Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts
Tuesday, 26 March 2019
Ini Cara Kerja KWh Meter Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Dirumah Anda!

KWh meter merupakan perangkat yang digunakan untuk mencatat daya listrik yang dipakai dalam rumah tangga. Saat ini KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN adalah KWh meter berbentuk KWh analog.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, mereka berevolusi mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Lest admin ulas caranya!



KWh meter analog tersusun dari susunan bagian penting yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan bagian elektronika kecil yang dapat kamu lihat gambar di bawah ini. Yuk saya bongkar komponen element elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari saya ungkap bagian yang menggerakkan KWh meter ini. Elemen yang menjadikan hidup umumnya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melintasi kumparan ini, akan muncul sifat magnetis.

Di atas perangkat yang menggerakkan bagian, kamu dapat melihat perangkat kerja yang tersusun dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki cekungan dan lubang-lubang kecil. Element yang berputar menempati as dengan dua sandaran yang dapat diatur, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat pula komponen pengerem yang tersusun dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir terdapat element untuk menentukan yang teman lihat sebagai angka-angka pada meteran listrikmu.

Tak hanya itu element perangkat itu, ada perangkat yang dinamai terminal serta perangkat penyetel pada alat KWh Analog. Pusatnya tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri atas penyetel beban rendah, beban nol, beban seimbang.

Yang menyebabkan kerja element piringan KWh Analog adalah yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan memberikan skala patokan mengenai listrik yang sudah teman gunakan.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan menggunakan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan menggunakan pemrograman yang telah “diinjek” ke dalam chipnya.

KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berupa sinyal analog tegangan. Hanya saja melintasi alat ini, sinyal input analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital melalui kriteria tertentu.

Komponen penyusun KWh meter digital anda dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna memperlihatkan status, dilengkapi tombol dari karet yang dapat sobat gunakan kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya meteran listrik digital ataupun analog, semuanya memiliki prinsip pemasukan yang sama. Cuma meteran listrik digital akan mengubah sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital guna ditampilkan di layar.

Namun, meski secara model kerja keduanya tidak berbeda, terdapat perbedaan prinsip pemakaian yang cukup kontras. Apabila sobat memakai meteran analog, itu artinya kawan memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
berjalan. Jika meteran analog hanya dipakai untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemakaian baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki cara kerja yang simpel, yaitu kamu kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dikonversi seperti besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini memakai logo Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan saat pulsa tersebut telah nol maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Cara Kerja kWh Meter Digital

Cara Kerja kWh Meter Digital

Alat yang dipakai oleh PLN untuk mengetahui penggunaan daya listrik yang sudah dipakai pengguna adalah KWh meter. Untuk penggunaan sekarang yang menggunakan token listrik berarti KWh yang digunakan yaitu KWh meter digital.

Mengikuti berjalannya waktu, PLN mulai mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Lantas bagaimana sih cara kerja KWh meter? Lest kita bongkar sistemnya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa bagian utama yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan perangkat elektronika kecil yang bisa sobat perhatikan gambar berikut ini. Mari saya bedah bagian element elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Yuk admin bongkar bagian penggerak KWh meter ini. Komponen yang menggerakkan biasanya terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada daya yang melintasi kumparan ini, akan keluar sifat magnetis.

Di atas komponen yang menggerakkan ini, kamu bisa menemukan element putar yang terdiri dari piringan berbahan konduktor dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian putar ini berputar pada poros dengan dua sandaran yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu ada juga komponen yang memperlambat yang terdiri atas magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Bagian kunci ada perangkat penghitung yang teman ketahui sebagai nomor di KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element komponen tersebut, terdapat perangkat yang dinamai terminal serta perangkat pengatur di alat KWh Analog. Pusatnya tersusun atas terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel tersusun atas penyetel beban rendah, tanpa beban, kesetimbangan beban.

Untuk kerja perangkat piringan KWh Analog inilah yang lantas akan menggerakan roda gigi pada alat. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan menyampaikan patokan tentang listrik yang telah kawan gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan menggunakan prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja berdasarkan program yang sudah “dimasukkan” ke dalam mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berupa sinyal analog tegangan. Cuma saja melintasi perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital anda dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna pengisian token, dilengkapi button dari karet yang bisa kamu gunakan kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Walhasil baik meteran listrik digital maupun analog, keduanya memiliki prinsip input yang sama. Cuma meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut menjadi digital guna diperlihatkan pada layar.

Walaupun, mempunyai prinsip kerja keduanya mirip, terdapat hal yang berbeda cara penghitunga yang sangat mencolok. Jika kawan memakai meteran analog, itu artinya anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
berjalan. Kalau meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemakaian baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu harus membeli token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang memakai simbol Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu telah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

KWh meter merupakan perangkat yang digunakan guna mencatat daya listrik yang digunakan pelanggan PLN. Saat ini KWh meter yang biasa dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Mengikuti berjalannya waktu, PLN berevolusi mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih cara kerja KWh meter? Lest saya ulas sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian pokok yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan perangkat elektronika kecil yang dapat sobat perhatikan gambar berikut ini. Mari kita bedah bagian bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya kupas tuntas komponen yang menggerakkan KWh meter analog. Elemen penggerak sendiri tersusun atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melewati kumparan tersebut, akan keluar sifat magnetis.

Di atas komponen penggerak bagian, kamu bisa menemukan element putar yang tersusun dari piringan berbahan konduktor dengan lekukan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar pada poros dengan dua bantalan yang bisa diatur, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu terdapat juga element pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Bagian kunci terdapat perangkat penghitung yang teman lihat penanda nomor di KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element komponen tersebut, ada perangkat yang dikenal terminal dan juga alat pengatur pada alat KWh Analog. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun dari penyetel beban rendah, beban kosong, beban seimbang.

Untuk kerja perangkat piringan KWh Analog adalah yang kemudian akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan memberikan skala informasi mengenai listrik yang sudah kawan gunakan.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan program yang sudah “dimasukkan” chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog daya. Cuma saja melintasi alat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Melihat KWh meter digital anda dapat mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk pengisian token, ditambah tombol karet yang bisa dipakai setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan prinsip input yang sama. Cuma meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut menjadi digital guna ditampilkan pada monitor.

Walaupun, mempunyai cara kerja meteran mirip, terdapat hal yang berbeda cara penggunaan yang cukup mencolok. Jika anda memakai meteran analog, berarti kamu menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak diperkenankan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu kudu memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa itu masih ada. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Prinsip Kerja kWh Meter Analog

Prinsip Kerja kWh Meter Analog

Alat yang dipakai oleh PLN untuk mengukur berapa banyak daya listrik yang sudah dipakai pengguna adalah KWh meter. Untuk penggunaan yang lazim menggunakan token listrik berarti KWh yang dipakai adalah KWh meter digital.

Mengikuti berjalannya zaman, mereka berevolusi mengubah KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih sistem kerja KWh meter? Lest admin ulas caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa bagian penting yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan bagian elektronika kecil yang dapat sobat lihat gambar di bawah ini. Yuk saya ulas element element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari admin ungkap bagian penggerak KWh meter ini. Elemen penggerak sendiri terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada daya yang melintasi kumparan ini, akan keluar sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak ini, teman bisa menemukan perangkat putar yang terdiri dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki cekungan dan lubang-lubang kecil. Bagian yang berputar pada as mempunyai dua bantalan yang dapat diatur, dan terdapat roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu ada pula komponen yang memperlambat yang tersusun atas magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir terdapat element untuk menentukan yang sobat ketahui sebagai nomor di KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element perangkat tersebut, terdapat alat yang dinamai terminal dan juga perangkat penyeimbang di meteran listrik. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun atas penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Yang menyebabkan putaran komponen piringan meteran listrikmu inilah yang kemudian akan memutar roda gigi pada alat. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan menyampaikan patokan mengenai listrik yang sudah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja sesuai dengan pemrograman yang telah “disuntikkan” ke dalam chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan respon berupa sinyal analog daya. Hanya saja melalui perangkat ini, sinyal respon analog tersebut akan dibaca menjadi sinyal digital secara berkala.

Komponen penyusun KWh meter digital teman dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna menampakkan respon, serta button dari karet yang dapat kamu pakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya meteran listrik digital maupun analog, keduanya menggunakan prinsip pemasukan yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog itu sebagai bentuk digital guna dibaca pada layar.

Walaupun, mempunyai model kerja meteran tidak berbeda, terdapat hal yang berbeda cara model bayar yang cukup mencolok. Jika anda memakai meteran analog, itu artinya kamu menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dimiliki oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Kalau meteran analog cuma berguna untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemasangan jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang simpel, yaitu kawan kudu memiliki token atau pulsa listrik yang akan dikonversi seperti besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang menggunakan logo Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan ketika pulsa itu sudah habis maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter pada Instalasi Listrik

Alat yang digunakan oleh PLN untuk mengetahui berapa banyak daya listrik yang telah dipakai pelanggan yaitu KWh meter. Untuk penggunaan sekarang yang menggunakan token listrik biasanya KWh yang dipakai adalah KWh meter digital.

Berdasarkan perkembangan zaman, mereka mulai mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk admin bongkar sistemnya!



KWh meter analog terdiri dari susunan komponen utama yaitu alat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan komponen elektronika kecil yang dapat teman lihat gambar di bawah ini. Yuk saya bedah bagian bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Yuk saya bahas element yang menggerakkan KWh meter analog. Komponen penggerak biasanya terdiri dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melintasi kumparan itu, akan keluar sifat magnetis.

Di atas perangkat yang menggerakkan ini, teman bisa melihat element kerja yang terdiri dari piringan yang terbuat dari konduktor dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar pada as dengan dua bantalan yang bisa disesuaikan, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu terdapat pula komponen yang memperlambat yang tersusun atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Terakhir ada komponen penghitung yang kamu ketahui penanda angka-angka pada meteran listrikmu.

Selain dari komponen perangkat itu, ada alat yang dikenal terminal dan juga perangkat pengatur pada meteran listrik. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel terdiri atas penyetel beban rendah, beban kosong, beban seimbang.

Untuk kerja element piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan memberikan skala patokan mengenai listrik yang sudah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja menggunakan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja menggunakan program yang telah “diinjek” chipnya.

KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berbentuk sinyal analog listrik. Hanya saja menggunakan alat ini, sinyal respon analog itu akan diterjemahkan menjadi sinyal digital secara berkala.

Bahan penyusun KWh meter digital teman bisa mendapati indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD untuk menampakkan respon, serta button karet yang bisa dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, keduanya menggunakan prinsip pemasukan yang kembar. Hanya saja meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog itu menjadi digital yang kemudian dibaca pada monitor.

Namun, memiliki prinsip penghitungan keduanya sama, ada perbedaan cara penggunaan yang cukup kontras. Apabila kamu memakai meteran analog, itu artinya anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
dimiliki. Untuk meteran analog hanya berguna untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini telah tidak ditawarkan untuk pemakaian baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu sobat kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih belum nol. Dan saat pulsa itu sudah nol maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Monday, 25 March 2019
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

KWh meter merupakan alat yang dipakai guna mencatat daya listrik yang dipakai pelanggan PLN. Biasanya KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN adalah KWh meter berbentuk KWh analog.

Mengikuti berjalannya zaman, PLN berevolusi mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Yuk admin bongkar sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa komponen penting yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan beberapa komponen elektronika kecil yang dapat teman lihat gambar berikut ini. Mari admin bedah komponen element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya kupas tuntas element penggerak KWh meter analog. Elemen yang menggerakkan biasanya terdiri dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada daya yang melewati kumparan tersebut, akan muncul sifat magnetis.

Di atas komponen yang menjadikan bekerja bagian, sobat bisa menemukan komponen kerja yang tersusun atas piringan yang terbuat dari konduktor memiliki cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Komponen putar ini bergerak menempati as mempunyai dua sandaran yang bisa disesuaikan, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu terdapat pula element yang mengurangi kecepatan yang tersusun atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Bagian kunci ada perangkat penghitung yang sobat lihat sebagai nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element element tersebut, terdapat alat yang dikenal terminal dan juga alat penyetel di alat KWh Analog. Pusatnya terdiri dari terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri atas penyetel beban rendah, beban nol, keseimbangan beban.

Yang menyebabkan kerja element piringan KWh Analog adalah yang lantas akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan memberikan skala patokan mengenai listrik yang telah kamu gunakan.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan pemrograman yang telah “dimasukkan” mikroprosesornya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan input berupa sinyal analog listrik. Cuma saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Komponen penyusun KWh meter digital sobat dapat menemukan indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD untuk pengisian token, ditambah tombol dari karet yang dapat kamu pakai setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, semuanya menggunakan cara pemasukan yang mirip. Hanya saja meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog itu menjadi digital guna diperlihatkan di layar.

Walaupun, mempunyai cara kerja keduanya mirip, ada perbedaan cara penghitunga yang sangat mencolok. Apabila sobat menggunakan meteran analog, berarti kamu memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma bermanfaat untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang simpel, yaitu kamu harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan saat pulsa tersebut telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Alat yang dipakai oleh PLN untuk mengukur pemakaian daya listrik yang telah dipakai pelanggan adalah KWh meter. Untuk penggunaan yang lazim menggunakan token listrik berarti KWh yang dipakai yaitu KWh meter digital.

Tapi seiring dengan berjalannya zaman, PLN berevolusi mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk kita bongkar sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan bagian penting yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan perangkat elektronika kecil yang bisa teman lihat gambar berikut ini. Mari kita bahas element komponen elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari kita kupas tuntas bagian yang menggerakkan KWh meter analog. Elemen penggerak biasanya terdiri dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada arus yang melewati kumparan tersebut, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar yang membuat bekerja ini, teman dapat menemukan element putar yang terdiri dari piringan yang terbuat dari konduktor memiliki cekungan dan berlubang pada sisinya. Element yang berputar menempati as yang memiliki dua sandaran yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu terdapat juga perangkat pengerem yang terdiri dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Bagian kunci ada komponen untuk menghitung yang kamu ketahui penanda nomor pada meteran listrikmu.

Tak hanya itu perangkat komponen itu, terdapat perangkat yang disebut terminal serta perangkat penyeimbang pada meteran listrik. Terminal terdiri atas terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban kosong, kesetimbangan beban.

Untuk putaran komponen piringan meteran listrikmu inilah yang lantas akan menggerakan roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan memberikan patokan mengenai listrik yang sudah teman gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan dengan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan menggunakan pemrograman yang sudah “disuntikkan” mikroprosesornya.

KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog daya. Cuma saja melintasi perangkat ini, sinyal respon analog tersebut akan diterjemahkan menjadi sinyal digital melalui kriteria tertentu.

Melihat KWh meter digital teman bisa mendapati indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD untuk menampakkan respon, serta tombol dari karet yang bisa kamu gunakan setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Walhasil baik meteran listrik digital ataupun analog, keduanya menggunakan cara input yang sama. Cuma meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital yang kemudian dibaca pada layar.

Walaupun, meski secara model penghitungan meteran tidak berbeda, terdapat hal yang berbeda prinsip pemakaian yang cukup kontras. Jika kamu menggunakan meteran analog, berarti sobat memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma berfungsi untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemakaian baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang simpel, yaitu kawan kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih belum nol. Dan saat pulsa itu sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik dengan secara otomatis.
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

KWh meter adalah perangkat yang digunakan untuk mencatat daya listrik yang dipakai warga. Saat ini KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk KWh analog.

Mengikuti berjalannya waktu, PLN berevolusi mengubah KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih sistem kerja KWh meter? Lest saya ulas sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan komponen utama yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang bisa kamu lihat gambar di bawah ini. Mari admin bedah bagian element elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari kita bahas komponen penggerak KWh meter analog. Elemen yang menggerakkan umumnya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melewati kumparan tersebut, akan muncul sifat magnetis.

Di atas komponen yang membuat hidup ini, kamu bisa melihat komponen kerja yang terdiri atas piringan yang terbuat dari konduktor memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Bagian putar ini berputar menempati as dengan dua sandaran yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga komponen yang mengurangi kecepatan yang tersusun dari magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Terakhir ada komponen penghitung yang teman lihat sebagai nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element komponen tersebut, ada alat yang disebut terminal dan juga alat penyetel pada meteran listrik. Terminal tersusun atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun atas penyetel beban rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Nah putaran komponen piringan KWh Analog inilah yang lantas akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan memberikan skala informasi mengenai listrik yang sudah teman pakai.

KWh Meter Digital


Nah jika KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja menggunakan pemrograman yang telah “dimasukkan” chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog daya. Hanya saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Banyak penyusun KWh meter digital kawan dapat mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna memperlihatkan status, ditambah keypad dari karet yang bisa kamu pakai setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar ini.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, semuanya mempunyai prinsip pemasukan yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital akan membaca sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital guna dibaca pada monitor.

Namun, memiliki prinsip penghitungan meteran sama, ada perbedaan cara pemakaian yang sangat mencolok. Jika kamu memakai meteran analog, berarti kamu memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog hanya bermanfaat untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini telah tidak dikeluarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah seperti besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan saat pulsa tersebut sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

Perangkat yang digunakan oleh PLN untuk mengetahui pemakaian daya listrik yang sudah digunakan pengguna yaitu KWh meter. Untuk pemakaian yang lazim menggunakan token listrik biasanya KWh yang digunakan adalah KWh meter digital.

Mengikuti berjalannya zaman, PLN mulai mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Lest kita bedah sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan komponen penting yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan perangkat elektronika kecil yang dapat kamu lihat gambar berikut ini. Mari kita bedah bagian bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari admin ungkap bagian yang menggerakkan KWh meter analog. Bagian penggerak biasanya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melewati kumparan ini, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar yang menjadikan hidup element, sobat dapat nemu komponen putar yang tersusun atas piringan yang terbuat dari konduktor dengan lekukan dan lubang-lubang di tiap sisi. Element yang berputar pada poros yang memiliki dua sandaran yang dapat disesuaikan, dan terdapat roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga element pengerem yang terdiri dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir terdapat perangkat untuk menentukan yang teman lihat penanda nomor di meteran listrikmu.

Selain dari komponen perangkat tersebut, terdapat perangkat yang dinamai terminal dan juga alat penyetel di meteran listrik. Terminal tersusun atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel terdiri dari penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, keseimbangan beban.

Untuk putaran perangkat piringan meteran listrikmu inilah yang lantas akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan memberikan skala patokan tentang listrik yang telah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan pemrograman yang sudah “disuntikkan” ke dalam mikroprosesornya.

KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog tegangan. Hanya saja melalui alat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital sobat dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk penunjuk tabungan pulsa token yang tersisa, dilengkapi button dari karet yang bisa kamu pakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya memiliki metode penghitungan yang kembar. Cuma meteran listrik digital langsung mengubah sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian diperlihatkan pada monitor.

Walaupun, meski secara cara kerja meteran tidak berbeda, ada perbedaan prinsip penggunaan yang sangat mencolok. Apabila anda menggunakan meteran analog, itu artinya kamu memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
berjalan. Jika meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Sayangnya meteran seperti ini telah tidak dikeluarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang lebih sederhana, yaitu anda harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah seperti besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang menggunakan logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa itu masih belum nol. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.
Sunday, 24 March 2019
Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

Alat yang digunakan oleh PLN untuk mengukur penggunaan daya listrik yang sudah dipakai pengguna yaitu KWh meter. Untuk penggunaan yang lazim menggunakan token listrik berarti KWh yang dipakai yaitu KWh meter digital.

Mengikuti berjalannya waktu, PLN berevolusi mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Lest kita bongkar caranya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa komponen penting yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan perangkat elektronika kecil yang bisa sobat lihat gambar berikut ini. Mari kita bahas bagian bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk saya bahas element yang menjadikan bekerja KWh meter ini. Komponen yang membuat bekerja sendiri tersusun atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melintasi kumparan ini, akan muncul sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak bagian, kamu dapat melihat perangkat putar yang tersusun atas piringan yang terbuat dari penghantar listrik dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian putar ini bergerak menempati as yang memiliki dua sandaran yang bisa disesuaikan, dan terdapat roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga perangkat yang memperlambat yang tersusun dari magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Bagian kunci terdapat perangkat untuk menghitung yang sobat ketahui sebagai angka-angka pada KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element perangkat itu, ada perangkat yang dinamai terminal serta alat penyetel pada alat KWh Analog. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel tersusun dari penyetel untuk daya rendah, beban nol, beban seimbang.

Nah putaran komponen piringan meteran listrikmu inilah yang kemudian akan menggerakan roda gigi pada alat. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan memberikan informasi tentang listrik yang telah kawan pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan pemrograman yang telah “diinjek” ke dalam mikroprosesornya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan respon berbentuk sinyal analog listrik. Cuma saja melintasi perangkat ini, sinyal respon analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Elemen penyusun KWh meter digital kamu bisa mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna memperlihatkan status, serta keypad dari karet yang dapat dipakai setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, keduanya mempunyai prinsip penghitungan yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital akan membaca sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca di monitor.

Namun, meski secara cara penghitungan keduanya tidak berbeda, terdapat hal yang berbeda cara penggunaan yang sangat mencolok. Jika anda memakai meteran analog, itu artinya anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
berjalan. Jika meteran analog hanya berfungsi untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak diperbolehkan untuk pemakaian baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kawan harus membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan ketika pulsa tersebut sudah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Seperti ini Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

Seperti ini Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

KWh meter adalah perangkat yang dipakai guna mencatat daya listrik yang digunakan pelanggan PLN. Saat ini KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk KWh analog.

Mengikuti perkembangan zaman, PLN mulai mengubah KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas bagaimana sih cara kerja KWh meter? Lest admin bedah caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen utama yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan komponen elektronika kecil yang bisa sobat lihat gambar berikut ini. Yuk saya bongkar element komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari admin bahas element yang membuat hidup KWh meter ini. Bagian penggerak umumnya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada daya yang melewati kumparan itu, akan keluar fluks magnet.

Di atas perangkat penggerak bagian, anda dapat melihat perangkat putar yang tersusun atas piringan yang terbuat dari penghantar listrik dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar menempati poros mempunyai dua bantalan yang bisa diatur, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga komponen pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Terakhir ada komponen untuk menghitung yang kamu lihat sebagai angka-angka di KWh PLN yang terpasang.

Selain dari komponen perangkat tersebut, terdapat alat yang disebut terminal dan juga alat penyeimbang pada alat KWh Analog. Terminal terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, tanpa beban, keseimbangan beban.

Nah putaran perangkat piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan menggambarkan patokan tentang listrik yang sudah kawan gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja menggunakan pemrograman yang telah “dimasukkan” mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berupa sinyal analog tegangan. Hanya saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog tersebut akan diterjemahkan menjadi sinyal digital secara berkala.

Elemen penyusun KWh meter digital anda dapat menemukan indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD untuk menampakkan respon, ditambah keypad dari karet yang dapat kamu pakai setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya meteran listrik digital ataupun analog, semuanya mempunyai metode pemasukan yang tidak berbeda. Hanya saja meteran listrik digital akan mengubah sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian diperlihatkan di monitor.

Namun, memiliki model kerja meteran tidak berbeda, terdapat perbedaan prinsip penggunaan yang cukup kontras. Jika kamu menggunakan meteran analog, berarti kawan menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
berjalan. Untuk meteran analog cuma berfungsi untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Tetapi meteran seperti ini telah tidak ditawarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kawan harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa itu masih belum nol. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Analog pada Instalasi Listrik

KWh meter adalah perangkat yang digunakan untuk mencatat daya listrik yang digunakan dalam rumah tangga. Biasanya KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk KWh analog.

Tapi seiring dengan perkembangan zaman, mereka mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih cara kerja KWh meter? Lest saya ulas caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen pokok yakni alat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan beberapa bagian elektronika kecil yang bisa kamu lihat gambar di bawah ini. Mari kita bedah bagian bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya bahas komponen yang membuat bekerja KWh meter analog. Bagian yang menggerakkan biasanya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada arus yang melewati kumparan itu, akan muncul fluks magnet.

Di atas element yang menggerakkan ini, anda bisa melihat element kerja yang tersusun dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Komponen yang berputar menempati poros dengan dua bantalan yang dapat disesuaikan, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat pula perangkat yang memperlambat yang terdiri dari magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Terakhir ada element penghitung yang sobat lihat sebagai angka-angka di meteran listrikmu.

Tak hanya itu komponen komponen itu, ada alat yang dinamai terminal serta alat pengatur pada meteran listrik. Pusatnya tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri atas penyetel untuk daya rendah, beban kosong, keseimbangan beban.

Nah putaran perangkat piringan meteran listrikmu inilah yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi memutar angka dan akan menyampaikan patokan mengenai listrik yang sudah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan berdasarkan program yang sudah “diinjek” chipnya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog daya. Cuma saja melalui perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital sobat bisa mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna pengisian token, dilengkapi keypad dari karet yang bisa kawan pakai setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, keduanya memiliki prinsip pemasukan yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital langsung mengubah sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca di monitor.

Namun, memiliki prinsip kerja meteran tidak berbeda, ada perbedaan cara penggunaan yang cukup mencolok. Jika anda memakai meteran analog, itu artinya kawan memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
berjalan. Jika meteran analog cuma dipakai untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Sayangnya meteran seperti ini telah tidak diperbolehkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini memakai logo Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa tersebut masih belum nol. Dan saat pulsa itu telah habis maka otomatis akan memutus arus listrik dengan secara otomatis.
Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

KWh meter adalah perangkat yang dipakai guna mengukur daya listrik yang dipakai dalam rumah tangga. Biasanya KWh meter yang biasa digunakan oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Namun seiring dengan berjalannya zaman, mereka mulai mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih sistem kerja KWh meter? Lest admin ulas caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa bagian penting yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan perangkat elektronika kecil yang bisa sobat lihat gambar berikut ini. Mari admin bahas komponen element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk kita ungkap element yang membuat hidup KWh meter analog. Komponen yang membuat hidup biasanya terdiri dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada arus yang melintasi kumparan ini, akan muncul fluks magnet.

Di atas komponen yang menggerakkan bagian, kamu dapat melihat komponen kerja yang terdiri atas piringan yang terbuat dari konduktor memiliki cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar pada poros dengan dua sandaran yang bisa disesuaikan, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu ada pula element yang memperlambat yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Paling penting terdapat perangkat penghitung yang kamu ketahui sebagai nomor pada meteran listrikmu.

Selain dari element komponen itu, terdapat perangkat yang disebut terminal serta perangkat pengatur di alat KWh Analog. Terminal terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun atas penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Yang menyebabkan kerja perangkat piringan KWh Analog adalah yang lantas akan memutar roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan memberikan angka tentang listrik yang sudah teman gunakan.

KWh Meter Digital


Sedangkan KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja sesuai dengan pemrograman yang sudah “diinjek” ke dalam mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan respon berupa sinyal analog listrik. Hanya saja melalui alat ini, sinyal respon analog tersebut akan diterjemahkan menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital teman bisa mendapati indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD guna penunjuk tabungan pulsa token yang tersisa, ditambah button karet yang bisa anda gunakan setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar ini.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan cara pemasukan yang sama. Cuma meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital yang kemudian diperlihatkan pada layar.

Namun, memiliki cara kerja meteran sama, terdapat hal yang berbeda prinsip model bayar yang sangat kontras. Jika sobat memakai meteran analog, itu artinya kamu menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
berjalan. Untuk meteran analog hanya berfungsi untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemasangan jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang simpel, yaitu kamu kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih belum nol. Dan ketika pulsa tersebut telah habis maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Digital pada Instalasi Listrik

KWh meter merupakan perangkat yang dipakai guna mencatat daya listrik yang dipakai pelanggan PLN. Saat ini KWh meter yang biasa digunakan oleh PLN adalah KWh meter berbentuk KWh analog.

Mengikuti berjalannya waktu, PLN berevolusi mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk saya ulas sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa komponen utama yaitu perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang dapat kamu lihat gambar berikut ini. Yuk admin bedah bagian komponen elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Yuk admin bongkar bagian yang menjadikan bekerja KWh meter ini. Bagian penggerak sendiri tersusun dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melintasi kumparan ini, akan keluar sifat magnetis.

Jelas dari gambar yang menggerakkan komponen, teman bisa nemu perangkat kerja yang terdiri atas piringan yang terbuat dari konduktor dengan lekukan dan lubang-lubang kecil. Element yang berputar pada poros mempunyai dua bantalan yang dapat diatur, dan terdapat roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat pula komponen yang mengurangi kecepatan yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Bagian kunci ada komponen penghitung yang teman lihat penanda nomor di meteran listrikmu.

Selain dari komponen element tersebut, terdapat perangkat yang dinamai terminal serta perangkat pengatur pada meteran listrik. Pusatnya tersusun atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Yang menyebabkan putaran komponen piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Akibatnya roda gigi bergerak akan memberikan informasi mengenai listrik yang telah teman gunakan.

KWh Meter Digital


Nah jika KWh meter analog berjalan dengan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja berdasarkan pemrograman yang telah “diinjek” ke dalam chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan respon berupa sinyal analog tegangan. Hanya saja menggunakan alat ini, sinyal respon analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui kriteria tertentu.

Banyak penyusun KWh meter digital kawan dapat mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna menampakkan respon, dilengkapi keypad karet yang bisa kamu gunakan kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Walhasil meteran listrik digital maupun analog, keduanya menggunakan cara penghitungan yang mirip. Cuma meteran listrik digital akan mengubah sinyal analog itu sebagai bentuk digital untuk kemudian diperlihatkan pada monitor.

Walaupun, mempunyai cara penghitungan meteran sama, terdapat hal yang berbeda cara pemakaian yang sangat mencolok. Jika kamu menggunakan meteran analog, itu artinya kawan memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dimiliki oleh meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
dimiliki. Kalau meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Walaupun meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang simpel, yaitu kamu kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah seperti besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa tersebut sudah nol maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

KWh meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur daya listrik yang digunakan warga. Biasanya KWh meter yang biasa dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk KWh analog.

Berdasarkan perkembangan zaman, mereka berevolusi mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih cara kerja KWh meter? Yuk admin bongkar caranya!



KWh meter analog terdiri dari susunan komponen pokok yakni alat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan komponen elektronika kecil yang dapat sobat lihat gambar di bawah ini. Mari kita bedah komponen bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari saya bongkar bagian yang menggerakkan KWh meter analog. Bagian penggerak biasanya terdiri atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melewati kumparan tersebut, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar penggerak komponen, anda bisa menemukan perangkat kerja yang tersusun atas piringan berbahan konduktor dengan cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Komponen yang berputar menempati as mempunyai dua bantalan yang dapat diatur, dan terdapat roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu terdapat juga komponen yang mengurangi kecepatan yang terdiri atas magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Paling penting ada perangkat penghitung yang teman lihat penanda nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu perangkat komponen itu, ada alat yang dinamai terminal serta perangkat penyeimbang di meteran listrik. Terminal terdiri atas terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Untuk kerja element piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan menggerakan roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi bergerak akan menyampaikan angka mengenai listrik yang sudah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan menggunakan pemrograman yang telah “disuntikkan” chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berupa sinyal analog tegangan. Cuma saja melintasi perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital teman bisa menemukan segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna pengisian token, ditambah button dari karet yang dapat dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, semuanya mempunyai prinsip pemasukan yang sama. Cuma meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca di monitor.

Namun, memiliki model penghitungan keduanya sama, ada hal yang berbeda cara model bayar yang sangat kontras. Jika kawan menggunakan meteran analog, berarti sobat memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dimiliki oleh meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma berguna untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Namun meteran seperti ini sudah tidak diperkenankan untuk pemasangan jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki cara kerja yang simpel, yaitu kamu harus membeli token atau pulsa listrik yang telah dikonversi seperti besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa tersebut masih belum nol. Dan saat pulsa tersebut telah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Prinsip Kerja kWh Meter Analog

Prinsip Kerja kWh Meter Analog

KWh meter adalah perangkat yang dipakai guna mengukur daya listrik yang digunakan pelanggan PLN. Biasanya KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN adalah KWh meter berupa analog.

Berdasarkan berjalannya waktu, PLN mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih sistem kerja KWh meter? Lest kita bedah sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan komponen utama yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa bagian elektronika kecil yang bisa teman lihat gambar di bawah ini. Mari admin bahas komponen komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya bahas element penggerak KWh meter ini. Bagian penggerak sendiri tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melintasi kumparan ini, akan muncul sifat magnetis.

Di atas komponen yang menggerakkan komponen, teman bisa menemukan komponen kerja yang tersusun dari piringan berbahan konduktor dengan cekungan dan lubang-lubang kecil. Element putar ini bergerak pada poros dengan dua sandaran yang bisa diatur, dan terdapat roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu ada pula element pengerem yang terdiri dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Paling pokok ada element penghitung yang teman ketahui sebagai angka-angka di meteran listrikmu.

Tak hanya itu komponen perangkat itu, terdapat alat yang dinamai terminal dan juga alat penyetel pada alat KWh Analog. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri dari penyetel untuk daya rendah, beban kosong, beban seimbang.

Yang menyebabkan putaran komponen piringan meteran listrikmu adalah yang lantas akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Akibatnya roda gigi bergerak akan memberikan skala informasi tentang listrik yang sudah teman pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan program yang sudah “diinjek” chipnya.

KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berbentuk sinyal analog tegangan. Cuma saja menggunakan perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Komponen penyusun KWh meter digital kamu dapat mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna pengisian token, dilengkapi keypad dari karet yang bisa dipakai kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya meteran listrik digital maupun analog, keduanya menggunakan prinsip penghitungan yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog itu menjadi digital guna diperlihatkan pada layar.

Namun, mempunyai model penghitungan meteran tidak berbeda, ada hal yang berbeda prinsip penggunaan yang cukup mencolok. Jika anda memakai meteran analog, itu artinya kamu menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dimiliki oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Kalau meteran analog hanya dipakai untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak diperbolehkan untuk pemasangan baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki cara kerja yang lebih sederhana, yaitu sobat kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa tersebut masih belum nol. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

Perangkat yang digunakan oleh PLN untuk mengetahui pemakaian daya listrik yang telah digunakan pelanggan adalah KWh meter. Untuk pemakaian yang lazim menggunakan token listrik berarti KWh yang dipasang yaitu KWh meter digital.

Mengikuti perkembangan zaman, PLN mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Lantas bagaimana sih cara kerja KWh meter? Yuk saya bedah sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian utama yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang dapat sobat lihat gambar berikut ini. Yuk admin bongkar komponen element elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari admin kupas tuntas komponen penggerak KWh meter ini. Elemen yang menjadikan hidup umumnya tersusun atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada arus yang melintasi kumparan ini, akan keluar sifat magnetis.

Di atas komponen yang menggerakkan element, teman dapat menemukan element kerja yang terdiri atas piringan berbahan konduktor memiliki cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Komponen yang berputar pada as yang memiliki dua bantalan yang bisa diatur, dan terdapat roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada pula komponen yang memperlambat yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Terakhir ada komponen penghitung yang kamu lihat penanda nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element komponen itu, ada perangkat yang dinamai terminal serta perangkat penyetel pada alat KWh Analog. Terminal terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel terdiri atas penyetel beban rendah, beban nol, kesetimbangan beban.

Nah kerja perangkat piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan memberikan patokan mengenai listrik yang sudah teman pakai.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja menggunakan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan berdasarkan program yang sudah “disuntikkan” ke dalam mikroprosesornya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog tegangan. Hanya saja melalui alat ini, sinyal input analog tersebut akan diterjemahkan menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital anda dapat menemukan indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD untuk menampakkan respon, serta tombol dari karet yang bisa dipakai kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, semuanya menggunakan prinsip penghitungan yang mirip. Cuma meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital yang kemudian diperlihatkan pada monitor.

Namun, mempunyai model kerja keduanya mirip, terdapat perbedaan cara pemakaian yang cukup kontras. Jika kamu menggunakan meteran analog, berarti anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dimiliki oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
berjalan. Kalau meteran analog hanya bermanfaat untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Walaupun meteran seperti ini telah tidak diperkenankan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

KWh meter adalah perangkat yang dipakai untuk mencatat daya listrik yang digunakan pelanggan PLN. Biasanya KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN adalah KWh meter berupa analog.

Berdasarkan berjalannya waktu, mereka berevolusi mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Lest admin ulas caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen utama yaitu alat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan beberapa bagian elektronika kecil yang dapat kamu lihat gambar berikut ini. Yuk kita bongkar komponen komponen elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari admin kupas tuntas bagian penggerak KWh meter ini. Bagian penggerak sendiri terdiri atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah kalau terdapat arus yang melintasi kumparan tersebut, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar penggerak ini, anda dapat nemu element kerja yang tersusun atas piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki lekukan dan lubang-lubang kecil. Komponen putar ini bergerak pada poros dengan dua bantalan yang bisa disesuaikan, dan mempunyai roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu ada juga komponen yang memperlambat yang tersusun dari magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Terakhir terdapat element penghitung yang teman ketahui penanda angka-angka di KWh PLN yang terpasang.

Selain dari komponen element tersebut, terdapat alat yang dikenal terminal dan juga alat penyeimbang di alat KWh Analog. Pusatnya tersusun atas terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel terdiri dari penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, keseimbangan beban.

Yang menyebabkan putaran perangkat piringan meteran listrikmu inilah yang lantas akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan menggambarkan angka mengenai listrik yang sudah kamu gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan menggunakan program yang telah “disuntikkan” mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog tegangan. Hanya saja melintasi alat ini, sinyal input analog tersebut akan dibaca menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Pada KWh meter digital teman bisa menemukan segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna penunjuk tabungan pulsa token yang belum dipakai, serta button dari karet yang bisa dipakai setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya baik meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan prinsip pemasukan yang kembar. Cuma meteran listrik digital akan membaca sinyal analog itu sebagai bentuk digital yang kemudian dibaca di monitor.

Namun, memiliki model penghitungan meteran tidak berbeda, terdapat perbedaan prinsip model bayar yang sangat kontras. Jika anda menggunakan meteran analog, berarti anda memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
berjalan. Jika meteran analog cuma berfungsi untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Walaupun meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu kamu harus membeli token atau pulsa listrik yang akan dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Analog pada Instalasi Listrik

KWh meter adalah perangkat yang digunakan untuk mencatat daya listrik yang digunakan pelanggan PLN. Saat ini KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Berdasarkan berjalannya zaman, PLN mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk saya bedah caranya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian penting yakni perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan beberapa perangkat elektronika kecil yang dapat kamu lihat gambar di bawah ini. Yuk saya ulas komponen komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk admin bahas komponen yang menjadikan hidup KWh meter analog. Elemen penggerak umumnya tersusun atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melintasi kumparan tersebut, akan muncul sifat magnetis.

Di atas perangkat penggerak ini, anda dapat menemukan element kerja yang tersusun atas piringan berbahan konduktor memiliki cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Bagian putar ini berputar menempati as yang memiliki dua bantalan yang dapat disesuaikan, dan terdapat roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu ada pula komponen yang memperlambat yang tersusun dari magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Terakhir ada komponen penghitung yang teman ketahui sebagai angka-angka di KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element perangkat itu, ada alat yang disebut terminal dan juga perangkat penyetel di meteran listrik. Pusatnya tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel tersusun atas penyetel beban rendah, beban kosong, keseimbangan beban.

Untuk kerja element piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan menggambarkan patokan tentang listrik yang telah kawan gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja sesuai dengan program yang telah “disuntikkan” ke dalam chipnya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan respon berbentuk sinyal analog tegangan. Cuma saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Bahan penyusun KWh meter digital sobat dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk pengisian token, dilengkapi keypad karet yang dapat kamu gunakan kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya memiliki metode input yang sama. Cuma meteran listrik digital akan membaca sinyal analog tersebut menjadi digital guna ditampilkan pada monitor.

Namun, memiliki cara penghitungan meteran sama, ada perbedaan cara model bayar yang sangat mencolok. Jika kamu menggunakan meteran analog, itu artinya anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
berjalan. Jika meteran analog cuma dipakai untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Tetapi meteran seperti ini telah tidak ditawarkan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu kawan harus membeli token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan saat pulsa itu sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Cara Kerja kWh Meter Analog

Cara Kerja kWh Meter Analog

KWh meter adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur daya listrik yang digunakan warga. Saat ini KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN adalah KWh meter berbentuk KWh analog.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, PLN mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih sistem kerja KWh meter? Lest kita bedah caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen pokok yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang dapat teman perhatikan gambar di bawah ini. Yuk admin bongkar komponen komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk kita bahas element yang menggerakkan KWh meter ini. Komponen penggerak biasanya tersusun dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada arus yang melintasi kumparan itu, akan keluar sifat magnetis.

Di atas komponen yang menjadikan hidup element, kamu bisa menemukan komponen putar yang tersusun atas piringan berbahan penghantar listrik dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian putar ini berputar menempati poros yang memiliki dua sandaran yang bisa disesuaikan, dan mempunyai roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada pula komponen yang mengurangi kecepatan yang tersusun dari magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Bagian kunci ada komponen untuk menghitung yang teman ketahui penanda angka-angka di meteran listrikmu.

Selain dari element komponen itu, ada alat yang dinamai terminal serta alat penyetel pada alat KWh Analog. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban nol, beban seimbang.

Yang menyebabkan putaran element piringan KWh Analog adalah yang kemudian akan menggerakan roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan menggambarkan patokan mengenai listrik yang telah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan dengan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja sesuai dengan program yang sudah “dimasukkan” chipnya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan mendapatkan input berbentuk sinyal analog tegangan. Cuma saja melalui alat ini, sinyal respon analog itu akan dirubah menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Melihat KWh meter digital anda dapat mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna pengisian token, dilengkapi button dari karet yang bisa dipakai kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya baik meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan prinsip pemasukan yang mirip. Cuma meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital guna dibaca pada monitor.

Namun, mempunyai model penghitungan keduanya tidak berbeda, terdapat hal yang berbeda prinsip model bayar yang sangat kontras. Apabila anda memakai meteran analog, berarti kamu memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
berjalan. Untuk meteran analog cuma berfungsi untuk penghitungan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki trik kerja yang lebih sederhana, yaitu kawan harus membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah seperti besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa itu masih belum nol. Dan saat pulsa tersebut sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.