Showing posts with label Cyber Life. Show all posts
Showing posts with label Cyber Life. Show all posts
Friday, 5 January 2018
Google Hapus Video Bocah Mesum Di Youtube

Google Hapus Video Bocah Mesum Di Youtube

Foto: Muhammad Ridho/detikcomFoto: Muhammad Ridho/detikcom

Jakarta - Google Indonesia hasilnya memberi balasan terkait serpihan video porno dua bocah lelaki dengan satu wanita sampaumur di internet yang nongol di YouTube.

Selaku pemilik layanan video itu yang juga dijadikan daerah peredaran sejumlah serpihan video tak senonoh tersebut, Google menyebutkan akan melaksanakan tindakan tegas terhadap video-video semacam itu.

"YouTube mempunyai kebijakan yang terperinci wacana konten yang tidak sesuai dengan anutan komunitas kami dan dikala ada video yang ditandai pengguna, kami mengambil tindakan untuk menghapus video tersebut," sebut perwakilan Google Indonesia kepada detikINET, Jumat (5/1/2018).

"Kami juga melaksanakan tindakan serius untuk pengguna yang menyalahgunakan sistem kami dan melaksanakan tindakan terhadap pelaku, termasuk penghentian akun YouTube mereka," sambung Google.

Melalui halaman Pedoman Komunitas YouTube, Google juga menjelaskan konten apa saja yang tidak diperbolehkan di YouTube, antara lain:

- Konten seksual atau ketelanjangan
- Konten yang merugikan atau berbahaya
- Konten yang mengandung kebencian
- Konten kekerasan atau vulgar
- Pelecehan atau cyberbullying
- Spam, metadata yang menyesatkan dan scam
- Ancaman
- Hak cipta
- Privasi
- Peniruan identitas
- Membahayakan anak

"Kami juga mempunyai 'flag' (ikon bendera) yang terletak di setiap bawah video YouTube, dan tim kami meninjau konten yang pengguna tandai selama 24 jam sehari," terperinci Google.

Seperti diketahui, video tak senonoh dua bocah lelaki dengan satu wanita sampaumur tersebar di medsos semenjak beberapa hari terakhir.

Terdapat dua video yang memperlihatkan adegan ranjang bocah dengan wanita sampaumur di sebuah kamar diduga hotel.

Di video pertama, adegan tak pantas dilakukan antara seorang bocah dan seorang wanita dewasa. Sedangkan video kedua menampilkan adegan porno antara dua bocah dan seorang wanita dewasa.

Dari hasil penelusuran, diketahui lokasi pembuatan video mesum tersebut terjadi di Kota Bandung.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, sejauh ini tim campuran dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jabar tengah bergerak memburu 'sutradara' video porno tersebut.
Monday, 1 January 2018
Bumbu Jagung Bakar, Resolusi Dan Doa Tahun Gres Dicari Netizen

Bumbu Jagung Bakar, Resolusi Dan Doa Tahun Gres Dicari Netizen

Foto: Ristu Hanafi/detikcomFoto: Ristu Hanafi/detikcom

Jakarta - Saat tahun berganti, orang merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga atau teman, di antaranya sambil bakar jagung. Tak heran, pencarian 'Bumbu Jagung Bakar' meramaikan Google Trends Indonesia di pergantian tahun 2017-2018.

Kemunculan 'Bumbu Jagung Bakar' cukup unik. Karena meski tradisi bakar jagung hampir selalu ada di malam tahun baru, namun gres kali ini trending pencarian Google memuatnya.

Pantauan detikINET, Senin (1/1/2018), tercatat ada beberapa trending berkaitan dengan pergantian tahun yang wara-wiri di Google Trends Indonesia. Beberapa keyword pencarian masih ibarat dengan tahun-tahun sebelumnya, antara lain 'Kata-kata Tahun Baru 2018', 'Happy New Year 2018', 'Gambar Tahun Baru' dan 'Malam Tahun Baru 2018'.

Bumbu Jagung Bakar, Resolusi dan Doa Tahun Baru Dicari NetizenFoto: Rachmatunnisa/detikINET

Keyword pencarian ini mulai ramai dan menghiasi Google Trends Indonesia semenjak pergantian tahun dimulai. Biasanya, netizen banyak yang mencari ide kalimat-kalimat yang pas untuk diucapkan di momen Tahun Baru, baik untuk keluarga, sahabat atau pacar sebagai caption penghias di jejaring sosial ibarat Instagram, Facebook dan Twitter.

Keyword pencarian lainnya yang masih berafiliasi yakni 'Resolusi', 'Resolusi Adalah', 'Doa Akhir Tahun', 'Kembang Api' dan 'Acara Tahun Baru 2018 di Jakarta'.

Google sendiri memajang Google Doodle bertema Tahun Baru di halaman pencariannya. Kali ini, logo Google menampilkan doodle yang bila digeser, terdiri dari beberapa gambar yang memuat dongeng Tahun Baru kartun penguin. Adapun cover doodle dongeng ini yaitu dua penguin sedang memamdang Matahari yang menjadi salah satu pengganti abjad 'O' untuk Google.


Bumbu Jagung Bakar, Resolusi dan Doa Tahun Baru Dicari NetizenFoto: Rachmatunnisa/detikINET
Saturday, 30 December 2017
Belum Diaktifkan, Mesin Sensor Porno Deteksi 120 Ribu Situs Mesum

Belum Diaktifkan, Mesin Sensor Porno Deteksi 120 Ribu Situs Mesum

Foto: dok. KominfoFoto: dok. Kominfo

Jakarta - Mesin sensor internet Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperlihatkan tajinya. Meski pegoperasiannya dimulai awal 2018, mesin tersebut diklaim telah mendeteksi 120 ribu situs porno yang ada di wilayah Indonesia.

Pihak Kominfo menyebut mesin sensor internet ini dengan nama AIS. Penyebutannya sendiri merujuk pada cara kerja mesin sensor internet tersebut crawling atau mengais.

Sebelum diserahterimakan dari PT INTI, mesin ini telah diujicobakan dan berfungsi dengan baik. Pihak Kominfo pun berani memastikan mesin ini siap untuk diaktifkan awal tahun nanti.

"Sejak kemarin mesin crawling atau mesin pengais konten negatif atau dinamakan AIS ini telah berfungsi. Dengan Mesin AIS ini, maka kita mendapat kecepatan dan volume yang besar dalam mengecek mana-mana konten negatif. Kemampuannya memperlihatkan dokumentasi yang baik," kata Menkominfo Rudiantara.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan hasil pengujian mesin sensor. Disebutkan bahwa AIS telah bekerja efektif dalam mencari konten negatif, kemudian mengindentifikasi masuk kategori mana konten negatif tersebut.

Dikatakan pula, suatu konten negatif sanggup dilihat pribadi seberapa besar efek atau dampaknya dalam dunia siber di masa mendatang.

"Dalam tiga hari ini, mesin ini bisa mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, itu hasil dari 1,2 juta alamat internet yang di-crawling. Bayangkan sementara yang berjalan dalam beberapa tahun ini, kami gres menapis 700 ribu lebih situs porno," ungkap Semuel.

Lebih lanjut, Semuel menegaskan kembali, AIS tidak hanya dimanfaatkan oleh Kominfo saja, melainkan sanggup dipakai oleh forum pengatur sektor dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.

"Awal tahun 2018 mesin AIS akan diaktifkan untuk melaksanakan pencarian konten-konten negatif. Sekali Mengais, mesin ini sanggup memperlihatkan hasil berupa URL atau tautan yang bisa jutaan dan pribadi mengklasifikasi," kata dirjen yang dekat dipanggil Semmy.

Belum Diaktifkan, Mesin Sensor Porno Deteksi 120 Ribu Situs MesumFoto: dok. Kominfo


Kominfo menyampaikan mesin sensor internet ini untuk pengembangan Trust+ yang ada di bawah unit Direktorat Keamanan Kementerian Kominfo. Nanti mesin sensor tersebut dimanfaatkan untuk penapisan konten negatif di internet.

Untuk diketahui mesin AIS merupakan hasil tender proyek pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Oktober lalu. Tender ini kemudian dimenangkan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) yang menyisihkan 71 akseptor lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memperlihatkan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor simpulan 94.

Saat ini mesin AIS telah diserahterimakan dari PT INTI kepada Kominfo. Proses serah terima sendiri berlangsung di Gedung Kominfo, Jumat malam (29/12/20). Pusat pengoperasian mesin ini dipusatkan di sebuah ruangan berjulukan Cyber Drone 9 di lantai 8 Gedung Kominfo.

Saksikan video 20detik untuk mengetahui kinerja mesin AIS di sini:

[Gambas:Video 20detik]



Thursday, 14 December 2017
Topik Paling Dicari Pengguna Google Seluruh Dunia

Topik Paling Dicari Pengguna Google Seluruh Dunia

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Tak hanya Indonesia saja, Google juga merilis penelusuran terkenal bertajuk Year in Search untuk ranah global. Berbagai insiden sepanjang tahun terekam di dalamnya.

Untuk kategori penelusuran terpopuler secara global, angin puting-beliung Irma yang menerjang Amerika Serikat pada September kemudian telah menyita perhatian dunia, di mana topik terkait musibah itu berada di posisi teratas.

Kemudian di urutan berikutnya, masih di bulan yang sama, dua produk Apple yang gres diluncurkan, ialah iPhone 8 dan iPhone X berhasil menciptakan ingin tau publik. Terbukti, kata pencarian iPhone 8 dan iPhone X ada di posisi ke-2 dan ke-3.

Tak hanya masuk dalam penelusuran terpopuler, iPhone 8 dan iPhone X juga berada di jajaran teratas untuk kategori Consumer Tech.

Untuk tren penulusuran sepanjang tahun ini secara global, Google membaginya ke dalam 15 kategori, di antaranya sebagai berikut:

Searches:
1. Hurricane Irma
2. iPhone 8
3. iPhone X
4. Matt Lauer
5. Meghan Markle
6. 13 Reasons Why
7. Tom Petty
8. Fidget Spinner
9. Chester Bennington
10. India National Cricket Team

People:
1. Matt Lauer
2. Meghan Markle
3. Nadia Toffa
4. Harvey Weinstein
5. Kevin Spacey
6. Gal Gadot
7. Melania Trump
8. Floyd Mayweather
9. Michael Flynn
10. Philippe Coutinho

Global News:
1. Hurricane Irma
2. Bitcoin
3. Las Vegas Shooting
4. North Korea
5. Solar Eclipse
6. Hurricane Harvey
7. Manchester
8. Hurricane Jose
9. Hurricane Maria
10. April the Giraffe

Actors:
1. Meghan Markle
2. Kevin Spacey
3. Gal Gadot
4. Louis C.K.
5. Bill skarsgård
6. Millie Bobby Brown
7. Tom Holland
8. Kaley Cuoco
9. Saoirse Ronan
10. Jason Momoa

Elections:
1. French election
2. German federal election
3. UK election
4. Uttar Pradesh election
5. Georgia special election
6. Montana special election
7. British Columbia election
8. BMC election
9. Sicilian regional election
10. Dutch election

Global Sporting Events:
1. Wimbeldon
2. Super Bowl
3. Mayweather vs McGregor Fight
4. Tour de France
5. World Series
6. Australian Open
7. US Open
8. FIFA Confederations Cup
9. NBA Playoffs
10. UEFA Champions League

How To...:
1. How to make smile
2. How to make solar eclipse glasses
3. Hot to buy Bitcoin
4. How to watch Mayweather vs McGregor
5. How to make a fidget spinner
6. How to watch the solar eclipse
7. How to freeze your credit
8. How to play powerball
9. How to screend record
10. How to lose belly fat fast

Losses:
1. Tom Petty
2. Chester Bennington
3. Chris Cornell
4. Bill Paxton
5. Hugh Hefner
6. Aaron Hernandez
7. Lil Peep
8. 小林 麻央 (Mao Kobayashi)
9. Charlie Murphy
10. David Cassidy

Memes:
1. Cash Me Outside Meme
2. United Airlines Mem
3. Elf on the Shelf Meme
4. What in Tarnation Meme
5. Spongebob Mocking Meme
6. Roper Meme
7. IT Meme
8. Joe Biden Meme
9. Game of Thrones Meme
10. Hot Dog Meme

Movies:
1. IT
2. Wonder Woman
3. Beaty and the Beast
4. Logan
5. Justice League
6. The Fate of the Furious
7. Baahubali 2: The Conclusion
8. Dunkirk
9. La La Land
10. Thor: Ragnarok

Musicians and Bands:
1. Ariane Grande
2. Linkin Park
3. Lady Gaga
4. Mariah Carey
5. Ed Sheeran
6. Travis Scott
7. Kendrick Lamar
8. Lil Pump
9. Katy Parry
10. Cardi B

Recipe:
1. Chicken breast recipe
2. Ground beef recipe
3. Poğaça tarifleri (Turkish bread recipe)
4. French toast recipe
5. Kek tarifi (cake recipe)
6. Pork chop recipe
7. Spaghetti squash recipe
8. Coleslaw recipe
9. Pesto recipe
10. Dumling recipe

Songs/Lyrics:
1. Despacito
2. Shape of You
3. Perfect
4. Havana
5. Look What You Made Me Do
6. HUMBLE
7. Versace on the Floor
8. Closer
9. Bad and Boujee
10. Rockstar

TV Shows:
1. Stranger Things
2. 13 Reason Why
3. Big Brother Brasil
4. Game of Thrones
5. Iron Fist
6. Big Boss
7. Riverdale
8. American Gods
9. The Kapil Sharma Show
10. Mindhunter


[Gambas:Youtube]

Wednesday, 13 December 2017
Tak Ikut Harbolnas, Tokopedia Tak Mau Ada Diskon Palsu

Tak Ikut Harbolnas, Tokopedia Tak Mau Ada Diskon Palsu

Tokopedia. Foto: detikINET/Irna PrihandiniTokopedia. Foto: detikINET/Irna Prihandini

Jakarta - Sama menyerupai 2016 lalu, Tokopedia juga tak mau ikut gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017. Apa alasannya?

Harbolnas biasanya dijadikan kesempatan untuk meningkatkan volume penjualan bagi para ecommerce, yakni dengan memperlihatkan diskon besar-besaran. Namun berdasarkan Tokopedia, belanja online yang baik itu bukan ditentukan dari harga yang lebih murah.

Dijelaskan oleh Leontinus Alpha Edison, COO Tokopedia, seharusnya pengalaman yang baik dalam berbelanja online itu menekankan pada sisi keamanan dan kenyamanan. Hal inilah yang coba diedukasi Tokopedia ke para penggunanya.

"Kami ingin fokus ke pengembangan layanan yang lebih baik, menyerupai keamanan, kenyamanan dan akomodasi akses. Bukan cuma harga yang lebih murah," ujar Leontinus di, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Lebih lanjut, Leontinus juga menyebut pihaknya tak ingin ada perkara diskon palsu menyerupai yang lazim terjadi saat Harbolnas, yakni saat penjual lebih dulu meningkatkan harga produknya sebelum memperlihatkan diskon.

"Kami nggak mau ada perkara menyerupai yang penjual naikin harga dulu, gres didiskon," tambahnya.

Hal menyerupai ini tentu dapat merusak dogma pembeli terhadap ecommerce. Padahal bisnis online itu, berdasarkan Leontinus, didasarkan pada kepercayaan.

Sumber detik.com
Konsumen Toko Offline Pindah Online Alasannya Tergiur Diskon

Konsumen Toko Offline Pindah Online Alasannya Tergiur Diskon

Ilusrasi. Foto: Rachman HaryantoIlusrasi. Foto: Rachman Haryanto

Jakarta - Fenomena tutupnya sejumlah toko retail dalam akhir-akhir ini dianggap sebab masyarakat mulai beralih belanja online. Hal itu seiring meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para pelaku e-commerce.

Terbukti dari survei yang dilakukan oleh ShopBack mengungkapkan bahwa konsumen yang doyan belanja mulai beralih ke situs-situs e-commerce Tanah Air.

Ketertarikan berbelanja ini dengan adanya 37,9% responden yang sudah mulai berbelanja online lebih dari tiga tahun lalu. Sedangkan persentase konsumen yang berbelanja kurang dari satu tahun itu hanya 13%.

Country General Manager ShopBack Indonesia Indra Yonathan menyampaikan alasan pindahnya gaya belanja dari offline ke online ini sebab penawaran diskon dan promo yang diberikan e-commerce. Baik laki-laki maupun perempuan yang pertama kali belanja online tergiur adanya promo-promo menarik.

"Sebanyak 49,9 responden perempuan mengungkapkan harga dan diskon menjadi hal penentu utama (belanja online). Sedangkan, 45,2% responden laki-laki mengungkapkan hal yang sama," ujar Indra di Jakarta, kemarin.

Ketika tetapkan belanja online pertama kali, fashion yaitu kategori yang diincar perempuan. Sementara untuk pria, gadget dan aksesoris merupakan pembelanjaan pertamanya. Sebanyak 56,7% responden mengaku mengeluarkan kurang dari Rp 250 ribu ketika pertama kali berbelanja online.

Mengenai metode pembayaran, transfer bank jadi favorit konsumen hingga ketika ini. Begitu juga mereka yang pertama kali belanja online, di mana lebih dari separuhnya memakai metode tersebut. Di samping itu, pembayaran via internet banking juga mulai banyak digemari.

Menariknya, survei ini memperlihatkan 42,2% perempuan da 40,7% responden mengaku pernah melihat barang di toko offline tetapi tetapkan membelinya secara online.

"Belanja online terbukti mensugesti 37,8% konsumen wanita. Mereka meninggalkan kebiasaan berbelanja offline sebab banyak promo dan diskon yang ditawarkan oleh e-commerce," sebut Indra.

Meski demikian keluhan konsumen kepada belanja online juga muncul ke permukaan, menyerupai 59% komplain pengiriman yang lama, 13% produk rusak, 9% salah pengiriman produk, 5% konfirmasi pembayaran yang lama, 4% produk yang tidak dapat dilacak, 3% produk tidak terkirim, dan 7% lainnya.

Survei ShopBack ini ditunjukkan dalam ajang Harbolnas 2017 yang dilakukan kepada 1.254 responden, sebanyak 52,1% perempuan dan 47,9% pria. Responden ini merupakan mereka yang gemar berbelanja online dan tersebar di kota Medan, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, serta Makassar.

Sumber detik.com
Tuesday, 12 December 2017
Survei: Masyarakat Masih Tergiur Godaan Diskon Harbolnas

Survei: Masyarakat Masih Tergiur Godaan Diskon Harbolnas

Foto: ThinkstockFoto: Thinkstock

Jakarta - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kali ini memasuki tahun kelima. Sebanyak 250 pelaku e-commerce terlibat dalam ajang tahunan ini. Diskon menjadi daya tariknya.

Setidaknya demikian hasil survei yang dilakukan ShopBack kepada 1.260 konsumen Indonesia yang dikategorikan sering belanja online.

Survei yang ditujukkan untuk Harbolnas ini memperlihatkan konsumen tertarik dengan bermacam-macam promo yang diberikan pelaku e-Commerce.

"Responden ini bukan mereka yang gres pertama kali belanja online tapi mereka yang sering melaksanakan belanja online. Harbolnas ini memperlihatkan mereka tertarik belanja alasannya adanya promo," ujar Country General Manager ShopBack Indonesia Indra Yonathan di Jakarta, Selasa, (12/12/2017).

Survei: Masyarakat Tergiur Godaan Diskon Harbolnas (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)


Sebanyak 37% responden ingin berbelanja di Harbolnas alasannya voucher potongan, di mana itu merupakan yang paling tinggi. Di daerah kedua, daya tarik harga Istimewa mempunyai persentase 36%. Kemudian disusul 25% promo menarik, 1% undian menarik, dan 1% lainnya.

Berdasarkan survei ini juga, Indra menyebutkan jikalau bermacam-macam promo yang diadakan Harbolnas kuat pada tingkat kepercayaan.

Sebanyak 93,1% responden mengungkapkan dogma terhadap diskon, harga spesial, dan promo-promo menarik dari pelaku e-commerce.

Kategori produk gadget dan aksesoris (56,6%) menjadi primadona di Harbolnas 2017 menyerupai tahun-tahun sebelumnya. Di posisi berikutnya ada kategori fashion (53,4%), rumah tangga (50,1%), kecantikan (29,3%), dan tiket (16,2%).

"Menariknya, pada Harbolnas ini juga memperlihatkan tren baru, yaitu beli pulsa 31,9% dan membayar aneka macam tagihan 16,4%," kata Indra.

Pesta diskon yang ditawarkan di ajang Harbolnas telah memperlihatkan kepuasan kepada konsumen. Ada 63,9% mengaku puas dengan Harbolnas pada tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, konsumen juga mengharapkan promo dan diskon menarik (92%) dari e-Commerce pada Harbolnas 2017.

Survei ShopBack ini dilakukan menjelang Harbolnas 2017 kepada 1.260 responden, di mana 48% yaitu laki-laki dan 52% perempuan yang masuk dalam kategori gemar berbelanja online. Para responden ini tersebar di Medan, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Sumber detik.com
Selain Smartphone, Minyak Goreng Paling Laku Di Harbolnas 2017

Selain Smartphone, Minyak Goreng Paling Laku Di Harbolnas 2017

Foto: iStockFoto: iStock

Jakarta - Trafik para pemain e-Commerce terpantau melonjak 10 kali lipat pada momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Selasa, (12/12/2017).

Fakta tersebut menurut data yang dihimpun oleh Shopback, sebagai platform penyedia cashback e-commerce, dari pukul 00:00 WIB sampai 09:00 WIB pada hari ini.

"Trafik pengunjung e-commerce terpantau melonjak rata-rata 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Orang-orang sudah mantau semenjak malam," ujar Country Manager dan Co-Founder ShopBack Indonesia, Indra Yonathan di Agro Plaza, Jakarta, Selasa 12 Desember 2017.

Dalam kesempatan ini juga, Indra memaparkan kategori yang paling banyak dikunjungi ketika momen Harbolnas 2017, yakni Gadget, Mom and Baby, dan Health and Beauty.

Harbolnas 2017, Netizen Incar Minyak Goreng(Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)


Adapun untuk barang yang paling diincar sepanjang hari Harbolnas yakni smartphone.

"Menariknya sesudah smartphone, minyak goreng itu paling diincar terbesar kedua untuk barang. Alasannya sebab banyak diskon besar-besaran yang ditawarkan," sebutnya.

Perhelatan Harbolnas pada 12 Desember di tahun ini menjadi tahun dengan jumlah partisipasi e-commerce terbanyak dalam lima tahun sejarah Harbolnas, sebanyak 250 pelaku industri akan turut berpartisipasi.

Sumber detik.com
Lazada Pemeriksaan Perkara Diskon Palsu Di Harbolnas 2017

Lazada Pemeriksaan Perkara Diskon Palsu Di Harbolnas 2017

Foto: Irna Prihandini/detikInetFoto: Irna Prihandini/detikInet

Jakarta - Lazada Indonesia eksklusif melaksanakan pemeriksaan internal begitu mendengar banyak keluhan dari para netizen soal tudingan diskon palsu di Harbolnas 2017.

Salah satunya keluhan soal penjualan Galaxy Note 8 dan beberapa gadget lainnya. Para netizen pun ikut ramai membahasnya di media umum Twitter.


Menanggapi perkara ini, Lazada Indonesia pun mengatakan, pihaknya sedang melaksanakan pemeriksaan lebih mendalam.

"Link-nya sudah nggak dapat dari tweet yang bersangkutan," ujar Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri, dikala dikonfirmasi detikINET, Selasa (12/12/2017).



Hingga dikala ini, Lazada mengaku masih mencari detail produk dan seller itu untuk dilihat kronologisnya.

"Tapi intinya, itu linknya sudah tidak aktif. Which means, memang sudah ada tindak cepat dari tim SWAT Lazada," tegas Achmad.

Keluhan soal diskon palsu semacam ini tidak mengecewakan banyak beredar di media sosial. Lazada pun masih berupaya melaksanakan investigasi.

Sumber detik.com
Harbolnas 2017, Kok Masih Katrol Harga Sebelum Diskon?

Harbolnas 2017, Kok Masih Katrol Harga Sebelum Diskon?

Foto: Rachman HaryantoFoto: Rachman Haryanto

Jakarta - Janji anggun penawaran diskon besar-besaran pada momen Harbolnas 2017 ternyata ditanggapi miring oleh sebagian netizen.

Diskon yang ditawarkan memang tidak mengecewakan besar. Namun banyak yang mengeluhkan diskon itu palsu dan diwarnai agresi tipu-tipu.

Beberapa pemberi diskon diklaim sengaja menaikkan harga barangnya terlebih dahulu sebelum melampirkan potongan harga.

Sehingga pada akhirnya, harga diskonan yang ditawarkan pun sama saja dengan harga aslinya, bahkan terkadang dapat lebih mahal.

Berikut, sejumlah komplain dari para netizen yang berbarengan dengan memuncaknya tagar #Harbolnas sebagai trending topic di Twitter, Selasa (12/12/2017).




Sumber detik.com