Showing posts with label Wireless Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Wireless Mikrotik. Show all posts
Monday, 2 October 2017

Cara Membuat Click Image untuk Login Hotspot Mikrotik

Pernah suatu dikala aku kanal ke wifi gratis, dimana setelah konek ke SSID Wifi itu web browser pribadi di redirect ke halaman Login. Namun, aku tidak perlu memasukkan username dan password untuk login, cukup klik gambar yang bertuliskan "Lanjutkan". Setelah itu aku mampu browsing sepuasnya dengan gratis :D.

Apakah anda juga pernah mengalaminya? Jika belum mampu coba konek ke SSID free@Wifi.id di tempat-tempat tertentu.

Oke, artikel kali ini aku akan membahas wacana bagaimana caranya membuat halaman login hotspot Mikrotik menggunakan klik gambar (image) untuk login, tanpa perlu memasukkan username dan password. Contoh nya ibarat gambar berikut :



Prasyarat :

1. Pastikan Mikrotik Anda sudah mampu konek ke Internet. (Cara mengkoneksikan Mikrotik ke Internet)
2. Pastikan Mikrotik Anda sudah di seting untuk Hotspot Mikrotik via WiFi. (Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik)
3. Pastikan Anda sudah punya aplikasi untuk edit file HTML Login Hotspot Mikrotik. (Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik)

Setelah semua prasyarat tersebut dipenuhi, kita lanjut ke Setting Hotspot Mikrotik nya.

Setting Hotspot Mikrotik

1. Masuk ke Menu IP --> Hotspot --> Server Profile --> Buka Profile Server yang digunakan --> Masuk ke Tab Login --> Pilih Login by : HTTP CHAP, HTTP PAP, Trial (Bila perlu) --> OK


2. Buat User Profile Baru untuk Trial di menu User Profiles -->  Isi Shared Users yang banyak --> Batasi speed nya di kolom Rate Limit (bila perlu) --> OK



3. Buat User gres untuk Trial di menu Users --> Isikan username dan password, disini aku isikan trial --> Pilih Profile TRIAL --> OK


Sampai disini Setting Hotspot Mikrotik Selesai. Selanjutnya Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik. Disini aku contohkan menggunakan Software Adobe Dreamweaver untuk mengedit HTML Login Hotspot Mikrotik.

Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik

1. Buat file image yang nantinya akan digunakan sebagai tombol login user.

2. Copy ke folder images pada direktori halaman login Mikrotik

3. Edit halaman login Mikrotik menggunakan aplikasi HTML editor.

4. Hapus semua form login dan tombol login, gantikan dengan code berikut :
<input type="hidden" name="username" value="trial">

<input type="hidden" name="password" value="trial">
Pada value, isikan uername dan password hotspot yang sebelum nya sudah dibuatkan.

5. Masukkan file gambar (image) yang akan digunakan sebagai tombol login, dengan code berikut :
<input type="image"" src="./images/kliklogin.png" name="submit"/>
Isikan path image Anda pada label kuning. Pastikan submit terisi pada label orange.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :


6. Setelah simpulan mengedit, silakan upload file halaman login nya ke Mikrotik. Caranya sudah pernah aku bahas disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Hasilnya ibarat ini :


Setelah klik tombol login image, kita mampu login hotspot mikrotik menggunakan user trial yang sebelumnya kita buat.


Gimana, mudah bukan? Kalo masih galau silakan unduh file Halaman Login Mikrotik yang aku edit di atas. 
Download disini


Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
Saturday, 30 September 2017

Tips Mengikuti Tes Sertifikasi MTCNA Mikrotik

Sertifikasi MTCNA (Mikrotik Training Certified Network Associated) merupakan sertifikasi Mikrotik yang paling dasar. Ada beberapa sertifikasi yang disediakan oleh Mikrotik, yaitu :

    MTCNA - MikroTik Certified Network Associate (Basic Essentials)
    MTCRE - MikroTik Certified Routing Engineer (Routing)
    MTCWE - MikroTik Certified Wireless Engineer (Wireless)
    MTCTCE - MikroTik Certified Traffic Control Engineer (Traffic Control)
    MTCUME - MikroTik Certified User Management Engineer (User Manager)
    MTCINE - MikroTik Certified Inter-networking Engineer (Inter Networking)

Untuk dapat memiliki akta MTCWE, MTCRE, MTCTCE, MTCUME dan MTCINE, sebelumnya harus sudah lolos sertifikasi MTCNA terlebih dahulu. Oleh alasannya yakni itu sertifikasi MTCNA menjadi sangat penting bagi anda penggiat Mikrotik. Jadi, kali ini kita akan membahas tips untuk sertifikasi MTCNA Mikrotik.

Sertifikasi diselenggarakan oleh lembaga training yang sudah menjalin kerjasama dengan Mikrotik. Di Indonesia ada banyak lembaga training Mikrotik yang menyelenggarakan Training sekaligus Sertifikasi nya. Untuk dapat mengikuti sertifikasi Mikrotik harus membayar biaya ke lembaga training tersebut, untuk nominal harga nya bervariasi tergantung lembaga training tersebut. Jika ikut sertifikasi maka dilakukan training bahan Mikrotik dulu oleh lembaga training (biasanya lebih dari sehari) kemudian gres dilakukan ujian sertifikasi. 

Berikut ini beberapa peraturan pada tes sertifikasi Mikrotik :

  • Soal ujian sertifikasi menggunakan bahasa Inggris. 
  • Tidak boleh copy paste dan screenshot soal.
  • Waktu mengikuti Ujian Online Jika Score Dibawah atau sama dengan 49 maka dinyatakan TIDAK LULUS
  • Jika Score Antara 50%-59% akan mendapat kesempatan yg ke 2 dengan Mengikuti Ujian Online sekali lagi (biasanya soalnya lebih rumit)
  • Jika Score 60% keatas dinyatakan LULUS
  • Dan bagi yg ingin menjadi TRAINER Score Lulus Minimal 75 %
  • Masa Berlaku Sertifikat 3 Tahun
  • Tipe ujian nya open book, jadi boleh buka buku apa saja, namun tidak boleh tanya dan mencontek siapapun. 
Oke sekarang kita bahas wacana tips nya. Karena MTCNA merupakan tes Mikrotik basic, maka soal yang akan keluar itu merupakan dasar-dasar (basic) Mikrotik, menyerupai Router OS secara umum, Firewall, QoS, Network Management, Wireless, Bridging, Routing, dan Tunnel. 

Berikut ini beberapa Tips Mengikuti Tes Sertifikasi MTCNA Mikrotik :

Tips #1
Soal yang digunakan berbahasa Inggris, jadi kalo kalian ga mampu berbahasa Inggris mampu memanfaatkan tool Google Translate untuk menterjemahkan soalnya, tapi ingat jangan copy paste soalnya! Tulis ulang saja soalnya untuk menghindari hal-hal yang tidak anda inginkan ok? ;)

Tips #2
Kerjakanlah soal yang mudah dulu. Jika ada soal yang susah lewati saja cari yang mudah dulu.

Tips #3
Jawaban dari soal tersebut biasanya sudah ada di wiki.mikrotik.com. Silakan anda cari saja, atau mampu juga cari di google.

Tips #4
Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan soal. Jika anda sudah tamat sebelum waktunya, telitilah kembali balasan anda. 

Tips #5 
Berdoalah sebelum ujian, dan yakinkan diri anda bahwa anda pasti dapat mengerjakan dengan baik semua soalnya dan lulus dengan nilai memuaskan.

Tips #6
Anda mampu mencoba mengerjakan latihan soal dari akun Mikrotik anda. Atau juga dapat mencoba mengerjakan pola soal MTCNA Mikrotik yang dapat anda download disini

Oke, mungkin sekian dulu tips dari saya. Karena sudah lama juga tes ujian sertifikasi Mikrotik ini saya ikuti jadi udah agak lupa-lupa ingat gitu. Dulu juga pas ikut tes ga bayar alias Gratis, alasannya yakni diselenggarakan oleh kampus saya di Diploma Teknik Elektro, UGM. Kaprikornus mohon maklum kalau informasinya ada yang kurang.

Oya, kalo udah tamat maka akan muncul hasil ujian nya menyerupai gambar berikut :


Seperti penjelasan di atas, kalau nilai nya 60% keatas maka tes nya lulus. Saya cuma mampu dapat 68% saja alasannya yakni tes nya dilakukan beberapa bulan setelah mata kuliah Mikrotik di Kampus saya. Kaprikornus cuma mencar ilmu sehari tok eksklusif tes, akibatnya cuma dapat segini :D Nilai segitu pun yakni nilai tertinggi loh diantara semua yang ikut tes waktu itu :D.

Oke, kalo udah lulus sertifikasi Mikrotik kita akan dapat Sertifikat nya. Nah akta ini eksklusif jadi setelah anda lulus, tapi bentuknya berupa Softcopy. Anda mampu mendownload file Sertifikat nya pada akun Mikrotik anda. Pada bab Training, pilih my certificates.


Silakan anda unduh file nya berupa PDF atau images.

Oya, kalau anda ikut tes di lembaga training Mikrotik maka anda akan mendapat Sertifikat juga dari lembaga tersebut. Karena saya ikut yang gratisan dari kampus jadi ga dapet Sertifikat yang itu :D

Ini yakni akta Mikrotik MTCNA saya :
Mungkin cukup sekian dulu sharing dari saya wacana Tips Mengikuti Tes Sertifikasi MTCNA Mikrotik. Bagi anda yang akan menghadapi ujian Sertifikasi Mikrotik biar dengan membaca info ini anda mampu lebih siap dan lebih baik dalam mengerjakan soalnya.

Download Contoh Soal Sertifikasi MTCNA Mikrotik disini!


Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
Wednesday, 27 September 2017

Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel

Bagaimana cara membuat WiFi Hotspot Mikrotik dimana Access Point (AP) nya tidak terhubung eksklusif ke Server Hotspot Mikrotik nya? Pertanyaan tersebut yang muncul di benak saya saat hendak mengimplementasikan sistem WiFi Hotspot Mikrotik dimana AP nya bertebaran dimana-mana, dengan lokasi yang berbeda (beda gedung dan beda ruangan). Selain itu yang lebih menyulitkan yaitu semua AP tidak ada yang terhubung eksklusif ke eth nya Mikrotik yang dijadikan Hotspot Server.

Seperti yang kita tahu, kalau ingin membuat Sistem Wireless Hotspot menggunakan Mikrotik, Access Point harus terhubung eksklusif ke interface Server Hotspot, semoga mampu di bridge dengan interface lain kalau ingin menggunakan lebih dari satu AP. Tetapi pada kasus yang saya alami sepertinya tidak mampu diterapkan, alasannya AP berada di bawah Switch dan Router lain nya, sehingga ada beberapa hop untuk hingga ke server hotspot.

Namun jangan khawatir, alasannya permasalahan tersebut masih mampu diakali. Caranya dengan menggunakan Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling.
Apa itu EoIP Tunneling? Silakan baca penjelasannya disini : Membangun Tunnel dengan EoIP di Mikrotik.

Kaprikornus konsepnya yaitu dengan membuat interface EoIP pada Hotspot Server sebanyak jumlah AP nya. Jika ada 5 AP maka kita buat 5 interface EoIP pada Hotspot Server. Pada masing-masing AP juga dibuat satu interface EoIP yang mengarah ke Server Hotspot. Sehingga akan terjadi komunikasi point-to-point antara hotspot server dengan semua AP. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :



Tapi tunggu dulu, EoIP merupakan MikroTik Proprietary (kepemilikan) artinya protocol ini hanya dapat berjalan/support pada Mikrotik RouterOS saja dan beberapa jenis linux. Jika AP yang Anda gunakan bukan Mikrotik, maka AP Anda tidak mampu membuat interface EoIP ini. 

Jadi, kalau AP Anda misalnya menggunakan TP-Link, Dlink, dll maka interface EoIP dibuat pada Router Mikrotik sebelum AP itu, yang terhubung eksklusif dengan nya. Seperti pada pola di Lantai 1 pada Gambar di atas. Kemudian AP tersebut mode nya dibuat Wireless AP Bridge, dan pada Mikrotik nya EoIP dan Interface eth yang ke AP di bridge.

Oke, sudah cukup kisah sebelum tidur nya. Udah mulai ngantuk kan?? hehe..
Sekarang kita eksklusif coba buat Konfigurasi Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel.

Sebelum mulai, pastikan semua AP dan Mikrotik yang akan dibuat EoIP Tunnel sudah mampu komunikasi dua arah. Artinya konfigurasi IP dan Routing nya sudah beres. Karena kalau tidak, tunnel EoIP tidak akan terbentuk.

1. Buat Interface EoIP sejumlah AP yang digunakan. Buka Winbox, Masuk ke Menu Interface --> Masuk Tab EoIP --> Add EoIP
Disini yang perlu diperhatikan yaitu pada kolom Remote Addres dan Tunnel ID.
- Remote Address : diisi IP Address AP
- Tunnel ID : ID unik untuk AP tersebut. Tiap AP Berbeda ID.


 2. Buat interface EoIP di sisi AP menuju ke Server. Caranya sama ibarat di atas. Dengan Remote Address IP dari Server dan Tunnel ID sama dengan yang dipakai di Server.


3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk semua AP yang digunakan.

4. Pada masing-masing AP / Mikrotik, buat bridge dan masukan interface EoIP dan Wlan nya.



4. Pada Server Hotspot, Buat Interface Bridge dan beri IP Address.

5. Masukkan Semua Interface EoIP ke port Bridge yang dibuat sebelumnya.


6. Buat Hotspot Server pada menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup --> Pilih interface Bridge yang digunakan sebagai interface hotspot. Untuk panduan langkah-langkah cara membuat hotspot silakan baca disini : Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

7. Sampai disini, silakan coba konek ke AP, harusnya halaman login hotspot sudah muncul. Jika Belum silakan cek kembali konfigurasi Anda.

8. Setelah ini Anda mampu ganti halaman Login Hotspot nya, ibarat pada artikel berikut : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

9. Anda juga mampu memadukan hotspot dengan User Manager Mikrotik untuk administrasi user nya. Baca Tutorial nya disini : Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik

10. Jika Anda ingin membuat WiFi Sistem Roaming dengan 1 SSID, mampu diset pada semua AP untuk menggunakan 1 SSID dan Frequensi yang sama.

Demikianlah Tutorial Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunneling. Semoga bermanfaat :)

Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
Tuesday, 26 September 2017

Cara Menangkal & Mengatasi Netcut dengan Mikrotik

Cara Menangkal & Mengatasi Netcut dengan Mikrotik Ini mampu digunakan ketika jaringan anda misalnya hotspot diputuskan oleh orang jahil yang menggunakan Netcut. Sudah tau kan apa itu Netcut? Intinya netcut itu sebuah tool yang dapat digunakan untuk memutus koneksi pada jaringan. Misalnya kita mau memutus koneksi internet di jaringan hotspot supaya mampu memakan semua bandwidth di hotspot itu. Sudah terang kan? 


Jadi kalau anda mau tau cara mengatasi netcut menggunakan Mikrotik, silakan simak tutorial Mikrotik Indonesia berikut ini :
    1. Pertama tama teman pake winbox semoga lebih mudah.
    2. Masuk ke IP --> DHCP Server
    3. Pilih konfigurasi DHCP yang digunakan untuk hotspot anda,
    4. Ganti waktu sewa (lease time) IP menjadi 1 hari
    5. Dan yang paling penting, aktifkan opsi Add ARP for Leases, opsi ini untuk mencegah ARP Spoofing oleh NetCut 

    Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

        6. Tambahkan netmask /32 untuk single host (255.255.255.255) contonya ibarat gambar di bawah ini



        7. Sampai sini sudah simpulan seting nya.
        8. Coba Cut di-jaringan hotspot tadi, kalau setingan anda benar maka Netcut tidak akan mempan.

        Tambahan kalau anda ingin lebih aman, silakan drop semua paket ICMP pada firewall mikrotik, dengan menambah isyarat di bawah ini :
        /ip firewall filter add action=accept chain=input comment="default configuration \
        anti netcut, defaultnya accept)" disabled=no protocol=icmp

        Kode tersbut memiliki kegunaan sekali untuk mengamankan hostspot anda sebab NetCut itu menggunakan ICMP.
        Catatan : Kalo rule ini diterapkan, jangan galau kalau di ping pasti tidak bisa

        Sumber:

        Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
        Sunday, 24 September 2017

        Setting Point to Multi Point Menggunakan RB411AH

        Selamat Siang pada artikel kali ini saya akan membahas ihwal setting point to multipoint, sebelumnya pasti teman-teman sudah tau perbedaan antara point to point dengan point to multipoint, ijinkan saya mengulangi lagi point to point berarti satu point ke point lawannya sedangkan point to multipoint adalah satu point ke banyak point yang mampu terhubung.

        Pengerian PTMP

        pengertian point to multipoint menurut wikipedia adalah komunikasi yang dilakukan melalui tipe yang berbeda dari satu ke banyak koneksi, Point-to-multipoint yang paling banyak digunakan di Internet nirkabel (Wireless) dan IP telephony melalui frequency radio. Point-to-Multipoint juga sering disingkat P2MP, PTMP atau PMP.

        Bahan yang disiapkan

        dalam tutorial ini alat yang saya gunakan sebagai berikut:
        Router Gateway:
        • RB750
        Router sebagai AccesPoint :
        • RB411AH lengkap beserta (Minipci:XR5, Pigtail, Jumper Panel, Horn Besar, Box, Adaptor 3A, Poe)
        • Kabel Lan 
        • Antena Grid 24 dB
        Untuk Client sebagai Station :
        • Groove lengkap beserta adaptor dan poe
        • Horn kecil
        Untuk Client2 sebagai Station :
        • Groove lengkap beserta adaptor dan poe
        • Horn kecil

        Topologi 



        pada topologi di atas ada dua groove yang satu menerima ip dari routerboard 750 dan yang satu nya dari RB411AH saya sengaja menggunakan kedua cara ini apabila ada kesalahan mohon bimbingannya :)

        Ada 4 router yang akan kita konfigurasi berikut langkahnya

        Konfigurasi Routerboard 750




        Langkah pertama yang saya lakukan ibarat gambar diatas, adalah membuat rb750 mampu terkoneksi internet
        1. masukkan ip address (ether1:Internet, ether3:Local ada 2 ip )
        2. berikan ip dns 
        3. beri routing static
        4. cek ping google.com
        5. beri kan firewall biar mampu diakses mikrotik station

        Konfigurasi RB411AH

        •  Pertama adalah kita setting Bridge pada Port wlan1 dan ether1

        • Kita Setting Wireless

        Mode                 : AP Bridge
        Frequency          : (Tentukan)
        SSID                  : (Tentukan)
        Radio Name       : (Tentukan)


        pada tab WDS
        WDS Mode : Dynamic
        WDS Default Bridge : (Bridge yg dibuat tadi)


        Setting Ip addres, dns dan static route



        Konfigurasi Groove (ip dari rb750)

        Isi Frequency, dan scan list di rb411AH kemudian klik scan, dan Connect


        ganti mode dengan station wds, tentukan radio name


        pada tap WDS, WDS mode :Dynamic

        Kita masukkan ip yg kita buat di rb750 tadi, masukan dns, dan static route, dan cek ping google atau etc

        Konfigurasi Groove (ip dari RB411AH)

         Setting mode, frequency=rb411ah, scan list : antara frequency rb411ah


        Tap WDS: Dynamic
        wds default bridge : none

        Kita dhcp client, sebelumnya dhcp server terlebih dahulu pada ether wlan di rb411AH, Setelah bound maka cek ping ke internet



        beri ip address, sesuai gambar diatas, kemudian beri ip firewall nat biar ip local tersebut diubah seolah-olah ip publik yg sedang berselancar di google /internet, bila tidak anda dhcp server, maka beri ip static pada komputer/laptop anda


        Ok selesai,
        Jika ada kesalahan saya mohon maaf, dan mohon bimbingannya, ^_^



        Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
        Friday, 22 September 2017

        Penjelasan Penggunaan Wireless Tools Mikrotik

        Penjelasan Penggunaan Wireless Tools Mikrotik - Router Mikrotik memiliki fungsi dan fitur Wireless yang mampu kita manfaatkan untuk komunikasi antar perangkat dengan Mikrotik menggunakan media komunikasi nirkabel. Namun tidak semua Mikrotik mampu menggunakan fitur Wireless ini, alasannya ialah tidak semua tipe Mikrotik ada Wireless Card nya. 

        Sebut saja Mikrotik RB 750 yang hanya punya 5 interface ethernet dan tanpa interface wireless alasannya ialah tidak ada wireless card nya. Khusus untuk Mikrotik Outdoor, sebagian besar mampu menggunakan fitur Wireless alasannya ialah tersedia slot Mini PCI untuk wireless card.

        Oke, kali ini kita akan belajar Mikrotik wireless yaitu penggunaan wireless tools standard Mikrotik. Wireless tools ini sangat penting dalam membangun jaringan wireless dengan mikrotik, untuk memantau dan memonitor kondisi jaringan wireless disekeliling kita.

        Untuk menggunakan wireless tools ini anda mampu menggunakan winbox dan masuk ke menu Wireless.


        Atau mampu juga dengan masuk ke interface wlan nya dengan dobel klik wlan.



        Ada beberapa Wireless tools pada mikrotik dengan fungsi berbeda, yakni : Scanner, Frequency Usage Snooper, Align, dan Sniffer. Berikut penjelasan masing-masing wireless tool :

        Scanner Tool Mikrotik
        Sesuai dengan namanya, scanner berfungsi untuk melaksanakan scan dengan menyampaikan Access point mana saja yang aktif di sekitar perangkat. Scanner akan menampilkan info dari AP disekeliling Mikrotik secara detail mulai dari Mac Address, SSID, Band, Frequensi, Sinyal, SNR, Radio Name, hingga versi RouterOS nya (jika perangkat itu Mikrotik). Berikut ini pola penggunaan Scanner.


        Frequency Usage Tool Mikrotik
        Tool ini berfungsi untuk melaksanakan scanning penggunaan frekuensi disekitar perangkat mikrotik anda. Frequency Usage akan menampilkan beban penggunaan masing-masing frekuensi apakah banyak digunakan apa sepi pengguna. Sehingga kita dapat menentukan frekuensi mana yang tidak terlalu ramai penggunanya untuk mengurangi interferensi.


        Snooper Tool Mikrotik

        Dengan menggunakan Snooper tool maka mampu diketahui load dan besar traffic tiap frequensi dengan info yang lebih mendetail. Snooper dapat menampilkan info Access Point, jumlah Station dan Client nya, sinyal, serta masing-masing bandwidth nya.


        http://wiki.mikrotik.com/images/8/83/Snoop2.png

        Sniffer Tool Mikrotik

        Packet Sniffer ialah tool yang disediakan dalam Mikrotik untuk menangkap dan menyadap paket-paket yang berjalan di jaringan. Tool ini sangat memiliki kegunaan untuk menganalisa trafik jaringan kita.


        Oke sekian dulu pembahasan ihwal Penjelasan Penggunaan Wireless Tools Mikrotik. Semoga bermanfaat :)

        Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id

        Penjelasan Setting Dasar Mode Wireless Mikrotik

        Penjelasan Setting Dasar Mode Wireless Mikrotik - Untuk dapat menggunakan fungsi wireless pada Mikrotik ada beberapa parameter setingan yang harus diperhatikan. Namun sebelum kita melanjutkan pembahasan ini ada baiknya anda baca artikel sebelumnya ihwal Penjelasan Penggunaan Wireless Tools Mikrotik. Oke mari kita lanjut berguru Mikrotik Wireless nya.

        Hal yang dibahas disini yaitu tab Wireless pada setingan interface Wlan. Silakan anda buka Winbox masuk ke menu Wireless --> double klik interface wlan --> masuk tab Wireless.


          
        Parameter Untuk konfigurasi minimal : 
        • Mode
        • Band
        • Frequency
        • SSID
        • Scan-List 
        Berikut ini yaitu beberapa penjelasan dari parameter-parameter di atas :

        Parameter Mode Wireless Mikrotik

         

        AP modes:
        > ap-bridge : mode standard untuk Access Point.
        > bridge : sama menyerupai mode ap-bridge tetapi hanya mendapatkan satu client.
        > wds-slave : mode ap-bridge tetapi bisa untuk melaksanakan scan terhadap AP yang memiliki SSID yang sama dan membangun WDS link ke AP tersebut. Jika terputus maka akan dilakukan scaning ulang dan akan terkoneksi kembali.
        Station modes:
        > station : Mode Client paling sederhana
        > station-wds : mode station yang mengaktifkan WDS bridge
        > station-pseudobridge : mode station tetapi ditabahkan fungsi MAC translation sehingga interface wireless bisa dimasukkan ke dalam bridge.
        > station-pseudobridge-clone : mode station yang menggunakan fungsi station-bridge- clone-mac address

        Special modes:

        > alignment-only : mengaktifkan mode align transmit untuk digunakan sebagai membantu pointing antenna.
        > nstreme-dual-slave : digunakan kalau ingin menggunakan Dual-Nstreme

        Parameter Band

        band : Opsi untuk menentukan standard wireless yang ingin digunakan
        > 2.4ghz-b – menggunakan standard IEEE 802.11b
        > 2.4ghz-b/g - IEEE 802.11g (supports also legacy IEEE 802.11b protocol).
        > 2.4ghz-g-turbo - IEEE 802.11g menggunakan double channel yang kecepatan teoritisnya yaitu sampai 108 Mbit.
        > 2.4ghz-onlyg – hanya menggunaan standard IEEE 802.11g
        > 2ghz-10mhz – variasi dari IEEE 802.11g dengan menggunakan setengah dari lebar band standard (air rate of up to 27Mbit)
        > 2ghz-5mhz - variasi dari IEEE 802.11g dengan menggunakan seperempat dari lebar band standard (air rate of up to13.5Mbit)
        > Turbo channel hanya support di card non-N dan hanya ada di ROS versi 2.xx,3.xx dan 4.xx.

        > 5ghz – menggunakan standard IEEE 802.11a 54Mbit.
        > 5ghz-turbo - IEEE 802.11a menggunakan double channel yang kecepatan teoritisnya yaitu sampai 108 Mbit.
        > 5ghz-10mhz - variasi dari IEEE 802.11a dengan menggunakan setengah dari lebar band standard (air rate of up to 27Mbit)
        > 5ghz-5mhz - variasi dari IEEE 802.11a dengan menggunakan seperempat dari lebar band standard (air rate of up to 13.5Mbit)
        > Turbo channel hanya support di card non-N dan hanya ada di ROS versi 2.xx,3.xx dan 4.xx.
        > Penggunaan Band 5ghz ini harus seizin dept. kominfo, tidak boleh digunakan sembarangan.

        Parameter Frequency, Scan, Scan list

        frequency – Frequency yang digunakan untuk AP.
        > Parameter ini akan diabaikan Jika pada pernagkat diaktifkan mode “client”.
        > ssid (text) – Sebagai identitas dari jaringan wireless.
        > scan-list – nilai default yaitu channel ISM (standard channel) sesuai dengan band yang digunakan. > Scan list bisa berupa range, list dari channel yang dipisahkan dengan tanda comma atau bisa juga gabungan dari keduanya.
        > Contoh: scan-list=default,2222,2312-2362
        > Dari scan list tersebut perangkat akan melaksanakan scan di default channel dan beberapa range  frequency custom.
        > Penggunaan custom channel bergantung dari setting “channel-mode”

        Parameter Tx Rate

        default-ap-tx-limit (integer; default: 0) – yaitu limit traffic rate untuk pengiriman data dari AP ke tiap client (bps).
        0 – berarti tanpa limit

        default-client-tx-limit
        (integer; default: 0) – yaitu limit traffic rate untuk pengiriman data dari tiap client ke AP (bps). Hanya bekerja kalau client sama-sama menggunakan mikrotik.
        0 – berarti tanpa limit

        Parameter Checklist

        > default-authentication (default value: yes) :
        Jika digunakan mode AP maka semua client yang tidak dibatasi di access-list akan diautentikasi dan bisa terkoneksi.
        Jika digunakan di mode station maka wireless bisa terkoneksi ke AP manapun yang tidak dibatasi di connect-list.

        > default-forwarding (default value: yes) :
        Adalah parameter yang digunakan untuk forwarding traffic dari client ke client yang lain dalam AP yang sama. Bisa dibatasi lebih spesifik per clientnya di access-list.

        > hide-ssid (default value: no) :

        yes – kalau diaktifkan maka AP tidak akan memasukkan isu SSID pada beacon frame dan tidak akan menunjukkan frame akhir berisi isu SSID kalau ada usul isu SSID.

        no – AP akan memasukkan isu SSID pada frame beacon dan akan menunjukkan isu SSID kalau ada usul isu SSID.
        Setting ini hanya besar lengan berkuasa kalau menggunakan mode AP, bersama-sama tidak besar lengan berkuasa banyak pada security alasannya isu SSID tetap dimasukkan pada frame yang lain (bukan beacon frame).

        Dari Penjelasan Setting Dasar Mode Wireless Mikrotik tersebut anda dapat mengatur setingan nya sesuai impian anda. Silakan anda coba sendiri. Sekian dulu tutorial mikrotik indonesia kali ini. Semoga bermanfaat :)

        Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id
        Thursday, 21 September 2017

        3 Sistem Keamanan Berlapis Wireless Mikrotik

        3 Sistem Keamanan Berlapis Wireless Mikrotik - Keamanan (security) yaitu hal yang krusial dan harus diperhatikan dikala kita membangun suatu jaringan, terutama jaringan wireless. Karena jaringan Wireless dapat dilihat, diketahui, dan diakses siapa saja. Sehingga sudah seharusnya kita menerapkan sistem keamanan tertentu pada jaringan Wireless ini.


        Setidaknya ada 3 sistem keamanan yang mampu kita terapkan pada jaringan Wireless Mikrotik, dan ketiganya dapat diterapkan bersamaan sehingga tingkat keamanan akan lebih terjamin. Berikut ini yaitu 3 Sistem Keamanan Berlapis Wireless Mikrotik :

        Hide SSID

        Hide SSID yaitu sebuah opsi pada Wireless Mikrotik untuk menyembunyikan nama SSID dari Mikrotik kita.  Anda mampu menggunakan opsi ini pada menu Wireless --> wlan --> tab Wireless.

        Kaprikornus kalau opsi ini dicentang, maka SSID Mikrotik nya tidak akan muncul pada perangkat lain kalau di scan. Hanya akan muncul sebagai Hidden Network pada laptop Windows.


        Yang perlu diperhatikan kalau menggunakan Hide SSID yaitu SSID pada AP harus diisi. Kemudian pada Client harus mengisikan nama SSID nya AP dan setingan Frequency yang sama dengan AP untuk mampu Konek. Kaprikornus Frequency dan SSID pada AP dan Client harus SAMA.

        Security Profile

        Security Profile yaitu salah satu fitur pada Mikrotik untuk menambahkan metode autentikasi menggunakan enkripsi dynamic key : WPA/WPA2 dan static key : WAP. Penggunaan enkripsi yang disarankan yaitu WAP2 PSK + tkip + aes con. Untuk masuk fitur ini mampu mealui menu Wireless --> Security Profiles.



        Kemudian untuk mengaktifkan security profile ini masuk ke menu Wireless --> wlan --> tab Wireless --> opsi Security Profile --> ganti default dengan Security Profile yang sudah dibuat.


        Jika menggunakan Security Profile maka konfigurasi Security Profile pada AP dan Client harus sama, kalau berbeda maka tidak akan mampu konek.

        Access List dan Connect List

        Access List yaitu adalah filter autentikasi sebuah AP (mode Access Point) terhadap client yang terkoneksi. Dengan Access List AP mampu memfilter perangkat mana saja yang boleh/bisa konek ke AP berdasarkan MAC address nya. Kaprikornus Access list digunakan di AP untuk menentukan client mana saja yang boleh konek ke AP.



        Connect List yaitu adalah filter autentikasi sebuah wireless client (mode Station) terhadap AP mana yang ingin terkoneksi. Dengan connect list maka dapat ditentukan AP mana yang mampu dikoneksikan ke Client berdasarkan MAC address nya. Kaprikornus Connect list digunakan di client untuk menentukan client ini mau konek ke AP yang mana.



        Jika ingin menggunakan fitur ini maka kita harus uncheck opsi Default Authenticate pada menu tab Wireless. Jika tidak maka fitur ini tidak akan aktif.


        Dengan menggunakan ketiga sistem keamanan itu secara bersamaan, mampu dipastikan keamanan jaringan Wireless Mikrotik kita akan terjamin. Mungkin cukup sekian dulu belajar mikrotik nya perihal 3 Sistem Keamanan Berlapis Wireless Mikrotik. 
        Semoga bermanfaat :)

        Sumber https://mikrotikindo.blogspot.co.id