4. Apakah Anda mempunyai rencana menambah pendidikan?


Ketika kamu diajukan pertanyaan seperti itu berikan alasan yang mantap. Sebab pendidikan merupakan modal utama agar lebih cerdas dalam melakukan pekerjaan.
Calon Pekerja: “Kalau ada kesempatan belajar tentu akan saya meneruskan pendidikan. Sebab pendidikan bisa menemukan banyak berbagai ide supaya bekerja cerdas"

5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lainnya?


Calon Pekerja: “Ya. Saat kuliah saya mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Tak hanya itu, saya menjalani pelatihan kepemimpinan dalam waktu 7 hari yang diselenggarakan Universitas.

Saya juga dapat mengoperasikan komputer dengan banyak program, seperti MS Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, dan MS Access.”

6. Apa arti pekerjaan buat Anda?


Pelamar Pekerjaan: “Bagi saya, pekerjaan tidak hanya bekal hidup. Tetapi, langkah saya bisa melakukan yang terbaik sehingga sumbangsih untuk perusahaan.”

B. Pertanyaan seputar pengalaman dan keahlian


Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan ditujukan untuk mengetahui:

  • tujuan karier Anda

  • bagaimana cara Anda bekerja

  • loyalitas Anda


bagaimana kamu mengatasi problem pekerjaan
berapa besar sumbangsih yang akan kamu berikan untuk perusahaan.
Dari jawaban yang Anda berikan, HRD bisa menentukan sikap apakah Anda kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang kamu lamar.

7. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?


Calon Pekerja: “Nilai tambah saya yaitu jujur, mau belajar, dan bekerja keras. Tak hanya itu, kelemahan saya yaitu sering lupa. Tetapi, saya berusaha mengatasi kekurangan ini dengan mencatat hal-hal penting berhubungan dengan pekerjaan pada catatan saya.”

8. Apakah Anda mempunyai hubungan yang bagus dengan teman kerja?


Pelamar Pekerjaan: “Tentu. Saya pikir hubungan saya dengan seluruh rekan kerja saya berjalan dengan baik.

Tidak dipungkiri saya mempunyai problem dengan seorang rekan kerja terkait pembagian tanggung jawab, tetapi kami menyelesaikannya dengan cara membicarakannya bersama sehingga kita sepakat pada tugas tanpa perselisihan lagi.”

9. Apakah Anda lebih suka bekerja sorang diri atau dalam kelompok?


Calon Pekerja: “Menyesuaikan dengan pekerjaan yang kudu saya rampungkan. Meskipun saya lebih suka bekerja sendiri, saya bisa menyesuaikan dalam kelompok.”

10. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan Anda pilih?


Pelamar Pekerjaan: “Saya paling senang menjadi seorang konseptor. Dengan begitu, kita dapat membuat gambaran langkah-langkah yang kudu dilalui, menciptakan list kebutuhan yang diperlukan, mencari tahu penghalang, dan menentukan ukuran keberhasilan suatu projek.”

11. Bisakah Anda bekerja ketika tertekan?


Kandidat: “Ya. Saya bisa meredam tekanan pekerjaan saya. Tak hanya itu, saya pikir tekanan bisa memberikan hasil yang positif bagi saya sebab saya bisa mengerahkan kemampuan, potensi, ide, dan keterampilan saya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.”

12. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Kamu?


Pelamar Pekerjaan: “Menurut pengetahuan saya, orang pada umumnya tidak senang diberi saran secara sembarangan. Secara pribadi, saya lapang dada arahan yang diberikan untuk saya.

Jika kritik itu benar dan membangkitkan potensi, saya suka hati melaksanakannya demi meningkatkan kualitas pribadi saya. Jika tidak nyambung, saya akan membiarkannya.”

13. Menurut Kamu, tipe macam apakah yang tidak mudah untuk kerja tim?


Pelamar Pekerjaan: “ Pendapat saya, orang yang sulit kompak bekerja sama yaitu orang yang tidak suka bekerja keras, suka melanggar aturan, suka mengeluh, tidak memperhatikan ketuntasan pekerjaan, dan senang menghasut orang lain.”

14. Apabila downline Anda membuat kesalahan, hal apa yang Anda perbuat?


Kandidat: “Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Saya akan mencari tahu apa yang titik pokok kesalahan, memperbaiki kerusakan akibat kesalahan itu, dan menemukan poin masalahnya.

Kemudian, saya menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi di lain hari. Saya juga akan menciptakan kesempatan kepada bawahan bersangkutan untuk meningkatkan cara kerjanya.”

15. Apa yang akan Anda perbuat bila bawahan Anda menceritakan masalah pribadi mereka?


Kandidat: “Saya akan menerima mereka di ruangan kerja saya dan terbuka atas masalah pribadinya. Kalau diminta, saya akan mengajukan solusi untuk problem tersebut.

Menurut pengamatan saya, mereka biasanya perlu butuh seorang pendengar yang akan terkesan peduli terhadap mereka tidak dengan menjustifikasinya.”

16. Apa yang akan Anda lakukan saat menemui masalah berat dalam pekerjaan?


Pelamar Pekerjaan: “Saya akan mencari akar masalah itu guna memperoleh jalan keluar yang cocok. KemudianSetelah itu, saya akan menjalankan solusi itu dalam rangka perbaikan.

Tak lupa dengan tindakan problem solving itu, saya juga akan menetapkan langkah pencegahan supaya masalah tersebut tidak terulang.”

17. Mengapa Anda mundur dari tempat anda bekerja sebelumnya?


Calon Pekerja: “Saya ingin pekerjaan yang lebih menggigit, dan saya harap perusahaan ini bisa memenuhi keinginan saya itu.”

18. Apa halangan terberat yang Anda temukan pada pekerjaan sebelumnya?


Pelamar Pekerjaan: “Hambatan paling susah saya pada pekerjaan tersebut yaitu jam kerja yang tepat. Terkadang saya bekerja pada pagi hari kemudian di malam hari.”

19. Apakah Anda pernah kabur ketika bekerja?


Calon Pekerja: “Sejauh saya ingat, saya tidak pernah melakukan itu. Jika ada keadaan darurat yang menjadikan saya tidak dapat bekerja, saya langsung memberitahukan hal tersebut kepada atasan saya.”

20. Apakah Anda bersedia bekerja lembur?


Pelamar Pekerjaan: “Ya, saya bersedia. Hal ini tidaklah rumit untuk saya.”

21. Apa yang membuat Anda senangi bekerja di perusahaan kami?


Pelamar Pekerjaan: “Perusahaan ini menjernihkan gambaran pekerjaan yang pas dengan pengalaman dan jurusan saya. Dengan demikian, saya bisa menyumbangkan diri dalam kemajuan perusahaan ini.”

22. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan ini?


Calon Pekerja: “Saya berusaha mengenal perusahaan ini sebab banyak teman yang membicarakan dan menggunakan produknya. Tak hanya itu, saya juga melihat iklan perusahaan ini di website.”

23. Bagaimana pendapat Anda, apa yang membuat perusahaan kami tidak sama dengan perusahaan rival?


Calon Pekerja: “Sepanjang yang saya tahu, perusahaan ini menawarkan hasil yang bermutu. Tak hanya itu, fasilitas yang disediakan untuk karyawannya juga menyenangkan daripada perusahaan lain.”

24. Jelaskan plan Anda untuk 5 tahun mendatang?


Kandidat: “ Kalau saya diizinkan bergabung di sini, dalam lima tahun mendatang saya ingin menjadi supervisor. Oleh karena itu, saya akan mempelajari dan mengetahui ruang lingkup kerja dan tanggung jawab posisi tersebut.

Setelah itu, saya akan berusaha melengkapi apa yang disyaratkan untuk menjadi seorang supervisor di perusahaan ini.”

25. Apakah Anda siap mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar?


Kandidat: “Tentu, saya siap. Menurut hemat saya, saya harus siap mendapatkan tanggung jawab yang besar dan posisi yang lebih tinggi untuk menekuni karier yang terbaik.

Dengan cara tersebut, saya bisa memacu diri sendiri agar lebih baik.”

26. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?


Calon Pekerja: “Saya suka bekerja dalam lingkungan yang fear atau segala disosialiasikan dengan jelas. Prosedur opersional standar (POS) jelas, begitu juga dengan perkembangan karier.

Hukuman dan penghargaan diberikan dengan fear. Tak hanya itu, saya juga senang bekerja dengan rekan-rekan yang positif thinking dan bersemangat.

27. Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?


Calon Pekerja: “Tentu, saya siap. Bekerja di perusahaan ini berarti saya kudu siap menerima keputusan perusahaan dan peraturan yang ada.”

C. Pertanyaan seputar gaji


Pertanyaan seputar gaji seringnya ditanyakan di akhir wawancara kerja. Jumlah pertanyaannya tidak banyak, tetapi lebih kepada kisaran besar gaji yang Anda inginkan.

28. Berapa gaji Anda sekarang?


Pelamar Pekerjaan: “Gaji pokok saya saat ini Rp 4 juta. Ditambah tunjangan dan bonus bulanan, total gaji saya yaitu Rp 5 juta.”

29. Berapa gaji yang Anda inginkan untuk posisi ini?


Pelamar Pekerjaan: “Saya berharap memperoleh gaji sebesar Rp 8 juta.”

30. Kami tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda. Seberapa banyak Anda dapat menurunkan permintaan gaji tersebut?


Pelamar Pekerjaan: “Bagaimana kalau Rp 7 juta?”

Contoh Wawancara Kerja di Bank


Sedangkan jika kamu ingin bekerja di bank dan mencari kerja di dunia perbankan. Seringnya pertanyaan yang akan diberikan seperti berikut ini:

Apa saja produk dari bank ini?


Memang sudah menjadi kewajiban seorang pencari kerja paham betul pekerjaan yang akan dikerjakan.
Seenggaknya cari tahu terlebih dahulu hal apa yang akan anda lakukan untuk perusahaan dan posisi yang anda inginkan.

Menurut anda, apa keunggulan bank ini dari bank lain?
Anda bisa mencari tahu dari brosur perusahaan dan yang sering diberikan kepada nasabah. Atau kamu juga bisa mencari tahu dari website resmi bank itu.

Keinginan untuk Bekerja di Bank Ini


Hal yang pastinya akan ditanyakan yaitu motivasi kerja di bank itu, sebab nantinya akan mempengaruhi semangat ketika bekerja.

Di bawah ini adalah beberapa tips agar kamu diterima di perusahaan baru kamu.
Karyawan yang memiliki ambisi biasanya akan bekerja keras dan mencurahkan kesaktiannya untuk menyelesaikan tugasnya. Selain itu bahkan sering mencari cara yang lebih efisien namun ampuh memberi hasil yang paling baik.

Fokus kandidat yang memiliki kemauan besar lebih berpeluang untuk diajak bekerjasama dibanding orang yang masih bingung saat diberikan pertanyaan tentang ambisi saat bekerja.  Pantaskan diri Anda memang memiliki ambisi tinggi untuk bidang pekerjaan yang digeluti.

Seorang karyawan tak cuma untuk dirinya sendiri ketika sudah diajak masuk dalam sebuah perusahaan. Satu sama lain akan saling mempengaruhi. Baik dalam sisi positif ataupun negatif.

Tentu saja hal yang diutamakan perusahaan bonafid adalah calon karyawan yang bisa memberi pengaruh baik untuk karyawan lainnya. Di antaranya mereka yang bisa menunjukkan apresiasi kepada karyawan lain saat dia memperoleh prestasi atau penghargaan dari perusahaan.

Ketika seorang karyawan bisa mencapai prestasi dan sering berbagi semangat yang sama kepada karyawan lain, maka perusahaan akan mendapat pengaruh yang positif. Semua karyawan ketularan lebih terobsesi dalam bekerja dan bersaing sehat guna mendapatkan hasil terbaik.

Karyawan yang lebih mudah mengucapkan ‘terima kasih’ ketika memperoleh pertolongan dari sesama karyawan memiliki pengaruh yang tinggi dalam kondisi sosial tempat kerja. Menciptakan kerukunan karyawan bisa selalu terjaga.

Usahakan kamu memakai pakaian yang pantas dan datang tepat waktu. Pelamar Pekerjaan yang telat saat sesi wawancara akan otomatis mengurangi nilai dari perusahaan tempat kamu melamar kerja.

Jadi, kalau Anda berniat bekerja di suatu perusahaan bonafid, pantaskan diri kamu lebih dulu. Jika memang sudah pantas, peluang untuk diterima pasti akan lebih gampang.

Jika kamu ingin merintis karier bisnis paruh waktu silahkan baca Artikel ini.
Merintis Bisnis Paruh Waktu untuk Masa Pensiun

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel