Showing posts with label Law & Policy. Show all posts
Showing posts with label Law & Policy. Show all posts
Sunday, 18 March 2018
Eropa Minta Whatsapp Tak Umbar Data Ke Facebook

Eropa Minta Whatsapp Tak Umbar Data Ke Facebook

Ilustrasi WhatsApp. Foto: Carl Court/Getty Images/Ilustrasi WhatsApp. Foto: Carl Court/Getty Images/

London - WhatsApp oke mengikuti seruan Eropa untuk berhenti menyebarkan data dengan Facebook, sampai keduanya menemukan jalan memenuhi aturan Eropa.

Adalah General Data Protection Regulation (GDPR), forum kontribusi data Uni Eropa, memberikan seruan tersebut kepada WhatsApp dan Facebook.

Kabar ini datang, sesudah Information Commissioner's Office (ICO) berbasis di Inggris menyimpulkan sebuah penyelidikan terhadap kedua perusahaan tersebut untuk menentukan, apakah WhatsApp secara aturan dapat menyebarkan data dengan Facebook atau tidak, di bawah undang-undang Inggris.

Dikutip dari The Verge, Minggu (18/3/2018), laporan ICO memilih bahwa WhatsApp dan Facebook tidak dapat menyebarkan data di luar WhatsApp memakai Facebook untuk pemrosesan data dasar.

Prancis juga memerintahkan Facebook dan WhatsApp berhenti menyebarkan data, dan memberi waktu untuk menaatinya dalam kurun waktu satu bulan.

Baik di Prancis maupun Inggris, aturan terhadap WhatsApp dan Facebook ini masih dalam tahap awal di negara masing-masing. Namun dikala GDPR mengetok palu pada Mei mendatang, aturan kontribusi data tersebut akan berlaku bagi seluruh Uni Eropa dan Inggris.

Sumber detik.com
Thursday, 8 March 2018
Facebook, Whatsapp Dan Instagram Dituding Curi 5 Fitur Ini

Facebook, Whatsapp Dan Instagram Dituding Curi 5 Fitur Ini

BlackBerry Messenger. Foto: detikINETBlackBerry Messenger. Foto: detikINET

Jakarta - BlackBerry melakan somasi kepada Facebook dan kedua anak perusahaannya WhatsApp dan Instagram. Ketiga perusahaan itu dituding telah mencuri hak cipta milik BlackBerry di layanan messaging BlackBerry Messenger (BBM).

Juru bicara BlackBerry, Sarah McKinney, menyampaikan somasi aturan terpaksa ditempuh sehabis adanya kebuntuan dalam obrolan dilakukan kedua belah pihak selama beberapa tahun.

"Facebook dan perusahaannya membuatkan aplikasi bersaing secara tidak pantas dengan memakai hak cipta dipakai pada perpesanan BlackBerry," ujar McKinney.



Lantas paten apa saja dianggap telah dicuri Facebook, WhatsApp, dan Instagram berdasarkan BlackBerry? Berikut ini daftarnya berdasarkan dokumen somasi bersumber dari The Next Web, Kamis (8/3/2018).

1. "Sebuah metode memunculkan notifikasi pesan tidak terbaca di perangkat komunikasi nirkabel, terdiri dari: menampilkan setidaknya satu ikon berkaitan dengan pesan elektronik... memodifikasi secara visual setidaknya menampilkan satu ikon berkaitan dengan pesan elektronik termasuk abjad numerik mewakili jumlah pluralitas koresponden pesan berbeda di mana satu atau lebih pesan elektronik telah diterima dan belum terbaca". - Alias nomor berwarna merah mengindikasikan jumlah pesan belum dibaca.

2. "Metode, sistem, dan produk programming komputer... untuk membisukan pesan (di mana) jikalau sebuah pesan telah dibisukan, pengguna tidak akan lagi mendapatkan notifikasi pesan gres ditambahkan dalam thread". - Alias kemampuan untuk membisukan percakapan.

3. "Sebuah metode menentukan tag foto untuk foto mempunyai tag terdiri dari: menyediakan bidang entry untuk memasukkan tag foto bergantung pada string dimasukkan oleh pengguna, menampilkan daftar pembiasaan tag dari satu atau lebih sumber tag terpilih menyesuaikan dengan string dimasukkan". - Alias kotak tag di Facebook mebisakan pengguna memasukkan nama pengguna lain dan menentukan namanya dari daftar entry secara otomatis untuk men-tag mereka.

4. "...menampilkan informasi waktu pada pesan di antarmuka pesan pengguna memperlihatkan konteks sementara untuk komunikasi mereka tanpa harus menggulirkan layar dengan informasi tak penting." - Alias informasi waktu memberi tahu pengguna kapan pesan tersebut dikirimkan.

5. "Mebisakan aplikasi game di sebuah perangkat elektronik memanfaatkan daftar kontak untuk sebuah aplikasi pesan instan semoga bermain game dengan daftar kontak melalui identifikasi game dimainkan di daftar kontak." - Alias mengundang sobat untuk bermain game mobile dengan pengguna.

Sementara itu ada pula problem soal hak cipta di sektor keamanan dan pengiriman pesan juga digugat oleh BlackBerry.

Pihak Facebook sendiri, melalui Deputy General Counsel, Paul Grewal, menyampaikan akan menghadapi somasi tersebut. Grewal menilai BlackBerry tidak lagi berupaya untuk berinovasi dan ketika ini sedang mengejar 'pajak' dari penemuan kompetitor.

"Gugatan BlackBerry sanya mencerminkan keadaan bisnis perpesanannya ketika ini. Setelah mengabaikan upaya untuk berinovasi, BlackBerry ketika ini sedang mencari pajak penemuan dari (perusahaan) lainnya. Kami berencana untuk melawan," ujar Grewal.

Saksikan video 20Detik untuk mengetahui apa alasan BlackBerry menggugat Facebook di sini:

[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com
Wednesday, 7 March 2018
Isi Lengkap Ajuan Hari Raya Nyepi Tanpa Internetan

Isi Lengkap Ajuan Hari Raya Nyepi Tanpa Internetan

Foto: Agung Pambudhy/detikcomFoto: Agung Pambudhy/detikcom

Jakarta - Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali menyerukan biar pada Hari Raya Suci Nyepi tahun ini tidak melaksanakan acara di internet, di samping kegiatan lain yang sudah dihentikan sebelumnya.

Seperti yang tertera pada poin keempat, operator seluler diminta untuk tidak menyediakan akomodasi internetan bagi pelanggan seluler. Hal itu demi menjaga kekhusyukan perayaan umat Hindu ini.

Operator seluler, dituliskan oleh Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali, biar mematikan layanan internet hari Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.

Terkait imbauan untuk tidak beraktivitas di internet, Philida Thea yang bermukim di Bali menyampaikan tidak ada duduk masalah mengenai hal tersebut.

"Kalau aku langsung meskipun sebagai pendatang, nggak masalah. Lagipula selama Nyepi memang nggak akan ada aktivitas. Anggap saja sekalian latihan puasa dari internet," ungkapnya kepada detikINET, Rabu (7/3/2018).

Isi Lengkap Usulan Hari Raya Nyepi Tanpa InternetanIsi Lengkap Usulan Hari Raya Nyepi Tanpa Internetan. Foto: Dok. Kemenkominfo


Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sudah mendengar proposal dari Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali. Meski demikian, ia belum mengambil keputusan untuk menginstruksikan biar operator seluler mematikan layanan internet di Bali.

"Barusan aku sudah komunikasi dengan mas Lukman, Menteri Agama. Kami akan berkonsultasi dengan Dirjen Bimas Hindu," ucapnya saat ditemui di Gedung Kementerian Kominfo.

Berikut isi lengkap dari surat proposal untuk tidak internetan tersebut:


SERUAN BERSAMA
MAJELIS-MAJELIS AGAMA DAN KEAGAMAAN PROVINSI BALI
TAHUN 2018

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/8044/PKAP/BKD tanggal 7 Desember 2017 perihal Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Disepensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2018, dan Keputusan Pesamuhan Madya Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor : 025/PHDI-Bali/II2018 perihal Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 maka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali beserta jajarannya mengadakan rapat bersama Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, Koream 163/Wirasatya, MUDP Bali, FKUB Provinsi Bali, Majelis Agama Provinsi Bali dan instansi terkait, pada hari Kamis, 15 Pebruari 2018 bertempat di Hotel Grand Santhi Denpasar dengan pokok pembahasan perihal Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Maret, menetapkan undangan bersama sebagai berikut:

1. Bagi Umat Hindu dalam melaksanakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 meliputi: Melis, Pengerupukan, Sipeng (Catur Bratha Penyepian) dan Ngembak Gni dengan khusyuk sesuai dengan pedoman PHDI.
2. Bagi umat lainnya wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Raya Suci Nyepi.
3. Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi tidak diperkenalkan untuk bersiaran selama pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.
4. Provider penyedia jasa seluler diperlukan untuk mematikan data seluler (internet) dari hari Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.
5. Masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan/merecon, pengeras suara, bunyi-bunyian, dan sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Raya Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum.
6. Tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan Hari Raya Suci Nyepi bagi hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Bali.
7. Prajuru Desa Pakraman/Adat, Pecalang, dan Aparat Desa/Lurah, bertanggungjawab mengamankan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi di daerahnya masing-masing berkoordinasi Aparat Keamanan terkait.
8. Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan serta instansi terkait biar mensosialisasikan undangan ini kepada seluruh umat beragama di Bali.

Demikian undangan ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.


Denpasar, 15 Februari 2018


Ketua FKUB Prov. Bali

Sumber detik.com
Blackberry Gugat Facebook, Whatsapp Dan Instagram

Blackberry Gugat Facebook, Whatsapp Dan Instagram

BlackBerry Messenger. Foto: detikINETBlackBerry Messenger. Foto: detikINET

Jakarta - Facebook dan kedua anak perusahaannya, WhatsApp dan Instagram, digugat oleh BlackBerry alasannya dituduh melanggar hak cipta.

Berdasarkan tuntutan dilakan pihak BlackBerry, Facebook dan kedua anak perusahaannya tersebut dituding telah mencuri fitur dan teknologi terdapat pada layanan BlackBerry Messenger (BBM). Ada sekitar 7 paten software berdasarkan BlackBerry dijiplak Facebook dan perusahaannya.

Menurut juru bicara BlackBerry, Sarah McKinney, somasi ditempuh sehabis adanya kebuntuan dalam obrolan dilakukan kedua belah pihak selama beberapa tahun.

"Facebook dan perusahaannya membuatkan aplikasi bersaing secara tidak pantas dengan memakai hak cipta dipakai pada perpesanan BlackBerry," ujar McKinney, dikutip detikINET dari Phone Arena, Rabu (7/3/2018).



"Kami mempunyai klaim berpengaruh bahwa Facebook telah melanggar hak cipta kami dan sehabis beberapa tahun berdialog, kami juga mempunyai kewajiban kepada pemegang saham semoga menempuh solusi aturan tepat," imbuhnya.

Sementara itu pihak Facebook, melalui Deputy General Counsel, Paul Grewal, menyampaikan akan menghadapi somasi tersebut. Grewal mengungkap bahwa BlackBerry tidak lagi berupaya untuk berinovasi dan ketika ini sedang mengejar 'pajak' dari penemuan kompetitor.

BlackBerry sendiri diketahui sedang berupaya mengejar royalti dari perusahaan memakai hak ciptanya berjumlah 40.000 termasuk sistem operasi, infrastruktur jaringan, layanan perpesanan, subsistem otomotif, keamanan siber, dan komunikasi nirkabel.

Sumber detik.com
Friday, 2 February 2018
Telegram Didepak Apple Dari App Store, Ini Alasannya!

Telegram Didepak Apple Dari App Store, Ini Alasannya!

Ilustrasi Telegram. Foto: TelegramIlustrasi Telegram. Foto: Telegram

Jakarta - Apple belakang layar mendepak layanan messaging Telegram dari App Store. Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov membenarkan hal tersebut sekaligus memaparkan apa alasannya.

Dikutip detikINET dari Usa Today, Jumat (2/2/2018), Durov menyampaikan telah menerima peringatan dari Apple bahwa aplikasnya melanggar hukum Apple.

"Kami telah diberitahu Apple bahwa konten tidak pantas ada di Telegram sehingga dihapus dari App Store," sebut laki-laki kelahiran Rusia ini.



Durov menyatakan bila problem tersebut sudah teratasi, Telegram akan kembali mejeng di App Store. Walau belum diketahui kapan waktu persisnya.

Aplikasi Telegram masih sanggup di-download di komputer untuk versi Mac. Dan juga masih tersedia di toko aplikasi Android, Play Store.

Apple membenarkan telah menghapus Telegram tanpa memberitahu alasannya. Dalam panduannya, sebuah aplikasi di App Store dihentikan mengandung informasi menyerang, tidak sensitif dan dibentuk dengan niat merusak.

Telegram memang beberapa kali menjadikan kontroversi. Di Indonesia, aplikasi ini tahun kemudian sempat diblokir sebab dianggap sebagai sarana komunikasi teroris. Durov hingga tiba ke Indonesia untuk menuntaskan problem tersebut.

Dengan fitur enskripsi end-to-end, percakapan di Telegram disebut-sebut sangat kondusif dan tidak sanggup dibuka oleh siapapun kecuali pengirim dan penerima. Fitur semacam itu bahwasanya ketika ini juga sudah dibenamkan Facebook di WhatsApp.

Saksikan video 20detik wacana Apple di sini:

[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com
Saturday, 13 January 2018
Bi Larang Transaksi Perdagangan Bitcoin Cs

Bi Larang Transaksi Perdagangan Bitcoin Cs

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Penggunaan uang virtual menyerupai Bitcoin mulai dilirik masyarakat Indonesia. Namun, transaksi jual beli uang virtual nyatanya tidak boleh keras oleh Bank Indonesia (BI)

BI memperlihatkan peringatan kepada semua pihak semoga tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency atau uang virtual menyerupai Bitcoin.

Mengutip keterangan tertulis Bank Indonesia, Sabtu (13/1/2018). Ditegaskan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga tidak boleh dipakai sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 wacana Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang yakni uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang memiliki tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memakai Rupiah.

Pemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulasi alasannya tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat direktur resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) serta rawan dipakai sebagai sarana pembersihan uang dan pendanaan terorisme, sehingga sanggup mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat.

Oleh alasannya itu, Bank Indonesia memperingatkan kepada seluruh pihak semoga tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency.

Bank Indonesia menegaskan bahwa sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran (prinsipal, penyelenggara switching, penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, penerbit, acquirer, payment gateway, penyelenggara dompet elektronik, penyelenggara transfer dana) dan penyelenggara Teknologi Finansial di Indonesia baik Bank dan Lembaga Selain Bank untuk memproses transaksi pembayaran dengan virtual currency, sebagaimana diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 wacana Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Bank Indonesia sebagai otoritas di bidang moneter, stabilitas sistem seuangan dan sistem pembayaran senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan, pemberian konsumen dan mencegah praktik-praktik pembersihan uang dan pendanaan terorisme.
Monday, 8 January 2018
Konten Porno Paling Banyak Dilaporkan Sepanjang 2017

Konten Porno Paling Banyak Dilaporkan Sepanjang 2017

Foto: ThinkstockFoto: Thinkstock

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada peningkatan pelaporan aduan konten negatif sepanjang tahun 2017. Bila dibandingkan dengan tahun 2016, maka lonjakan aduan konten tahun ini tumbuh mencapai 10 kali lipat.

Dari catatan Kominfo, jumlah aduan konten negatif pada 2016 hanya 6.357. Sedangkan, sepanjang 2017 kemarin jumlahnya meningkat drastis dengan total 60.135 aduan.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza, derasnya arus laporan aduan konten negatif diterimanya memberi arti bahwa tugas masyarakat untuk turut memberantas konten negatif di internet, semakin tinggi pada tahun ini.

"Jumlah aduan selama 2017 ada lebih 60 ribu aduan, jauh lebih besar dari 2016, hampir 10 kali lipat. (Lonjakan aduan konten ini) alasannya yakni kesadaran akan konten negatif (di internet) semakin tinggi, ujar Noor dihubungi detikINET, Senin (8/1/2017).

Selain itu, sarana pelaporan aduan konten negatif juga menjadi salah satu faktor. Bila sebelumnya, masyarakat sanggup melaporkannya melalui email, maka Kominfo memperlebarnya dengan menyediakan nomor di WhatsApp hingga situs Aduankonten.id, sebagai akomodasi untuk pengaduan aduan konten negatif.

"Kita juga sosialisasi ke masyarakat dan juga sampaikan kanal-kanal penyampaian aduan, baik email, pesan, maupun aplikasi aduankonten.id," ungkap Noor.

Dari 60.135 aduan diterima oleh Kominfo sepanjan 2017, kategori Pornografi merupakan terbesar dilaporkan mencapai 19.778 aduan. Lalu, diikuti kategori SARA 16.742 aduan, Fitnah 7.795 aduan, Perjudian 7.246 aduan, Penipuan 2.950, Konten Meresahkan Masyarakat 1.691 aduan.

Kemudian, Terorisme/Radikalisme 1.586 aduan, Perdagangan Produk dengan Aturan Khusus 800 aduan, Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) 739 aduan, Konten Negatif Direkomendasikan Instansi Sektor 215 aduan, Kekerasan/Kekerasan Pada Anak 150 aduan, Pelanggaran Keamanan Informasi 142 aduan, Konten Melanggar Nilai Sosial Budaya 142 aduan, Konten Memfasilitasi Diaksesnya Konten Negatif 125 aduan, dan Separatisme/Organisasi Berbahaya 34 aduan.

Sumber detik.com
Friday, 5 January 2018
Kominfo: Jangan Sebarkan Video Bocah Mesum!

Kominfo: Jangan Sebarkan Video Bocah Mesum!

Foto: GettyImagesFoto: GettyImages

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta netizen tidak ikut membuatkan dan memperbanyak video porno dua bocah lelaki dengan satu wanita cukup umur yang ramai di media umum (medsos).

"Agar siapapun tidak membuatkan juga tidak mendownload pornografi apalagi yang berupa child pornography," tegas Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza, Jumat (5/1/2018).

"Hal ini merupakan bab dari perbuatan yang tidak boleh dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," singkatnya.

Seperti diketahui, video tak senonoh tersebut tersebar di medsos semenjak beberapa hari terakhir. Terdapat dua video yang menawarkan adegan ranjang bocah dengan wanita cukup umur di sebuah kamar diduga hotel.

Di video pertama, adegan tak pantas dilakukan antara seorang bocah dan seorang wanita dewasa. Sedangkan video kedua menampilkan adegan porno antara dua bocah dan seorang wanita dewasa.

Dari hasil penelusuran, diketahui lokasi pembuatan video mesum tersebut terjadi di Kota Bandung.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, sejauh ini tim adonan dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jabar tengah bergerak memburu 'sutradara' video porno tersebut.

Pihaknya menegaskan dalam waktu akrab kasus tersebut sanggup terungkap. "Kita tunggu saja. Pasti sanggup itu," kata Agung.
Thursday, 7 December 2017
Menkominfo Dukung Bank Indonesia Larang Bitcoin

Menkominfo Dukung Bank Indonesia Larang Bitcoin

Menkominfo Rudiantara (Lamhot Aritonang/detikcom)Menkominfo Rudiantara (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ikut menanggapi fenomena Bitcoin yang nilai tukarnya terus melonjak dan dipakai untuk transaksi. Mata uang virtual itu terus merangkak naik, sampai kemarin menembus USD 14.000 atau setara Rp 190 juta.

Mengenai Bitcoin yang dimungkinkan untuk dipakai di Indonesia, menteri yang bersahabat disapa Chief RA itu merujuk perilaku yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

"Bank Indonesia larang (Bitcoin)? Saya dukung," jawabnya dengan tegas di sela sosialisasi dan pelantikan interoperabilitas sistem registrasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Aston Kuningan Suites, Jakarta, Kamis malam (7/12/2017).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan mata uang virtual memang berkembang pesat, sebab itu seluruh bank sentral di dunina sedang mempelajari mata uang virtual ini.

"Jadi kalau ditanya kepada BI sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran, tentu yang mata uang yang di luar bank sentral ya tidak diakui, di Indonesia hanya rupiah yang sah," kata Mirza dalam program diskusi di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Mirza menjelaskan, bila dilihat dari pergerakan harga, Bitcoin dan mata uang virtual memang cepat mengalami kenaikan dan penurunan.

"Kalau lihat harganya, cepat naik habis itu turun, terus naik lagi, yang terpenting sebagai sistem pembayaran itu harus diakui oleh otoritas moneter dan sistem pembayaran," ujarnya.

Menurut Mirza, ketika ini Bitcoin memang tidak diakui oleh BI sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Karena itu, beliau mengimbau kepada merchant supaya tidak mendapatkan Bitcoin sebagai alat pembayaran.

"Sekarang sudah ada pernyataan larangan, bahwa Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran, sehingga merchant dilarang mendapatkan Bitcoin sebagai alat pembayaran," ujarnya.

Sejak awal tahun, pergerakan nilai tukar mata uang virtual ini sangat cepat dari ratusan dolar sampai final tahun menyentuh belasan ribu dolar. Peningkatan terjadi sebab sudah ada sejumlah negara yang otoritasnya melegalkan mata uang digital ini sebagai alat pembayaran.
Monday, 13 November 2017
Kominfo Segera Bahas Pornografi Dengan Google Cs

Kominfo Segera Bahas Pornografi Dengan Google Cs

Foto: Muhammad Ridho/detikcomFoto: Muhammad Ridho/detikcom

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana memanggil para penyelenggara layanan Over The Top (OTT). Agenda dibahas, salah satunya mengenai penanganan konten negatif di internet.

Untuk menghadirkan konten sesuai dengan perundangan-undangan di Indonesia, para OTT tersebut akan bertemu dengan Kominfo pekan depan, ibarat disampaikan oleh Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan ketika dihubungi detikINET, Senin (13/11/2017).

"Minggu depan jadwalkan ketemu sama mereka, bersama-sama," kata Semuel melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, tak hanya membahas konten negatif dengan penyelenggara media sosial, Kominfo juga berencana memanggil OTT bergerak di bidang mesin pencari, ibarat Google.

Diberitakan sebelumnya, inovasi konten negatif di dunia maya banyak ditemukan dan dilaporkan oleh masyarakat. Terakhir, kasus konten berbau mesum berformat GIF ditemukan di WhatsApp.

Pasca insiden tersebut, rentetan konten negatif juga ditemukan di platform lain, ibarat Telegram hingga Twitter. Hal itu ingin diatasi Kominfo semoga sanggup meminimalisir konten tidak sepatutnya sanggup diakses publik.

Sumber detik.com