Showing posts with label digital. Show all posts
Showing posts with label digital. Show all posts
Wednesday, 20 March 2019

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Analog pada Instalasi Listrik

Perangkat yang digunakan oleh PLN untuk mengukur penggunaan daya listrik yang telah dipakai pengguna adalah KWh meter. Untuk pemakaian sekarang yang memakai token listrik berarti KWh yang digunakan yaitu KWh meter digital.

Berdasarkan perkembangan waktu, mereka berevolusi mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk saya bedah sistemnya!



KWh meter analog terdiri dari susunan bagian pokok yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa perangkat elektronika kecil yang dapat sobat perhatikan gambar di bawah ini. Yuk kita bedah komponen bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya kupas tuntas komponen yang menggerakkan KWh meter analog. Bagian penggerak biasanya tersusun atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika ada arus yang melintasi kumparan itu, akan muncul sifat magnetis.

Jelas dari gambar yang menjadikan bekerja bagian, anda dapat melihat perangkat putar yang terdiri dari piringan berbahan penghantar listrik dengan lekukan dan berlubang pada sisinya. Element putar ini bergerak pada as mempunyai dua bantalan yang bisa diatur, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada pula komponen yang mengurangi kecepatan yang terdiri dari magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Bagian kunci terdapat komponen untuk menentukan yang sobat lihat sebagai angka-angka di KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element perangkat tersebut, terdapat alat yang dinamai terminal serta alat pengatur di alat KWh Analog. Pusatnya terdiri atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri atas penyetel beban rendah, beban nol, keseimbangan beban.

Nah putaran element piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Akibatnya roda gigi bergerak akan menggambarkan informasi tentang listrik yang sudah anda pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan menggunakan pemrograman yang telah “diinjek” ke dalam chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog listrik. Hanya saja melalui alat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital kamu dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna memperlihatkan status, ditambah keypad dari karet yang dapat anda gunakan setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Walhasil baik meteran listrik digital maupun analog, semuanya mempunyai metode input yang tidak berbeda. Cuma meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut menjadi digital guna dibaca pada monitor.

Namun, meski secara cara penghitungan keduanya sama, ada hal yang berbeda cara penghitunga yang cukup kontras. Apabila anda menggunakan meteran analog, berarti sobat menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
berjalan. Untuk meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Tetapi meteran seperti ini telah tidak diperbolehkan untuk pemakaian baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki cara kerja yang simpel, yaitu anda harus memiliki token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu sudah nol maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Analog pada Instalasi Listrik

Perangkat yang dipakai oleh PLN untuk mengukur pemakaian daya listrik yang telah dipakai pengguna yaitu KWh meter. Untuk penggunaan sekarang yang menggunakan token listrik biasanya KWh yang dipakai adalah KWh meter digital.

Tapi seiring dengan perkembangan zaman, mereka mulai mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Lest admin ulas caranya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian penting yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan perangkat elektronika kecil yang bisa teman perhatikan gambar di bawah ini. Yuk admin bahas komponen komponen elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari kita bongkar element yang menggerakkan KWh meter analog. Elemen yang menggerakkan umumnya tersusun dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada daya yang melintasi kumparan itu, akan muncul sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak bagian, sobat bisa menemukan komponen putar yang tersusun atas piringan berbahan konduktor memiliki cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Bagian yang berputar menempati poros mempunyai dua bantalan yang bisa diatur, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu terdapat juga komponen yang mengurangi kecepatan yang tersusun dari magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Terakhir terdapat perangkat penghitung yang teman lihat sebagai angka-angka pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari perangkat element itu, terdapat perangkat yang dikenal terminal serta perangkat pengatur di alat KWh Analog. Terminal tersusun dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, tanpa beban, beban seimbang.

Yang menyebabkan kerja perangkat piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan menggerakan roda gigi pada alat. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan memberikan skala angka mengenai listrik yang sudah anda gunakan.

KWh Meter Digital


Sedangkan KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan berdasarkan pemrograman yang telah “dimasukkan” ke dalam mikroprosesornya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berupa sinyal analog listrik. Cuma saja melalui alat ini, sinyal respon analog tersebut akan dibaca menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Melihat KWh meter digital sobat dapat mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna menampakkan respon, serta keypad dari karet yang dapat dipakai setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Kesimpulannya baik meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan prinsip input yang tidak berbeda. Hanya saja meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital guna ditampilkan pada layar.

Namun, mempunyai cara kerja keduanya sama, terdapat perbedaan prinsip pemakaian yang sangat kontras. Apabila kamu menggunakan meteran analog, itu artinya kamu memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog hanya dipakai untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Walaupun meteran seperti ini telah tidak ditawarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu sobat kudu memiliki token atau pulsa listrik yang telah dirubah sebagai besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN sekarang menggunakan simbol Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat digunakan selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan memutus arus listrik dengan secara otomatis.
Ini Cara Kerja KWh Meter Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Dirumah Anda!

Perangkat yang dipakai oleh PLN untuk mengukur penggunaan daya listrik yang sudah digunakan pelanggan adalah KWh meter. Untuk penggunaan sekarang yang menggunakan token listrik biasanya KWh yang digunakan adalah KWh meter digital.

Namun seiring dengan perkembangan waktu, mereka mulai mengubah KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih sistem kerja KWh meter? Lest kita bongkar caranya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian penting yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa komponen elektronika kecil yang bisa sobat perhatikan gambar berikut ini. Mari saya bongkar element element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari kita bahas bagian penggerak KWh meter analog. Bagian yang membuat bekerja biasanya tersusun atas kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika terdapat arus yang melewati kumparan ini, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar penggerak bagian, anda dapat menemukan element putar yang terdiri dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki cekungan dan lubang-lubang di tiap sisi. Element putar ini berputar menempati as mempunyai dua sandaran yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga element pengerem yang tersusun atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Paling penting terdapat perangkat penghitung yang sobat lihat sebagai nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari perangkat komponen tersebut, ada alat yang dinamai terminal serta alat penyeimbang di meteran listrik. Terminal terdiri atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun dari penyetel beban rendah, beban nol, kesetimbangan beban.

Untuk putaran perangkat piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan menggerakan roda gigi pada alat. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan memberikan skala patokan mengenai listrik yang sudah anda gunakan.

KWh Meter Digital


Sedangkan KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja menggunakan program yang telah “dimasukkan” ke dalam mikroprosesornya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog daya. Cuma saja melalui perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Melihat KWh meter digital kamu dapat menemukan label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk penunjuk tabungan pulsa token yang belum dipakai, dilengkapi button dari karet yang dapat dipakai kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar ini.

Kesimpulannya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, keduanya mempunyai metode pemasukan yang mirip. Hanya saja meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut menjadi digital guna diperlihatkan pada layar.

Walaupun, mempunyai prinsip kerja keduanya sama, terdapat hal yang berbeda prinsip penghitunga yang cukup mencolok. Jika anda menggunakan meteran analog, itu artinya sobat memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
berjalan. Kalau meteran analog hanya berguna untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Tetapi meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang lebih sederhana, yaitu sobat harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dirubah seperti besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih belum nol. Dan ketika pulsa itu telah nol maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.
Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Analog Dirumah Anda!

KWh meter adalah perangkat yang dipakai untuk mengukur daya listrik yang dipakai pelanggan PLN. Saat ini KWh meter yang biasa dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk KWh analog.

Berdasarkan berjalannya waktu, mereka mulai mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Yuk saya ulas caranya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa komponen penting yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa bagian elektronika kecil yang bisa kamu lihat gambar berikut ini. Mari saya ulas element bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk admin bongkar bagian yang menggerakkan KWh meter analog. Elemen penggerak umumnya tersusun dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah kalau ada daya yang melintasi kumparan itu, akan keluar fluks magnet.

Jelas dari gambar yang menggerakkan komponen, kamu dapat nemu element kerja yang tersusun atas piringan yang terbuat dari konduktor memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Bagian yang berputar menempati poros dengan dua bantalan yang bisa diatur, dan memiliki roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Setelah itu ada juga perangkat pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Paling penting ada perangkat penghitung yang teman ketahui sebagai nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Selain dari perangkat element tersebut, terdapat alat yang disebut terminal dan juga perangkat pengatur pada meteran listrik. Pusatnya terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel tersusun dari penyetel beban rendah, beban nol, kesetimbangan beban.

Nah putaran element piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan menyampaikan angka mengenai listrik yang sudah kamu pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja berdasarkan program yang sudah “disuntikkan” mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima input berbentuk sinyal analog daya. Hanya saja menggunakan alat ini, sinyal respon analog itu akan dibaca menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Elemen penyusun KWh meter digital teman bisa mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna pengisian token, serta button karet yang dapat kamu gunakan setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya memiliki cara penghitungan yang kembar. Cuma meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital guna ditampilkan di layar.

Namun, mempunyai prinsip kerja meteran mirip, ada perbedaan prinsip penggunaan yang cukup kontras. Apabila kamu memakai meteran analog, itu artinya kamu memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma berguna untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang digunakan. Sayangnya meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemasangan baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital memiliki cara kerja yang lebih sederhana, yaitu anda kudu membeli token atau pulsa listrik yang telah dirubah seperti besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa itu telah nol maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.
Prinsip Kerja kWh Meter Digital

Prinsip Kerja kWh Meter Digital

KWh meter merupakan perangkat yang dipakai untuk mencatat daya listrik yang digunakan warga. Saat ini KWh meter yang biasa dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berupa analog.

Berdasarkan berjalannya waktu, PLN berevolusi mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas bagaimana sih sistem kerja KWh meter? Yuk admin bedah caranya!



KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen pokok yakni perangkat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang bisa sobat perhatikan gambar berikut ini. Yuk admin bahas element element elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk saya kupas tuntas element yang menggerakkan KWh meter ini. Elemen yang menggerakkan sendiri terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada arus yang melewati kumparan ini, akan muncul fluks magnet.

Jelas dari gambar penggerak komponen, anda bisa melihat perangkat kerja yang terdiri atas piringan yang terbuat dari konduktor memiliki lekukan dan lubang-lubang di tiap sisi. Komponen putar ini bergerak pada poros yang memiliki dua bantalan yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada pula element pengerem yang tersusun dari magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Terakhir terdapat element untuk menghitung yang teman lihat penanda nomor pada meteran listrikmu.

Tak hanya itu komponen perangkat itu, terdapat perangkat yang dikenal terminal serta perangkat penyeimbang di alat KWh Analog. Pusatnya terdiri atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri atas penyetel untuk daya rendah, tanpa beban, keseimbangan beban.

Untuk kerja element piringan meteran listrikmu adalah yang lantas akan memutar roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi bergerak akan menyampaikan informasi tentang listrik yang sudah kamu gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog bekerja memakai prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja memakai prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan berdasarkan program yang telah “dimasukkan” mikroprosesornya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berupa sinyal analog listrik. Cuma saja menggunakan perangkat ini, sinyal input analog tersebut akan diterjemahkan menjadi sinyal digital melalui kriteria tertentu.

Pada KWh meter digital anda bisa mendapati label informasi daya listrikmu, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD guna penunjuk tabungan pulsa token yang belum dipakai, ditambah tombol karet yang bisa sobat pakai setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Kesimpulannya meteran listrik digital ataupun analog, keduanya memiliki metode penghitungan yang kembar. Hanya saja meteran listrik digital akan mengubah sinyal analog itu menjadi digital guna ditampilkan di monitor.

Walaupun, meski secara cara penghitungan meteran tidak berbeda, ada hal yang berbeda prinsip penghitunga yang cukup kontras. Apabila kawan menggunakan meteran analog, itu artinya kamu memakai listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Untuk meteran analog cuma berguna untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Namun meteran seperti ini telah tidak diperkenankan untuk pemakaian jaringan lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu sobat harus membeli token atau pulsa listrik yang telah dikonversi seperti besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini menggunakan simbol Listrik Pintar. Sebab memakai sistem pulsa listrik yang bisa digunakan selama pulsa itu masih ada. Dan ketika pulsa tersebut telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.
Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

KWh meter adalah alat yang digunakan guna mencatat daya listrik yang dipakai dalam rumah tangga. Saat ini KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Mengikuti berjalannya zaman, PLN mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus gimana sih cara kerja KWh meter? Lest kita bongkar sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa bagian pokok yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa komponen elektronika kecil yang dapat teman perhatikan gambar di bawah ini. Mari saya ulas bagian komponen elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari saya ungkap bagian yang menjadikan hidup KWh meter ini. Elemen penggerak umumnya terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika terdapat daya yang melintasi kumparan ini, akan muncul sifat magnetis.

Di atas perangkat yang membuat hidup komponen, kamu dapat menemukan element putar yang tersusun atas piringan yang terbuat dari penghantar listrik memiliki lekukan dan berlubang pada sisinya. Komponen putar ini berputar menempati as yang memiliki dua sandaran yang bisa diatur, dan memiliki roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu terdapat pula komponen pengerem yang tersusun dari magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Paling penting terdapat komponen untuk menghitung yang teman ketahui sebagai nomor pada KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element perangkat itu, terdapat perangkat yang disebut terminal dan juga perangkat penyeimbang pada alat KWh Analog. Pusatnya tersusun atas terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban kosong, beban seimbang.

Yang menyebabkan putaran komponen piringan meteran listrikmu adalah yang lantas akan memutar roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi memutar angka dan akan menggambarkan patokan mengenai listrik yang sudah kamu gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan menggunakan prinsip digital pastinya. KWh meter akan berjalan berdasarkan pemrograman yang sudah “disuntikkan” ke dalam chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan input berbentuk sinyal analog listrik. Hanya saja melalui perangkat ini, sinyal respon analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Pada KWh meter digital kawan bisa mendapati indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD guna memperlihatkan status, serta keypad dari karet yang dapat anda gunakan setiap kali ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Hasilnya tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya memiliki cara pemasukan yang mirip. Cuma meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital untuk kemudian ditampilkan pada monitor.

Namun, memiliki cara kerja meteran mirip, ada perbedaan prinsip pemakaian yang cukup kontras. Apabila anda memakai meteran analog, berarti kamu menggunakan listrik pascabayar. Sedangkan meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini terdapat di fungsi yang
berjalan. Untuk meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Walaupun meteran seperti ini telah tidak dikeluarkan untuk pemasangan baru lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai trik kerja yang simpel, yaitu sobat harus memiliki token atau pulsa listrik yang telah dikonversi sebagai besarnya daya listrik yang bisa dipakai. Jadi mudahnya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini menggunakan logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa itu masih belum nol. Dan ketika pulsa tersebut sudah habis maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

Cara Kerja Meteran Listrik / KWH Meter

KWh meter merupakan perangkat yang digunakan guna mencatat daya listrik yang dipakai pelanggan PLN. Biasanya KWh meter yang lazim digunakan oleh PLN adalah KWh meter berbentuk KWh analog.

Berdasarkan berjalannya zaman, mereka berevolusi mengubah KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Lantas bagaimana sih cara kerja KWh meter? Yuk kita ulas sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari beberapa komponen pokok yaitu perangkat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan beberapa bagian elektronika kecil yang dapat teman perhatikan gambar berikut ini. Mari admin ulas bagian bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari saya ungkap komponen penggerak KWh meter analog. Bagian yang membuat bekerja umumnya tersusun dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah kalau terdapat arus yang melintasi kumparan tersebut, akan keluar sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak element, teman bisa nemu perangkat kerja yang terdiri atas piringan yang terbuat dari konduktor dengan cekungan dan lubang-lubang kecil. Element putar ini berputar menempati as dengan dua sandaran yang bisa disesuaikan, dan mempunyai roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Selain itu terdapat pula element pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya menjepit piringan. Paling pokok ada perangkat untuk menghitung yang teman ketahui penanda nomor di KWh PLN yang terpasang.

Selain dari element element tersebut, ada alat yang disebut terminal dan juga perangkat penyetel di meteran listrik. Terminal terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk perangkat penyetel tersusun atas penyetel untuk daya rendah, beban nol, keseimbangan beban.

Yang menyebabkan kerja komponen piringan meteran listrikmu adalah yang kemudian akan memutar roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan menggambarkan patokan tentang listrik yang sudah anda gunakan.

KWh Meter Digital


Nah kalau KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital pastinya. KWh meter akan bekerja berdasarkan program yang sudah “dimasukkan” ke dalam chipnya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan mendapatkan respon berbentuk sinyal analog tegangan. Cuma saja menggunakan alat ini, sinyal respon analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital sobat dapat menemukan indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD guna pengisian token, dilengkapi button dari karet yang dapat sobat pakai kalau ingin mengisi token pulsa listrik prabayar.

Walhasil baik meteran listrik digital ataupun analog, semuanya menggunakan metode input yang sama. Hanya saja meteran listrik digital akan membaca sinyal analog itu sebagai bentuk digital guna diperlihatkan pada monitor.

Namun, memiliki cara penghitungan meteran tidak berbeda, terdapat perbedaan prinsip pemakaian yang sangat kontras. Jika sobat memakai meteran analog, itu artinya anda memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Perbedaan kerja yang dipakai oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Kalau meteran analog cuma berfungsi untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Tetapi meteran seperti ini telah tidak dikeluarkan untuk pemakaian jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang lebih sederhana, yaitu kamu harus memiliki token atau pulsa listrik yang akan dikonversi seperti besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Jadi mudahnya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Oleh karena itu PLN saat ini memakai logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa tersebut masih ada. Dan ketika pulsa tersebut telah habis maka otomatis akan terputus arus listrik tanpa diperintah.

Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter Digital pada Instalasi Listrik

KWh meter merupakan perangkat yang dipakai guna mengukur daya listrik yang dipakai warga. Saat ini KWh meter yang biasa dipakai oleh PLN adalah KWh meter berupa analog.

Berdasarkan berjalannya zaman, mereka mulai mengganti KWh meter analog mereka menjadi KWh meter digital. Terus bagaimana sih cara kerja KWh meter? Lest saya bedah sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan komponen penting yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan beberapa bagian elektronika kecil yang bisa kamu perhatikan gambar berikut ini. Yuk saya bedah bagian bagian elektronika ini tiap rangkaian.
Komponen KWh meter analog
Mari admin bongkar komponen yang menjadikan hidup KWh meter ini. Komponen yang menjadikan hidup sendiri terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada arus yang melewati kumparan ini, akan keluar sifat magnetis.

Jelas dari gambar penggerak komponen, anda dapat menemukan element putar yang terdiri dari piringan berbahan konduktor dengan lekukan dan berlubang pada sisinya. Komponen yang berputar pada poros dengan dua sandaran yang dapat disesuaikan, dan mempunyai roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat pula perangkat pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Bagian kunci terdapat perangkat untuk menghitung yang teman ketahui sebagai angka-angka pada meteran listrikmu.

Tak hanya itu komponen komponen itu, ada alat yang disebut terminal dan juga alat pengatur pada alat KWh Analog. Pusatnya terdiri atas terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri atas penyetel untuk daya rendah, beban kosong, kesetimbangan beban.

Untuk putaran element piringan meteran listrikmu adalah yang lantas akan menggerakan roda gigi seperti penjelasan di atas. Menyebabkan roda gigi bergerak akan memberikan angka tentang listrik yang sudah kawan gunakan.

KWh Meter Digital


Sedangkan KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang berjalan dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja menggunakan pemrograman yang telah “disuntikkan” chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog listrik. Cuma saja melalui alat ini, sinyal input analog tersebut akan dibaca menjadi sinyal digital secara berkala.

Melihat KWh meter digital kawan dapat menemukan indikator LED, label informasi daya listrikmu, segel metrology, indikator kontraktor, LCD guna menampakkan respon, serta keypad dari karet yang bisa dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, keduanya menggunakan prinsip pemasukan yang kembar. Cuma meteran listrik digital akan membaca sinyal analog itu menjadi digital untuk kemudian diperlihatkan pada layar.

Namun, meski secara model penghitungan meteran mirip, ada hal yang berbeda prinsip penggunaan yang cukup mencolok. Apabila anda menggunakan meteran analog, berarti anda memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Perbedaan prinsip yang digunakan oleh meteran analog dan digital ini pada fungsi yang
dimiliki. Jika meteran analog cuma bermanfaat untuk penghitungan penggunaan daya
listrik yang digunakan. Namun meteran seperti ini sudah tidak ditawarkan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki cara kerja yang lebih sederhana, yaitu kawan harus membeli token atau pulsa listrik yang akan dikonversi seperti besarnya daya listrik yang bisa digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih mumpuni dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang memakai simbol Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa itu masih belum nol. Dan saat pulsa itu sudah nol maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

Ini Cara Kerja KWh Meter Digital Dirumah Anda!

KWh meter merupakan alat yang digunakan guna mencatat daya listrik yang digunakan dalam rumah tangga. Biasanya KWh meter yang lazim dipakai oleh PLN yaitu KWh meter berbentuk analog.

Tapi seiring dengan berjalannya zaman, mereka mulai mengubah KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Lest saya bedah sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan bagian penting yaitu alat kumparan tegangan, piringan, magnet permanen, kumparan arus, terminal, penyetel dan susunan komponen elektronika kecil yang dapat teman perhatikan gambar di bawah ini. Yuk kita ulas komponen bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Mari kita kupas tuntas element yang menjadikan bekerja KWh meter analog. Komponen yang menggerakkan biasanya terdiri atas kumparan untuk daya dan tegangan. Nah jika ada daya yang melewati kumparan itu, akan keluar sifat magnetis.

Di atas komponen yang menggerakkan komponen, anda dapat menemukan perangkat putar yang tersusun dari piringan yang terbuat dari penghantar listrik dengan cekungan dan berlubang pada sisinya. Bagian putar ini bergerak menempati as dengan dua bantalan yang bisa disesuaikan, dan memiliki roda gigi yang sudah terpasang.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu ada juga perangkat pengerem yang terdiri atas magnet permanen dan posisinya menjepit piringan. Bagian kunci terdapat perangkat untuk menentukan yang teman ketahui penanda nomor pada meteran listrikmu.

Selain dari perangkat komponen tersebut, terdapat alat yang dikenal terminal serta perangkat pengatur pada meteran listrik. Pusatnya tersusun dari terminal arus dan tegangan. Sementara perangkat penyetel tersusun dari penyetel beban rendah, tanpa beban, kesetimbangan beban.

Untuk kerja perangkat piringan KWh Analog inilah yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Menyebabkan roda gigi secara perlahan akan menyampaikan informasi tentang listrik yang sudah teman pakai.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan menggunakan prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang bekerja menggunakan prinsip digital tentunya. KWh meter akan berjalan sesuai dengan pemrograman yang telah “diinjek” mikroprosesornya.

Model KWh meter digital mirip dengan KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog daya. Hanya saja melalui perangkat ini, sinyal respon analog itu akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital sobat dapat mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD untuk memperlihatkan status, ditambah button dari karet yang bisa dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Walhasil tidak perduli meteran listrik digital ataupun analog, semuanya mempunyai metode pemasukan yang kembar. Cuma meteran listrik digital langsung mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital guna diperlihatkan di layar.

Walaupun, meski secara cara kerja keduanya mirip, ada perbedaan prinsip penggunaan yang cukup mencolok. Jika kamu menggunakan meteran analog, berarti sobat memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini terdapat di kegunaan yang
berjalan. Jika meteran analog hanya dipakai untuk pencatatan penggunaan daya
listrik yang dipakai. Tetapi meteran seperti ini telah tidak diperkenankan untuk pemasangan baru lagi.

Sedangkan meteran listrik digital memiliki trik kerja yang simpel, yaitu kamu harus membeli token atau pulsa listrik yang akan dirubah sebagai besarnya daya listrik yang dapat dipakai. Kesimpulannya meteran digital lebih cerdas dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN sekarang memakai logo Listrik Pintar. Sebab menggunakan sistem pulsa listrik yang dapat dipakai selama pulsa itu masih belum nol. Dan ketika pulsa itu telah habis maka otomatis akan memutus arus listrik tanpa diperintah.
Tuesday, 19 March 2019
Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Alat yang dipakai oleh PLN untuk mengukur pemakaian daya listrik yang telah digunakan pelanggan yaitu KWh meter. Untuk pemakaian yang lazim menggunakan token listrik biasanya KWh yang dipasang yaitu KWh meter digital.

Mengikuti berjalannya zaman, PLN berevolusi mengganti KWh meter analog yang biasa ditanam menjadi KWh meter digital. Lantas gimana sih cara kerja KWh meter? Lest saya bongkar sistemnya!



KWh meter analog tersusun dari susunan komponen pokok yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet permanen, piringan, terminal dan susunan bagian elektronika kecil yang bisa teman lihat gambar di bawah ini. Yuk saya ulas komponen bagian elektronika ini satu persatu.
Komponen KWh meter analog
Yuk admin kupas tuntas komponen penggerak KWh meter ini. Komponen yang menggerakkan umumnya terdiri dari kumparan untuk daya dan tegangan. Nah kalau ada daya yang melintasi kumparan itu, akan keluar fluks magnet.

Di atas komponen yang menggerakkan element, teman dapat nemu perangkat putar yang terdiri dari piringan berbahan konduktor memiliki lekukan dan lubang-lubang di tiap sisi. Komponen yang berputar menempati as mempunyai dua bantalan yang dapat diatur, dan mempunyai roda gigi disana.

Internal KWh Meter Analog


Tidak hanya itu terdapat juga perangkat yang memperlambat yang terdiri atas magnet permanen dan letaknya mengapit piringan. Paling pokok ada element untuk menentukan yang teman lihat penanda nomor di KWh PLN yang terpasang.

Tak hanya itu element perangkat itu, ada alat yang dinamai terminal dan juga perangkat pengatur di alat KWh Analog. Terminal terdiri atas terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel tersusun atas penyetel beban rendah, beban nol, beban seimbang.

Untuk kerja komponen piringan meteran listrikmu inilah yang lantas akan menggerakan roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi memutar angka dan akan menyampaikan patokan mengenai listrik yang sudah anda gunakan.

KWh Meter Digital


Untuk KWh meter analog berjalan memakai prinsip induksi kumparan, berbeda dengan KWh meter digital yang berjalan menggunakan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja menggunakan pemrograman yang sudah “diinjek” chipnya.

Model KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima respon berbentuk sinyal analog listrik. Cuma saja melintasi perangkat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital melalui proses tertentu.

Komponen penyusun KWh meter digital sobat bisa mendapati segel metrology, indikator kontraktor, indikator LED, label informasi daya listrikmu, LCD guna menampakkan respon, ditambah tombol dari karet yang dapat dipakai kalau ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar.

Kesimpulannya tidak perduli meteran listrik digital maupun analog, keduanya mempunyai cara pemasukan yang mirip. Hanya saja meteran listrik digital langsung membaca sinyal analog tersebut sebagai bentuk digital untuk kemudian dibaca pada monitor.

Namun, meski secara prinsip kerja meteran sama, terdapat hal yang berbeda prinsip penggunaan yang sangat kontras. Apabila anda menggunakan meteran analog, berarti kamu memakai listrik pascabayar. Sementara meteran digital itu artinya listrik prabayar.

Hal yang membedakan meteran analog dan digital ini pada kegunaan yang
dimiliki. Jika meteran analog cuma berguna untuk pencatatan pemakaian daya
listrik yang dipakai. Tetapi meteran seperti ini sudah tidak dikeluarkan untuk pemasangan jaringan lagi.

Berbeda dengan meteran analog meteran listrik digital mempunyai cara kerja yang lebih sederhana, yaitu sobat harus membeli token atau pulsa listrik yang akan dirubah seperti besarnya daya listrik yang dapat digunakan. Kesimpulannya meteran digital lebih tangguh dibanding dengan meteran analog.

Yap PLN saat ini memakai logo Listrik Pintar. Karena menggunakan sistem pulsa listrik yang bisa dipakai selama pulsa itu masih ada. Dan saat pulsa tersebut sudah nol maka otomatis akan terputus arus listrik dengan secara otomatis.